Alam Pun Membangun Bersama Belanda


Area Zandmotor yang terbentuk di pesisir pantai Ter Heijde dan Kijkduin, Holland Selatan. (Foto: flickr.com/photos/zandmotor)

Selama hampir seribu tahun lamanya, bangsa Belanda berjibaku untuk membangun daratannya. Bencana banjir yang menewaskan lebih dari 1.800 jiwa pada 1953, memicu Negeri Kincir Angin ini untuk mengembangkan sistem tanggul paling rumit dan canggih di dunia. Tidak hanya tanggul yang kuat, tetapi juga aman dan berwawasan lingkungan.

Setidaknya, hal inilah yang terjadi di pantai Ter Heijde dan Kijkduin, Holland Selatan. Rijkswaterstaat, cabang eksekutif Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda beserta kalangan akademisi dan lembaga non-pemerintah memanfaatkan alam untuk membangun daratan pasir dan memperkuat pesisir pantainya. Metode ini mereka sebut sebagai Zand Motor, atau dikenal juga sebagai Mesin Pasir (Sand Engine).

Terobosan ini tidak lepas dari fakta bahwa sebagian daratan Belanda merupakan lautan yang dikeringkan. Di Negeri Orange ini, 26 persen daratannya berada di bawah permukaan laut. Untuk mempertahankan keutuhan wilayahnya, Belanda harus mempertahankan agar 16 ribu Kilometer tanggulnya dalam kondisi yang prima. Salah satu cara yang ditempuh adalah memperkuat pesisir pantainya. Bentangan ini mampu mempertahankan laju ombak, sehingga tanggul tetap dalam keadaan baik.

Masalahnya, laju ombak kerap menghanyutkan pasir dan mengikis pantai. Hal ini mendorong Rijkswaterstaat mengeruk pasir dari lepas pantai dan menaruhnya di sepanjang pesisir pantai setiap 5 tahun sekali. Meskipun begitu, cara ini dipandang tidak efektif dan efisien. Karena pesisir pantai tetap terkikis oleh ombak, dan kembali membahayakan tanggul. Selain itu, Belanda juga dibayangi ancaman kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global. Tantangan ini kemudian menggelitik para peneliti Belanda untuk menemukan solusi guna mempertahankan pantai dengan cara yang lebih alami dan berkelanjutan.

Solusinya sendiri muncul dari Marcel Stive, profesor Belanda dalam bidang Teknik Pesisir. Marcel bersama kolega penelitinya mengajukan strategi baru bertajuk Zand Motor. Strategi ini merujuk pada pengerukan pasir dari lepas pantai secara besar-besaran untuk menciptakan semenanjung pasir di pesisir pantai. Idenya sendiri terinspirasi dari Ronal Waterman yang memulai usaha untuk melindungi pantai secara “halus” melalui proses alami.

Proses pembuatan Zandmotor. (Foto: flickr.com/photos/zandmotor)

Konsepnya sendiri sederhana. Alih-alih memperkuat pesisir pantai setiap 5 tahun sekali, lebih baik membangun timbunan secara besar-besaran di pesisir pantai. Berbeda dengan timbunan kecil yang akan terkikis angin dan air dengan cepat, timbunan besar ini justru akan bertahan jauh lebih lama.

Durasi ini memberikan waktu bagi flora dan fauna untuk berkembang di atasnya, sehingga membentuk ekosistem yang lebih mapan. Pada gilirannya, ekosistem alami ini diharapkan mampu mempertahankan pantai dari kikisan air laut. Dengan cara kerjanya ini, Zandmotor kerap disematkan moto “Membangun dengan Alam” oleh berbagai pihak yang terlibat.

Usulan ini kemudian ditanggapi positif oleh pemerintah Belanda. Rijkswaterstaat kemudian bekerjasama dengan pemerintah provinsi Holland Selatan, perguruan tinggi, dan lembaga non-pemerintah untuk membentuk aliansi bernama EcoShape. Selanjutnya, aliansi ini yang akan membangun dan menjaga serta mengevaluasi perkembangan Zandmotor.

Proyek Zandmotor dimulai sejak Maret 2011. Tahap pertama, Belanda memindahkan 21,5 juta kubik pasir untuk membuat semenanjung berbentuk kait. Beberapa kapal penyedot pasir bekerja keras selama 8 bulan untuk membangun daratan baru seluas 128 hektar, atau setara dengan 256 lapangan sepakbola di pesisir pantai barat Belanda.

Selanjutnya, giliran alam yang membangun benteng bagi Belanda ini selama 20 tahun berikutnya. Dalam hal ini, angin, ombak, dan arus air berperan besar sekali untuk mensukseskan proyek percontohan senilai € 70 juta ini. Sebagai contoh, peran angin yang berhembus kencang di pesisir adalah menyebarkan gundukan pasir ini ke arah utara dan selatan garis pantai yang berada di sebelah barat Belanda ini.

Tahapan pembentukan Zandmotor, dari nol tahun hingga 20 tahun. (Foto: dgprhltfudt76.cloudfront.net)

Uniknya, angin tidak membentuk bentangan yang benar-benar rata. Dibantu arus air dari hujan, angin mengukir bentangan menjadi bukit-bukit pasir di seluruh kawasan Zand Motor. Peran angin lainnya adalah membawa awan hujan yang menurunkan air bersih di sepanjang pesisir pantai Ter Heijde dan Kijkduin ini.

Air-air hujan ini kemudian akan mengisi cekungan di antara bukit-bukit pasir di kawasan Zand Motor dan membentuk banyak kolam air tawar. Keberadaan kolam ini turut menahan laju erosi di kawasan Zand Motor. Pasalnya, kolam air tawar ini membuat ombak lebih mudah mengalir kembali ke laut.

Genangan air tawar bersih di bukit-bukit pasir juga mengundang berbagai fauna untuk minum dari kolam-kolam ini. Tak jarang, di kulit fauna ini juga menempel bibit vegetasi dan terjatuh di sekitar kolam. Bercampur dengan kotoran fauna, bibit-bibit vegetasi ini akan tumbuh subur di sekitar kolam bukit pasir.

Tidak hanya oleh fauna, bibit vegetasi ini juga dibawa oleh angin ke kawasan Zand Motor. Pada lingkungan yang cocok, bibit vegetasi ini kemudian akan tumbuh menjadi tanaman. Sebagian tanaman yang tumbuh di pesisir pantai ini umumnya memiliki fungsi untuk menahan erosi air laut, sehingga mampu mempertahankan keberadaan pesisir pantai.

Vegetasi laut yang mulai tumbuh di area Zandmotor. (Foto: flickr.com/photos/zandmotor)

Lebih lanjut, bersama angin, ombak juga turut membentangkan pasir di sepanjang pesisir pantai. Dalam jangka waktu 20 tahun, diharapkan proses alami ini mampu membentuk 35 hektar kawasan pantai dan perbukitan pasir yang kokoh. Syaratnya, bentangan ini memiliki ekosistem yang hidup untuk mampu menahan laju ombak, dan memperkuat peran tanggul.

Meskipun direncanakan berlangsung 2 dekade, proyek percontohan ini mulai menampakkan hasilnya menginjak 2 tahun perjalanannya. Jan Mulder, seorang ahli morfologi pesisir di Deltares, perusahaan swasta dalam manajemen pesisir di Belanda, sudah melihat deretan perbukitan kecil yang ditumbuhi vegetasi dan dihinggapi burung laut. Padahal, dulunya daerah tersebut adalah perairan terbuka.

Bersinggungan dengan isu pemanasan global, Zandmotor dipandang sebagai solusi kreatif untuk menghadapi ancaman bertambah tingginya permukaan air laut di akhir abad 21. Solusi Zand Motor tidak hanya berguna bagi Belanda semata, tetapi juga berbagai kota besar di dunia yang tengah berjuang mempertahankan garis pesisir pantainya. dari ancaman erosi. Dalam hal ini, seperti yang dituturkan Stefan Aarninkhof, manajer program EcoShape, “Zand Motor merupakan proyek rintisan besar yang mendemonstrasikan bahwa pembangunan berkelanjutan dengan alam merupakan hal yang mungkin.”***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s