Good Bye My Blues Guitarist: Dani Akung


Good bye my blues
I’ve got to live you know
Good bye my blues
I’ve got to live you for a while

I know it’s hard, hard to believe it
But I have to face the time

Bandung dirundung mendung. Begitulah wajah Kota Kembang pada Selasa, 31 Mei 2016 lalu. Tak disangka, mendung itu juga turut merundung hati saya pagi itu seiring sebuah kabar duka yang menyambangi ponsel saya. Kang Dani Akung, gitaris Time Bomb Blues, wafat pagi itu.

Kang Dani merupakan salah satu sosok yang banyak mengajarkan wawasan tentang musik rock dan blues kepada saya. Interaksi saya dengan beliau banyak terjadi kala saya masih berseragam putih-abu. Meskipun demikian, kang Dani dengan rendah hati selalu membuka diri dan meladeni rasa penasaran saya terhadap musik dan industrinya.

Perkenalan saya dengan kang Dani terjadi ketika beliau menjadi penyiar program Classic Rock di Rase FM bersama mas Iwan, yang ketika itu masih menjadi pemain bass kelompok musik /rif. Mereka berdua “membuka warung” setiap Kamis malam dari jam 21 sampai jam 2 dini hari.

Kang Dani sendiri kerap mengajak saya untuk berkunjung ke studio Rase FM pada jam siaran beliau. Karena masih berstatus sebagai siswa SMA, saya hanya bisa berkunjung selama satu jam pada awal siaran. Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, saya kerap “nongkrong” di studio siaran hingga sesi siaran mereka usai.

Pada kesempatan lain, kang Dani juga kerap mengajak saya untuk melihat latihan rutin Time Bomb Blues. Kala itu, mereka kerap berlatih di studio milik sang pianis di jalan Kanayakan, Dago, Bandung. Saat mereka berlatih, biasanya saya hanya diam saja di sudut studio sembari memperhatikan aktivitas mereka menjaga kekompakkan.

Salah satu momen yang paling saya ingat tentang kang Dani adalah ketika Time Bomb Blues baru saja mengeluarkan album terbaru. Kala itu, beliau membagikan 10 album Time Bomb Blues ke para pendengar Classic Rock Rase FM secara cuma-cuma.

Pada awal siaran, saya menelepon beliau dan menyampaikan bahwa saya sangat berminat memiliki album pertama mereka. “Oke, Yudh. Nanti saya kasih. Tungguin aja di akhir siaran,” ungkap kang Dani. Dan benar saja. Pada akhir siaran, beliau menyebut nama saya sebagai salah satu pendengar yang mendapatkan album Time Bomb Blues.

Salah satu lagu yang paling saya suka dalam album tersebut adalah Good Bye My Blues karya sang vokalis kang Budi Abuy. Kang Abuy pernah bercerita bahwa lagu tersebut merupakan tanda perpisahan dirinya dengan blues. Tentunya, bukan perpisahan selamanya, tetapi perpisahan sementara karena dirinya harus tidur dan beristirahat sejenak.

Dan kini, kang Dani harus tidur dan terbaring di tempat peristirahatan terakhirnya. Beliau harus berpisah dengan blues dan juga dunia. Bagi saya dan kang Abuy, dan tentunya mereka yang juga mengenal kang Dani, perpisahan ini sangat sulit untuk dipercaya. Namun, kang Dani harus menghadapi waktunya.

Selamat jalan, kang Dani. Semoga, di alam sana, kang Dani bisa bermain gitar bersama Jimi Hendrix, dan mungkin juga bersama Tuhan dan malaikat-malaikatnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s