“Semua Karena” Deden…


Deden M Sahid (tengah, berjaket merah) sedang memberikan arahan kepada kru dan aktris dalam pembuatan sebuah film baru-baru ini. (Foto: cdninstagram.com)

Sebuah film pendek asal Indonesia masuk nominasi Hamburg Internasional Short Film Festival (HISFF) ke-33 di Jerman. Awalnya, kabar ini bukan termasuk berita bagi saya. Namun, semua berubah ketika saya tahu sang sutradara di balik pembuatannya. Seorang kawan yang tekun menggeluti sinematografi sejak rambut di kepalanya tergolong sangat rimbun.

Deden M Sahid namanya. Pria yang satu ini cukup tenar di seantero Kabupaten dan Kota Kembang. Beruntung, di tengah-tengah kesibukannya, saya masih sempat bertemu pada hari-hari terakhir tahun 2017. Di tengah hujan yang mengguyur Kota Bandung, beliau banyak menceritakan pengalamannya ketika berkeliling Eropa. Saking banyaknya, tunggu saja bukunya, yah. Kalau saya tulis di sini, bisa jadi buku tersendiri malah. Ahahaha.

Salah satu yang menggelitik rasa penasaran saya sore itu adalah film pendek buah karya kang Deden yang berhasil masuk ke HISFF. Judulnya cukup sederhana, “Semua Karena”. Beruntung bagi saya, Deden bersedia memperlihatkan film berdurasi 90 detik tersebut secara personal. Hal ini membuat saya bisa merasakan keistimewaan film tersebut, lagi, dan lagi.

“Semua Karena” sendiri bercerita tentang carut-marutnya kondisi Indonesia sejak negara ini berdiri. Dia memainkan tokoh-tokoh nasional yang ada di uang kertas Indonesia. Dengan apiknya, dia memainkan karakter tokoh-tokoh mata uang Indonesia tersebut dengan beberapa footage kejadian berskala nasional. Hasilnya, sebuah film yang menohok kesadaran berkebangsaan kita.

Ketika ditanya tentang proses pembuatannya, Deden mengaku tidak ada hal yang istimewa ketika membidani karyanya tersebut. Kala itu, film tersebut hanya ditujukan untuk memenuhi tugas sebuah workshop film di sebuah sekolah di Kabupaten Bandung. Ketika semua karya ditampilkan, film “Semua Karena” malah berada di urutan tengah-tengah. “Film itu ngak termasuk dijajaran terbaik (dalam workshop tersebut),” ungkap Deden.

Meskipun demikian, semua berubah ketika pendaftaran HISFF dibuka. Kelima-belas film tersebut didaftarkan ke festival film pendek yang saban tahun digelar di Jerman. Hasilnya, hanya film milik Deden yang masuk nominasi. “Bukan karena film saya bagus, tetapi karena film saya sesuai tema (HISFF) tahun ini,” kilah Deden.

Bagi Indonesia, lanjut Deden, masuk sebagai nominasi ini merupakan prestasi tersendiri. Pasalnya, terakhir kali Indonesia mencatatkan dirinya sebagai nominator di HISFF adalah tahun 2004. Setelah itu, selama 13 tahun terakhir, nama Indonesia tidak pernah ada dalam daftar nominator HISFF.

Adapun, bagi insan sinematografi Bandung, nominasi ini menjadi prestasi yang perlu menjadi perhatian, bahkan panutan. Menurut Deden, baru kali ini film sineas Bandung berhasil masuk HISFF. “Sebelumnya, nama Indonesia di HISFF kebanyakan diwakili oleh para sineas dari Jakarta dan Yogyakarta,” kisah Deden.

Menorehkan nama di festival film luar negeri tidak melulu hanya soal jalan-jalan ke luar negeri. Bagi Deden, dirinya belajar banyak hal dari sineas-sineas lainnya yang hadir di festival film tersebut. Mulai dari cara mengemas cerita, memproduksi film, hingga aktivitas paska produksi. Menariknya, mereka sangat terbuka untuk berbagi. Hal ini membuat Deden terpacu untuk terus berkarya dan membangun jejaring dengan sineas lainnya di mancanegara.

Saat ini, di tengah kesibukannya, Deden tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti festival film lainnya di luar negeri dengan film yang sama. Bila pihak penyelenggara memberikan lampu hijau, Deden akan terbang mengelilingi setengah bola dunia untuk hadir dalam sebuah festival film bergengsi pada 2018 mendatang. “Mohon doanya saja,” pinta Deden, sederhana.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s