AASC 2015: Kebangkitan Api Bandung, Sekali Lagi!


Foto: Dok. AASC 2015

Nyala Bandung Spirit dari Konferensi Asia-Afrika 1955 menggetarkan elemen lain untuk menggelar konferensi yang sama di kalangan yang lebih spesifik. Salah satunya adalah mahasiswa yang menggelar Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika pada 1956 silam. Perjuangan ini kemudian dilanjutkan 59 tahun setelahnya oleh Sahabat Museum Konperensi Asia-Afrika dengan menggelar Asian-African Students Conference 2015.

Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika 2015 memiliki tantangan dan zaman yang berbeda dengan pendahulunya. Konferensi mahasiswa kulit berwarna kedua ini mengusung tema Reinvigorating the Bandung Spirit: “Working Towards the Asian-African Youth Leadership”. Dalam hal ini, Kepemimpinan menjadi tema sentral mahasiswa dewasa ini untuk turut serta membangun Asia-Afrika.

Kepemimpinan juga merupakan landasan bagi 210 mahasiswa dari 48 negara Asia-Afrika yang hadir pada acara ini untuk memperkuat tekadnya dalam memperjuangkan kebebasan bangsa Asia-Afrika dari belenggu kolonialisme. Ajakan ini salah satunya menggema dalam pidato Yovita Omega S, koordinator eksekutif Sahabat MKAA.

Yovita mengingatkan peserta untuk menengok kembali pidato Presiden Republik Indonesia pertama Sukarno dalam Konferensi Asia-Afrika 1955. “Kolonialisme tidak berakhir seiring dengan deklarasi kemerdekaan. Kolonialisme hadir dalam bentuk dan wajah baru,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Pasundan ini, mengutip Sukarno. “Bentuk baru kolonialisme hadir dalam sistem budaya, ekonomi, sosial, dan pendidikan,” lanjutnya.

Nsikan Ekwere, perwakilan mahasiswa Afrika, turut mengamini gagasan Sukarno tersebut. Dalam pidatonya, Nsikan menilai bahwa bangsa Asia-Afrika belum mampu memimpin dirinya sendiri. “Kolonialisme dalam baju modern” masih mengontrol negara Asia-Afrika di era bangsa kulit berwarna dalam berbagai cara.

Oleh karena itu, Nsikan mengajak para mahasiswa untuk mulai memutuskan nasib bangsa Asia-Afrika dan memimpinnya ke arah yang lebih baik. “Jika kita tidak bercita-cita untuk memimpin, kita tidak akan diberikan kesempatan untuk itu,” ungkap mahasiswa Universitas Parahyangan asal Nigeria ini. “Jika kita tidak mengambil (kesempatan memimpin) ini, kita tidak akan pernah memilikinya,” tandasnya lagi.

Dalam hal ini, mahasiswa adalah pemimpin masa depan. Nsikan mengajak mahasiswa Asia-Afrika untuk ikut serta memimpin bangsa kulit berwarna mulai dari sekarang, dan tidak menundanya esok hari. Baginya, keterlibatan pemuda saat ini akan membuat bangsa Asia-Afrika untuk mampu membangun secara terus menerus dan keberlanjutan.

Guna menentukan masa depan bangsa Asia-Afrika, perwakilan mahasiswa Asia Sina Mao mengajak para peserta Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika untuk memulainya dari Gedung Merdeka, Bandung. Hal yang harus dibangun antar mahasiswa Asia-Afrika adalah tetap dekat dan bersatu. “Kita butuh untuk saling mengenal satu sama lain, mendukung satu sama lain, dan bekerja sama,” ungkap mahasiswi Universitas Parahyangan asal Kamboja ini.

Agar mampu menciptakan ikatan yang kuat, persatuan dan kepemimpinan mahasiswa Asia-Afrika ini harus ditopang oleh Bandung Spirit. “Dan kita harus percaya bahwa api Bandung Spirit masih bernyala-nyala,” ajak Yasmin Nindya Chaerunissa, President of Asian-African Students Conference 2015. “Dan (mahasiswa) jangan hanya merasakan apinya, tetapi jadilah apinya,” tandas mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia ini, kembali.

Kini, api-api kecil Bandung yang berkumpul dalam Asian-African Students Conference 2015 bersiap menjadi besar untuk menyongsong abad Asia-Afrika. Api-api ini tengah melangkah dan merambatkan panasnya serta menginspirasi bangsa Asia-Afrika untuk bangkit dalam naungan Bandung Spirit. Api-api ini mulai memimpin dirinya, masyarakatnya, dan bangsanya untuk sekali lagi membangkitkan Asia-Afrika ke dalam bentuk kemerdekaan sesungguhnya yang berlandaskan perdamaian abadi, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang beradab.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s