AASC 2015, Akhirnya…


Foto: Dok. AASC 2015

Kali pertama tersadar dalam mimpi di tidur pagi ini, cepat-cepat saya berusaha membuka mata. “Acara akan segera dimulai, saya harus segera bersiap,” pikir saya. Dan ketika mata terbuka, pertama kali yang saya lihat adalah langit-langit rumah dan keluarga. Saya baru sadar, ternyata saya sudah di rumah. Juga saya baru sadar bahwa Asian-African Students Conference 2015 (AASC 2015) benar-benar sudah berakhir.

Ajang pertemuan mahasiswa Asia-Afrika tersebut benar-benar momen besar dan mengharukan bagi saya, dan mungkin juga tim panitia yang terdiri dari Sahabat MKAA. Sepanjang persiapan acara, kami menghadapi berbagai masalah yang menguras perasaan, tenaga, dan juga pikiran. Seringkali kami berpikir untuk berhenti pada satu titik. Meskipun begitu, selalu saja ada yang menyemangati.

“Ambil apinya, jangan ambil abunya,” salah satu penggalan nasihat Aldi Daniealdi, koordinator program AASC 2015, yang dikutipnya dari Soekarno. Sekilas, penggalan tersebut biasa saja. Namun, kalimat tersebut mendorong saya untuk melihat hikmah dan makna positif dari segala persoalan. Selain itu, kalimat itu juga yang selalu membarakan semangat dalam diri saya. Dan kalimat tersebut saling berkelindan dengan pepatah dari President of AASC 2015, Yasmin Nindya Chaerunissa, “Don’t just feel a fire, be a fire!” Pepatah ini selalu menjadi pegangan panitia, dan juga saya. Dan saya pun berusaha untuk menjadi api, dan berusaha menghadapi segala rintangan yang terpapar di depan mata.

Pada saat penyelenggaraan acara, masalah pun tidak serta merta reda. Akomodasi dan transportasi peserta yang diserahkan ke pihak ketiga dan kami anggap tidak bermasalah, ternyata malah benar-benar menguras tenaga panitia. Salut untuk Pritania S Wiradiredja yang harus mondar-mandir di tiga hotel di Braga hingga tengah malam untuk memastikan peserta tidur dengan nyaman.

Masalah yang paling mengerikan ketika muncul ancaman deadlock persidangan dari peserta. Bagaimana tidak, bila masalah ini muncul, sidang akan berhenti, dan AASC 2015 ini tidak menghasilkan apa pun juga. Beruntung, masalah ini bisa diselesaikan segera, dan sidang bisa menghasilan Final Communique yang akan diserahkan ke sidang umum PBB melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Meskipun begitu, kinerja panitia sungguh amat luar biasa. Bagi saya, ini karena mereka bukan hanya merasakan Api Bandung, tetapi mereka adalah Api Bandung itu sendiri. Oleh karena itu, tak heran bila AASC 2015 bisa terlaksana dengan baik.

Salah satu dukungan terbaik dipersembahkan oleh kerja keras kang Deden M Sahid dan tim Public Relation and Documentation AASC 2015. Beliau mengajak tim dari kalangan profesional dengan dukungan perangkat dokumentasi yang sungguh luar biasa. Kang Deden membawa tim UseeTV yang memungkinkan AASC 2015 disiarkan secara langsung melalui internet, bukan hanya ke seluruh Indonesia, tetapi juga ke seluruh dunia.

Belum lagi tambahan Drone dari tim PR & Doc, membuat AASC bisa didokumentasikan dengan lebih mengagumkan. Hal ini melengkapi karya tim PR & Doc yang memukau kita semua. Terima kasih untuk tim PR & Doc: Mohamad Ilman Nugraha, Vania Febriyantie, Mahar Mulyadi, Anissa Trisdianty, Aditya Shorea Pratama, Fraja Jaka Sundan Grace Hodesyla Hariandja, kang Kartiwa Kara Bayanaka, Galih, Windy, Rizky, Aul, Niken, Maringan, mba Melati dan Syara sang presenter kita, kang Yoko, Alif, dan teman-teman komposer jingle AASC 2015. Terima kasih banyak atas bantuannya.

Di lapangan, teman-teman Program tentunya ujung tombak acara ini. Prita, co-coordinator program, dan tim bekerja ekstra keras untuk mensukseskan acara ini. Sejak H-3, mereka membanting tulang untuk memastikan segala rangkaian acara berjalan dengan baik. Wisnu Elzi ID dan tim logistik yang bekerja siang dan malam untuk menyediakan logistik acara: Habib, Iqbal, Fajar, Abdul, dan Wahid.

Sri Apiyanti dan 5 gadis bawangnya: Anisa, Sisi, Sofie, Firda, dan Fatima. Mereka tidak hanya memastikan kesediaan makanan, tetapi juga mengangkut makanan-makanan tersebut ke ruangan peserta. Semoga para Gadis Bawang lulus SMK dan kuliah serta meneruskan Sahabat MKAA di kemudian hari.

Tak lupa juga Hilda Nurmuharomi dan Labibatussolihah ‘ibah’ yang mengatur jalannya acara dalam Opening dan Plenary Session. Kalian berdua Stage Manager yang tangguh. Juga untuk Liz Nailantei Ndembei dan Ipul. Terima kasih untuk kalian berdua. Gaya kalian dalam memimpin acara sangat humanis dan komunikatif.

Juga untuk para Presiding Officer: ‘Tyas’ Ayu Kusumaningtyas Soegondo, Iyan S Taylor, Farisa Nabila , Doni Ramdhani Suwandi , Diana Nur Fathimah, Wahida, Moon-a 윤 문아, Vanmaly Jick, Utari Kusumawardhani, Delia, Hashim Umar, dan Dirami Nsadi. Selamat untuk kalian semua yang telah memimpin sidang setiap komite dengan baik dan mengantarkan AASC 2015 ke hasil yang diharapkan kita semua. Juga untuk para Rapourters: Rizky, Alin, Fitri Langit, Syaeful, Meizar, dan Edwina. Kalian para pendokumentasi persidangan yang karya kalian juga akan dibaca orang kelak.

Tak lupa juga para Liason Officer yang telah membanting tulang selama 24 jam dalam 4 hari. Mendampingi peserta yang tidak pernah mudah. Terima kasih banyak untuk Della O. Rakhmat, N Afni Maharani, Yudhi, Alma, Riska, Endah, Elmy, Qonita, Eka, Tyas, Qisti, Novia, Novi, Laras, Ani, Riris, Novie, Puti, Lia, Annisa, Salmalaila, Waldi, Thesa. Terima kasih yang tak terhingga untuk kerja keras teman-teman semua dalam mendampingi peserta, sehingga mereka selalu sehat, nyaman, aman, dan tepat waktu selama acara. Pekerjaan ini tidak mudah, tetapi kalian telah membuktikan bahwa kalian layak disebut Great Team.

Juga terima kasih untuk para pengisi acara, khususnya para nara sumber. mereka tidak hanya memberikan inspirasi kepada peserta, juga kepada panitia. terima kasih banyak untuk mba Dina Y. Sulaeman, Haryo Kunto Wibisono, Alfathri Adlin, Deni Rachman, Ikhlasul Amal, dan 2 nara sumber lainnya. Terima kasih sudah mau direpotkan. Juga narasumber persidangan, mas Sammy Kanadi, dan mba Elizabeth Dewi untuk narasumber Global Leadership. Terima kasih atas peran sertanya yang sangat membantu dalam melancarkan acara ini.

Di belakang layar, terima kasih banyak untuk Secretariat: Jefri Raditiyo, Luciana Elsy, Firman Fetran Taib, Damar Hadia, Logika Anbiya. Terima kasih atas kerja keras teman-teman, mulai dari persiapan acara hingga akhir acara. Tanpa bantuan teman-teman, acara ini tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Juga Hadyan yang ikut mengawal tim sekretariat dan membantu desain. Terima kaish banyak.

Juga untuk Lynx Kenia Andini sang bendahara. Terima kasih sudah direpotkan untuk menyimpan dan mengelola uang selama acara. Juga untuk Emeralda Aisha sang sekretaris organizing committee AASC 2015. Terima kasih banyak bantuannya, terutama mengawal pembuatan Rules of Procedure dan persidangan. Peranmu sangat substansial dan penting bagi AASC 2015.

Juga untuk Nsikan Ekwere. Greatfull thank you for your support for this event. Hope, we can make better Asia-Africa through this event. Juga untuk Kang Deni Rachman (Pamanku Agus Salim) dan teh Lely Mei. Terima kasih untuk dukungannya H-1 acara. Pak Isman Pasha yang mendukung dari seberang lautan sana. Sampai2, menelepon ke Indonesia, H-1 sebelum kegiatan dan menyemangati panitia AASC 2015. terima kasih banyak atas dukungannya, pak.

Juga untuk Yovita Omega S dan Sahabat MKAA. Terima kasih atas dukungannya. Meskipun kamu kebingungan untuk membantu secara fisik, tetapi bubuhan nama dan tanda tanganmu untuk AASC 2015 sangat berharga dalam mewujudkan acara ini. Bukan hanya berani secara administratif, tetapi juga berani menjadi pelindung terhadap berbagai ancaman yang menghadang dalam acara ini, baik fisik maupun non-fisik.

Tak lupa terima kasih yang tidak terhingga untuk kang Desmond Satria Andrian. Sebagian besar panitia menumpahkan air matanya ketika mengetahui dukungan sangat besar dari pengayom Sahabat MKAA ini. “Beliau bahkan rela tidur beralaskan spanduk di ruang kantornya untuk mendukung acara ini, sementara kita bisa dengan nyenyaknya tidur di hotel,” ungkap salah satu presiding officer yang disambut dengan isak tangis panitia lainnya.

Terima kasih tak terhingga juga untuk bu Ely Nugraha. Sosok ibu bagi panitia AASC 2015 yang selalu mengayomi, memberi solusi, mendukung dengan ikhlas dan all out untuk kegiatan ini. Di tengah badai yang berkecamuk selama acara, beliau selalu mengingatkan bahwa AASC 2015 adalah event besar yang akan berdampak luas bagi Asia Afrika. Oleh karena itu, event ini tidak akan pernah mudah dan memiliki banyak rintangan. “bersabarlah, karena kerja keras kalian pasti akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi Asia-Afrika,” begitu nasihatnya selalu.

Rasanya, triiliunan ungkapan terima kasih dari masing-masing panitia tidak akan mampu menyamai keikhlasan, kerja keras, dan kesabaran mereka untuk mewujudkan AASC 2015.

Last, but not least, terima kasih untuk Museum Konperensi Asia-Afrika (MKAA) yang membantu mewujudkan acara ini. Saya begitu terharu ketika para staf MKAA mengangkut meja jati sepanjang 6 meter ke ruangan persidangan. Masing-masing meja diangkut hingga 10 orang. Bukan hanya satu meja, tetapi mereka memindahkan sampai 20 meja.

Juga untuk konsumsi dan dukungan perlengkapan dan peralatan yang selalu siap membantu kami menyediakan kebutuhan acara. Juga kepada staf kebersihan MKAA yang dengan ikhlas membantu membersihkan lantai ruang sidang dan area acara. Rasanya, kami sebagai panitia malu melihat kerja keras mereka yang tanpa lelah membantu mensukseskan acara ini. Terima kasih pak Naryo, bu Diah, pak Misbah, staf keamanan, dan staf MKAA lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Terima kasih atas dukungan kalian.

Semoga, Asian-African Students Conference 2015 bisa membawa perubahan bagi bangsa-bangsa Asia Afrika pada masa yang akan datang. Karena, para mahasiswa ini adalah “Future Leader”. Semoga, merekalah yang menengguk dari mata air peradaban untuk sekali lagi memerdekakan bangsa Asia-Afrika.

MERDEKA!!!

UHURU!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s