Eiger UltraEnduro: Kawan Lari, Jelajah Desa, dan Mencicipi Hutan


Eiger Ultra Enduro (Foto: Yudha PS)

Eiger Ultra Enduro (Foto: Yudha PS)

Kamis akhir Juli 2015 lalu, saya memutuskan untuk kembali mencari keringat dengan olah raga berlari. Untuk memuluskan niat ini, saya pun bergabung dengan Eiger Night Run, Bandung. Komunitas ini digawangi oleh Ki Herry Constadi, yang lebih dikenal dengan julukan “Aki”. Di Bandung, mereka kerap menggelar lari bersama setiap hari Kamis jam 19 WIB.

Satu hal yang membuat saya senang hari itu adalah kejutan dari Aki. Saya diberikan sebuah tas Eiger yang tipe UltraEnduro (UE). Eiger sendiri merancang tas ini untuk para kaum muda yang senang lari atau berpetualang bersama perangkat kerjanya, seperti notebook, gadget, kamera, dan perangkat penunjangnya.

Sebelum memberikan kejutan tersebut, Aki memang sempat menanyakan kepada saya perihal produk Eiger yang ingin saya cicipi. “Tas lari yang masuk MacBook Air, Ki,” jawab saya secara spontan.

Saya pribadi sudah menggunakan “anak produk” dari Eiger, yaitu Bodypack. Tas bertipe Urban Digital Gear (UDG) ini dibelikan istri pada pertengahan 2012 silam, tepat ketika saya resmi menggandeng MacBook Air sebagai kawan kerja saya.

Bodypack UDG sangat cocok dengan aktivitas saya yang penuh gerak di perkotaan. Bentuknya cukup tipis dengan bobot yang ringan. Keunggulannya ini dikombinasikan dengan tinggi dan lebarnya yang cukup besar, sehingga saya bisa leluasa membawa buku-buku ukuran A4 dalam jumlah yang banyak.

Satu hal yang saya senangi dari Bodypack UDG adalah jumlah dan ukuran kantungnya yang variatif sekaligus cocok untuk anak muda perkotaan. Tas ini memiliki 4 kantung. Kantung utama dan terbesar bisa diisi dengan tas dan buku-buku.

Kantung sekundernya, dan bagian ini salah satu yang saya suka, bisa dijejali berbagai gadget dan barang-barang yang lebih kecil. Bagian ini memiliki tempat untuk ponsel, dompet, pulpen, dan kantung tersembunyi. Di tempat ini saya biasa menyimpan uang, dompet, ponsel, kartu nama, kamera saku, cakram keras portabel, dan buku catatan kecil.

Dua kantung lainnya berukuran lebih kecil. Meskipun begitu, kedua kantung ini menjadi pilihan terbaik saya untuk menyimpan barang-barang penunjang aktivitas saya. Kantung pertama terletak di bagian bawah depan. Kantung ini begitu menonjol dan mudah terlihat. Di dalamnya, saya biasa menyimpan pengisi daya baterai untuk Macbook, ponsel, dan kamera saku. Peralatan listrik tambahan lainnya juga saya masukan di sini.

Sedangkan kantung kedua terletak di bagian atas depan. Ukuran kantung ini adalah yang terkecil dibandingkan kantung-kantung lainnya. Meskipun posisinya paling depan, tetapi kantung yang satu ini memiliki kanopi di pintunya, sehingga mampu melindungi berbagai barang di dalamnya. Kantung ini biasa saya gunakan untuk menyimpan sambungan proyektor, pointer presentasi, USB Disk, dan kunci rumah.

Saya pribadi masih sangat menyukai produk Bodypack UDG. Produk ini sangat optimal untuk beraktivitas di area perkotaan. Sayangnya, aktivitas saya tidak selamanya berada di kota. Terlebih lagi, saya tengah menggandrungi olah raga lari. Bila saya berlari menggunakan Bodypack UDG, aktivitas saya agak sedikit terhambat dan niscaya isinya akan terguncang dahsyat.

Di sisi lain, istri saya ternyata mulai jatuh cinta dengan tas Bodypack UDG ini. Pernah saya berniat membelikan, tetapi produknya sudah tidak diproduksi lagi oleh Bodypack. Dan ketika tas Bodypack UDG ini berpindah tangan, istri saya sangat senang sekali menerimanya.

Kanan: Bodypack Urban Digital Gear, Kiri: Eiger UltraEnduro. (Foto: Yudha PS)

Kanan: Bodypack Urban Digital Gear, Kiri: Eiger UltraEnduro. (Foto: Yudha PS)

“Setelah Bodypack, datanglah Eiger,” barangkali demikian pepatah yang cocok untuk saya saat ini. Hari itu, Aki memberikan kejutan saya berupa tas Eiger bertipe UltraEnduro (UE). Hari itu juga, saya memasukkan semua barang-barang saya, termasuk MacBook Air, dan mulai berlari dengannya.

Kekuatan Eiger UE sendiri terletak pada bentuknya yang ramping dan mungil. Awalnya, saya sendiri tidak menyangka bahwa tas yang terlihat kecil di luar ini bisa memuat sebuah MacBook Air 13’, bahkan juga MacBook Pro dengan ukuran yang sama.

Salah satu yang paling saya suka adalah sabuk penyangga di dada dan perut. Di dada, sabuk ini seperti sabuk pengaman pada tas-tas kebanyakan yang dibuka dengan menekan bagian tengahnya. Adapun sabuk di perut, memungkinkan penggunanya memasang sesuai dengan lingkaran tubuh. Hal ini membuat tas mengikuti gerak tubuh dan meminimalisir guncangan di dalam tas.

Eiger UE hanya memiliki 2 kantung utama dan fitur-fitur penunjang yang mampu mengoptimalkan aktivitas seseorang di alam bebas. Kantung pertama sendiri terletak di tengah dan mampu memuat MacBook Air 13’ dan notebook dengan ukuran serupa.

Berbeda dengan Bodypack UDG yang memiliki partisi tersendiri untuk notebook, Eiger UE hanya menyediakan seutas tali. Fungsinya hanya untuk mengokohkan notebook agar minim guncangan dan benturan ketika seseorang berlari atau beraktivitas di alam bebas. Selain MacBook Air, saya juga kerap menyimpan buku, dokumen, atau peralatan tambahan yang saya butuhkan ketika berlari atau beraktivitas di alam bebas.

Sedangkan katung keduanya memiliki ukuran lebih kecil dan terletak di depan kantung utama. Di dalamnya hanya ada satu lapisan sekat jaring untuk menyimpan barang-barang penunjang aktivitas. Karena kondisi ini, membuat saya harus pintar-pintar mengatur barang bawaan dan posisinya. Hal ini ditujukan untuk mengurangi guncangan ketika tengah berolahraga lari.

Adapun fitur-fitur penunjang di Eiger UE, salah satunya adalah kantung untuk air minum. Kantung ini terletak paling belakang dan langsung berhadapan dengan punggung penggunanya. Kantung ini memiliki lubang kecil ke sabuk utamanya yang berfungsi untuk menyalurkan selang air minum. Hal ini memudahkan penggunanya untuk menyedot air minum ketika tengah berlari.

Fitur lainnya yang sangat saya suka adalah kantung kecil di sabuk penyangga di perut. Kantung ini berfungsi untuk menyimpan peralatan elektronik yang sering digunakan, seperti ponsel dan kamera saku. Saya pribadi seringnya menyimpan ponsel di saku tersebut. Sedangkan kamera saku saya bawa di tangan. Ketika ada objek yang menarik, langsung saya bidik dan potret. Fitur penunjang lainnya adalah saku di sabuk utama, baik di sabuk kanan maupun kiri. Saku ini bisa digunakan untuk menyimpan uang atau obat-obatan.

Di bagian paling depan, tersedia kantung dari kain yang berbentuk jaring. Kantung ini fungsinya untuk menaruh hal-hal yang bisa diambil seketika, seperti buku catatan, pulpen, dan obat-obatan. Tak lupa juga di kanan dan kirinya terdapat kantung tambahan untuk menyimpan air minum dan barang-barang yang lebih kecil lainnya.

Bagi saya yang sudah terbiasa dengan Bodypack UDG, tas Eiger UE jelas terlalu kecil. Namun, bila melihat aktivitas saya yang melintasi kota, desa, bahkan sedikit masuk hutan, Eiger UE adalah kawan yang tepat. Eiger UE membuat saya tetap bisa menuliskan cerita-cerita langsung dari daerah di luar wilayah kota.{*}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s