Sesederhana Genggaman Tangan

Cuaca terik siang itu membuat saya lebih senang berteduh di bawah pepohonan. Pandangan saya jatuhkan ke bentangan lautan yang luas. Sembari menunggu kedatangan perahu boat kami, saya berusaha menikmati riak ombak yang berdebur di dermaga desa siang itu.

Iklan

Ujung Tombak Desa Itu Bernama Internet

Bagi masyarakat perkotaan, internet bak air di musim hujan. Namun, bagi masyarakat di pedalaman, internet bisa jadi menentukan nasib kehidupan seseorang, bahkan sebuah lingkungan. Mewah sekaligus vital. Itulah sarana internet bantuan BP3TI Kemenkominfo di pedalaman Indonesia. Salah satunya di Pulau Ayau yang berbatasan dengan negara Filipina dan Palau. Untuk sampai ke pulau ini, saya harus … Lanjutkan membaca Ujung Tombak Desa Itu Bernama Internet

Sekali Hanyut, Perbatasan Negara Pun Terlewati

Kepulauan Ayau terletak di ujung utara Raja Ampat. Kepulauan ini juga sekaligus sebagai batas wilayah antara Indonesia dan dua negara tetangganya, yaitu: Filipina dan Palau. Jarak kedua negara itu pun cukup dekat dari Ayau, yaitu sekitar 8 jam dengan menggunakan kapal cepat. Untuk menuju Kepulauan Ayau, saya sendiri harus mengarungi lautan selama 6 jam menggunakan … Lanjutkan membaca Sekali Hanyut, Perbatasan Negara Pun Terlewati

Pinogu, Kopi Organik Persembahan Gorontalo Tua

Salah satu sajian khas Gorontalo adalah Kopi Pinogu. Menariknya, kopi ini tumbuh secara organik dan hanya terdapat di sebuah wilayah tua di provinsi Gorontalo bagian timur bernama Pinogu. Wilayah ini sudah ada sejak tahun 1500-an masehi dan dipercaya sebagai tempat berasal orang-orang Gorontalo. Meskipun disebut-sebut sebagai cikal bakal Kota Gorontalo, tetapi wilayah ini jauh dari modern.

Kafe, Musik, dan Konflik

Ambon dikenal sebagai kota yang penuh kafe dan musik. Di dalam kafe, orang-orang Ambon biasa menghabiskan waktu untuk mengobrol sembari menikmati kopi. Durasinya pun bukan lagi sejam-dua jam, tetapi bisa sampai tiga-empat hari. "Kalau pun pulang ke rumah, biasanya hanya untuk mandi dan ganti baju. Setelahnya, mereka kembali ke kafe untuk mengobrol," kisah Baihajar Tualeka, seorang tokoh wanita Maluku, ketika saya temui di Kafe Joas, Ambon.