Palestina: Mari Datang dan Berwisata!


Photo: ivarfjeld.wordpress.com

Bagaimana respon Anda ketika diajak untuk mengunjungi Palestina dan Israel yang merupakan salah satu negara paling berkonflik di muka bumi ini? Langsung menolak? Tertantang untuk datang? Atau Ragu-ragu disertai rasa penasaran sekaligus was-was? Satu hal yang pasti, Faris Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, mengajak mereka yang ingin mendukung kemerdekaan Palestina untuk datang dan berwisata ke negeri para nabi tersebut.

Ajakan ini diutarakan oleh Faris ketika menjadi salah satu pembicara dalam diskusi Bandung Spirit for Palestine di Ruang Pameran Tetap Museum Konperensi Asia-Afrika, Bandung, pada Selasa, 19 April 2016 lalu. Menurutnya, dengan berwisata ke Palestina, para wisatawan bisa merasakan kehidupan masyarakat Palestina serta melihat lebih dalam akar permasalahan yang terjadi di negara tersebut.

Menurut Faris, Palestina sendiri merupakan negeri yang majemuk. Ketika negara tersebut masih berada di bawah pemerintahan Turki Ustmani pada awal abad 20, warga Palestina terdiri dari beragam suku bangsa, termasuk Yahudi yang mencapai 30 ribu orang. Mereka hidup dengan sangat harmonis tanpa membedakan suku, agama, dan ras.

Namun, semua berubah ketika dunia memasuki babak terakhir perang dunia kedua. Kala itu, Yahudi mendapatkan penolakan di hampir seluruh wilayah Eropa. Bahkan, di Jerman, kabarnya bangsa Yahudi dibantai habis-habisan sampai tidak ada yang tersisa. Gerakan anti-semit di benua kulit putih tersebut memicu keinginan bangsa Yahudi untuk memiliki wilayah sendiri dan mendirikan negara.

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, bangsa Yahudi kemudian melirik wilayah Palestina modern. Wilayah ini dikuasai oleh Inggris usai kejatuhan kekaisaran Turki Ustmani pada akhir perang dunia pertama. Kala itu, Turki Ustmani mendukung kekaisaran Jerman dan harus sama-sama bertekuk lutut di hadapan sekutu usai kalah perang.

Sejak saat itu, Yahudi Eropa memakai “wajah ekspansif” benua kulit putih untuk menendang bangsa Palestina dari rumahnya. Gerakan inilah yang kemudian disebut Zionis dengan Israel sebagai nama yang dipilih untuk negaranya. “Yahudi dari seluruh Eropa kemudian berbondong-bondong berimigrasi ke Palestina dan mengusir penduduk asli negara tersebut,” kisah Faris.

Pesan untuk mengunjungi Palestina di Belgia. (Foto: blogspot.com)

Kini, jumlah Yahudi di Palestina berbanding 49:51 dengan penduduk asli Palestina. Oleh karena itu, lanjut Faris, bangsa Palestina kini tengah menggenjot angka kelahiran generasi baru untuk memperbesar jumlah mereka agar tidak kalah jumlah dengan para pendatang.

Faris sendiri menilai kekuatan utama Israel adalah dukungan dari aliansinya. Israel juga menggunakan kekuatan militer untuk mengusir bangsa Palestina dari tanah kelahirannya. Oleh karena itu, Faris mengajak masyarakat dunia, khususnya Indonesia, untuk mendukung Palestina meraih kemerdekaan dan kedaulatan atas tanahnya.

Dukungan dunia internasional terhadap Palestina sendiri sudah cukup besar. Faris menyebutkan salah satunya tampak dari kesediaan negara-negara pendukung Palestina untuk menerima kedutaan besar di negaranya masing-masing. Kini, sudah ada 137 Kedutaan Besar Palestina di seluruh dunia. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan kedutaan Besar Israel yang kurang dari 50 kedutaan besar di seluruh dunia.

Di tingkat akar-rumput, Faris mengharapkan dukungan berupa bantuan untuk anak-anak muda Palestina agar bisa kuliah dan mengenyam pendidikan di negara-negara seperti Indonesia. Tujuannya, agar pemuda Palestina mampu menjadi generasi yang memiliki intelektual tinggi dan mampu memperjuangkan kemerdekaan negaranya. Dalam hal ini, para mahasiswa Indonesia bisa membantu menyediakan dukungan akomodasi selama pemuda Palestina menimba ilmu di Indonesia. Dukungan ini tidak hanya membantu mendorong solusi konflik di Palestina, tetapi juga mewujudkan wajah dunia yang lebih damai lagi.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s