Selamat Ulang Tahun Pertama, Aphank…


Aphank genap satu tahun. (Foto: Yudha PS)

Aphank genap satu tahun. (Foto: Yudha PS)

Hari ini, 10 Oktober 2013 merupakan ulang tahun pertama anak saya, Aphank. Tak terasa, dia sudah melewati setahun masa kehidupannya. Ada banyak cerita, senyuman, dan tangisan yang mewarnai perjalanannya selama ini. Juga ada harapan yang menyertainya untuk kehidupan tahun-tahun selanjutnya.

Satu Harapan, begitu nama pemberian saya dan istri. Saya sendiri cederung memilih menggunakan Bahasa Indonesia. Alasannya sederhana saja: saya, istri, dan anak saya orang Indonesia. Bila bukan kita yang menggunakan Bahasa Indonesia, lalu siapa lagi? Meskipun begitu, banyak yang memprotes penamaan ini, termasuk orang tua kami, tetapi banyak juga yang suka.

Nama Satu Harapan sendiri terlintas ketika saya menonton film serial kartun Avatar, The Last Air Bender. Pada Buku 2 Bab 12 The Serpent’s Pass, Aang bersama kawan-kawannya membawa seorang wanita hamil menyeberangi sebuah selat. Di ujung selat, sang wanita hamil melahirkan bayi laki-laki. Kemudian bayi itu diberi nama “Hope“, harapan bagi dunia yang sedang carut-marut akibat perang yang dipicu oleh Negara Api.

Pun Satu Harapan, semoga bisa menjadi harapan bagi dunia yang kini tengah carut-marut oleh berbagai masalah kehidupan. Satu Harapan sendiri berarti pembawa satu-satunya harapan bagi dunia. Sebuah harapan yang baik bagi mereka yang membutuhkannya, terlebih lagi bagi semua orang. Semoga benar-benar bisa menjadi salah satu pembawa solusi bagi dunia ini.

***

Ada kisah unik sekaligus menggelikan sehari sebelum Aphank lahir. Waktu itu, saya dan istri kerap berjalan pagi hari supaya proses persalinan lancar. Hari itu, 9 Oktober 2012, sama seperti hari-hari sebelumnya, saya mengajak istri berjalan pagi. Namun, jalan pagi hari tersebut berbeda dibandingkan sebelumnya. Jarak yang kami lalui terlalu jauh, yaitu 5 Kilometer. Dengan kata lain, jarak ini sudah overdosis dibandingkan biasanya.

Kami berjalan mulai dari tempat tinggal kami saat itu di jalan Kosambi, Cibiru, kemudian ke jalan Manisi, melewati Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, hingga berakhir di Borma Cipadung. Pun sebaliknya, kami tempuh dengan berjalan kaki.

Karena overdosis jalan ini, selepas Maghrib, istri saya mulai merasakan mules setiap 5 menit sekali. Kemudian, kami pun langsung beranjak ke Klinik Bersalin Bunda Nanda di sekitar kampus UIN SGD. Setelah diperiksa, ternyata sudah bukaan 3. Karena sedang tidak tersedia dokter kandungan yang menangani proses persalinan, akhirnya kami pun beranjak ke Rumah Sakit Al Islam.

Menjelang jam 12 malam, ternyata istri saya sudah mengalami bukaan 10. Kemudian kami pun langsung beranjak ke kamar bersalin. Lima puluh dua menit selepas tengah malam, Aphank pun lahir normal dengan berat 3,3 Kilogram dan panjang 52 Sentimeter.

Meskipun normal, tetapi Aphank tidak bisa melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Pasalnya, ketika lahir, lehernya terjerat tali ari-ari, sehingga harus langsung mendapatkan perawatan berupa pemberian asupan oksigen intensif. Beruntung tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga Aphank bisa pulang bersama kami dengan selamat 4 hari setelah ia dilahirkan.

***

Setahun membesarkan anak saya bukan proses yang sebentar. Namun, kami bersyukur bisa melewati setahun pertama ini dengan senang-senang saja. Yah, benar-benar senang. Andai pun ada kekesalan, paling satu-dua kali saja. Selebihnya, saya dan istri berusaha untuk bersenang-senang merawat Aphank. Mulai dari mengganti popok, memandikan, hingga mengasuh, kami lakukan dengan gembira saja tanpa ada beban. Tubuh ini seperti ada yang menggerakan untuk melakukan semua itu.

Aphank pun tipikal anak yang cukup kooperatif dengan senyum khas 3 jarinya itu. Menjelang jam 10 malam, dia sudah tidur. Pagi-pagi, dia bangun seperti biasanya. Andai kan pun terbangun tengah malam, dia hanya meminta susu, setelah itu tidur lagi. Sesekali Aphank masih melek menjelang tengah malam. Biasanya pertanda siangnya kebanyakan tidur dan kurang banyak beraktivitas. Kalau sudah begitu, tinggal diajak main atau matikan lampu. Tak lama, dia pun tidur. Begitu pun aktivitas lainnya seperti mandi dan ganti popok. Dia menikmatinya hingga keseluruhan prosesi selesai dengan baik dan cepat.

Masalah asupan makanan, saat ini Aphank masih setia dengan ASI. Pernah waktu ditinggal ibunya ke Singapura untuk 2 hari dan stok ASI-nya habis, saya mencoba memberikannya susu formula. Ajaibnya, dia menolak. Malah, dia lebih suka Yoghurt dan jus Melon.

Selain ASI, Aphank juga suka sekali ikan laut, nasi, telur goreng, dan buah-buahan. Bila kami makan, Aphank pun ikut makan. Bila kami sodori Melon dan Pepaya, dengan mudahnya pun dilahap olehnya.

Dari segi pertumbuhan, Aphank termasuk cukup baik. Tubuhnya berisi dan kekar, cenderung tumbuh ke atas daripada ke samping, dan sehat selalu. Bila pun demam, paling-paling karena kebanyakan terpapar pendingin ruangan alias Air Conditioner, seperti bapak dan ibunya.

***

Entah apa yang akan terpapar di masa-masa yang akan datang. Setahun memang belum ada apa-apanya dibandingkan tahun-tahun berikutnya. Namun, saya pribadi yakin bahwa setahun pertamanya ini cukup menentukan bagi kelanjutan kehidupannya kelak.

Satu hal yang pasti, saya berusaha untuk mengarahkan anak saya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan passion dan jalur kehidupannya. Saya hanya berharap Aphank mampu menemukan misi hidupnya di masa yang akan datang. Sehingga dia bisa mengenal dirinya dan Tuhannya.

Selamat ulang tahun pertama, Aphank. Tuhan selalu membimbingmu…🙂

Tahun Pertama Aphank (Klik untuk Memperbesar)

Tahun Pertama Aphank (Klik untuk Memperbesar)

2 thoughts on “Selamat Ulang Tahun Pertama, Aphank…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s