VCN BNI: Bentuknya Kartu Debit, Fungsinya Kartu Kredit


Foto: mybudget360.com

Sudah sejak lama saya ingin memiliki kartu kredit. Tujuannya sederhana saja: mempermudah melakukan transaksi online. Pasalnya, sebagian besar toko online dan layanan internet dunia mensyaratkan kartu kredit sebagai modal transaksinya.

Misalnya saja dengan layanan WordPress. Sejak dulu saya ingin punya situs dengan alamat sendiri di penyedia layanan blog besutan Matt Mullenweg itu. Selain lebih murah, membuat konten blog yang saya miliki lebih aman. Bila kelupaan memperpanjang domain, konten blog saya masih tersimpan di alamat gratisan yang berakhiran wordpress.com.

Sampai sekarang, keinginan ini belum kesampaian. Tidak hanya WordPress saja, pun dengan layanan lain semisal Google Voice dan Flickr. Mereka mensyaratkan kartu kredit untuk menikmati layanan premiumnya.

Kartu kredit sendiri merupakan budaya masyarakat Eropa dan Amerika sejak lama. Pasalnya, keberadaan “Uang Plastik” itu mempermudah transaksi mereka yang sebagian besar berbasiskan teknologi. Mulai dari belanja di supermarket, bayar parkir, sewa sepeda, hingga membeli tiket pesawat, hampir semuanya menggunakan kartu kredit. Bisa dibayangkan bila tidak memiliki benda yang satu ini di negara barat. Agak merepotkan memang.

Untuk membuat kartu kredit pun, bukan hal yang mudah, khususnya bagi saya. Selain persyaratannya ketat, saya juga tidak punya slip gaji sebagai salah satu syarat memiliki kartu kredit. Ditambah lagi, saya tidak suka berhutang. Sehingga mengajukan kartu kredit malah dikhawatirkan menyulitkan kehidupan saya ke depannya.

Dan urusan kartu kredit ini kembali mencuat beberapa pekan lalu. Saat itu, saya ingin sekali membeli aplikasi infografis yang hanya tersedia di App Store. Meskipun harga yang tercantum menggunakan Rupiah, tetapi tidak ada skema melakukan pembayaran melalui transfer rekening antar bank.

Prepaid Visa Card yang dijual di sebuah supermarket di Austin, Texas, Amerika. (Foto: Yudha PS)

Prepaid Visa Card yang dijual di sebuah supermarket di Austin, Texas, Amerika. (Foto: Yudha PS)

Akhirnya, saya mulai mencari informasi terkait kartu kredit prabayar (prepaid card). Saya sendiri tahu produk ini ketika berjalan-jalan di supermaket di Amerika beberapa waktu lalu. Jadi, bagi mereka yang tidak memiliki kartu kredit, bisa membelinya seharga $4,95. Kartu ini bisa diisi dana hingga $500 atau setara dengan Rp 5 juta. Bila habis, pemegangnya bisa mengisi ulang kembali. Fungsinya pun sama dengan kartu kredit pada umumnya, yaitu melakukan transaksi elektronik.

Kartu kredit prabayar ini disediakan oleh banyak perusahaan, termasuk Visa dan MasterCard. Sayangnya, kartu ini belum tersedia di Indonesia. Sehingga harapan saya untuk melakukan transaksi online dengan kartu kredit berkurang setengahnya.

Di tengah-tengah usaha mencari informasi tentang kartu kredit prabayar ini, tidak sengaja saya menemukan layanan Virtual Card Number (VCN). Ternyata, skema ini memungkinkan pemegang kartu debit melakukan transaksi online selayaknya pemegang kartu kredit pada umumnya.

Adalah Bank Negara Indonesia (BNI) pemilik layanan ini. Bank berplat merah ini menggandeng perusahaan kartu kredit Master Card sebagai mitranya dalam skema transaksi online ini. Beruntung istri saya memiliki rekening BNI sehingga saya bisa langsung mencicipinya. Dan berhasil!

VCN sendiri merupakan nomor kartu kredit sementara untuk melakukan transaksi secara online. Nasabah bisa mendaftarkannya melalui BNI SMS Banking beserta jumlah nominal limit belanja. Kemudian, nasabah akan mendapatkan nomor kartu untuk berbelanja online.

Karena hanya sementara, masa berlaku nomor kartu ini hanya 48 jam. Dengan kata lain, ketika masa berlaku kartu selesai, nasabah tidak bisa menggunakan nomor kartu sementaranya ini. Untuk menggunakannya kembali, nasabah harus mendaftar lagi. Sedangkan uang yang ada di rekening tabungan baru terpotong setelah kita melakukan transaksi sesuai dengan biaya barang yang dibeli.

Saya sendiri tidak tahu apakah nomor kartu ini bisa digunakan berulang-ulang sebelum masa berlakunya habis. Karena, selama ini saya menggunakannya hanya sekali pakai saja. Bila ingin menggunakan lagi, saya tinggal melakukan pendaftaran kembali. Adapun informasi lebih lanjut, silahkan buka situsnya BNI.

Selain BNI, ada juga Bank Mandiri. Bedanya, Bank Mandiri menggaet Visa sebagai mitranya. Saya sendiri belum tahu skema layanannya. Alasannya sederhana saja, saya atau pun istri tidak memiliki rekening Bank Mandiri. Sehingga tidak mencicipi layanan serupa VCN milik BNI.

Melalui skema ini, saya pribadi tidak perlu bimbang untuk memiliki kartu kredit. Juga saya tidak perlu berhutang. Namun ada masalah tambahan: menahan diri untuk berbelanja online terlalu sering. Khawatir kantong jebol. haha. Bagaimana dengan kengkawans yang lain? Punya pengalaman serupa?***

46 thoughts on “VCN BNI: Bentuknya Kartu Debit, Fungsinya Kartu Kredit

  1. widwidwijie berkata:

    Mas Yudha.. VCN ini kalau mau dipakai beli barang elektronik secara kredit bisa ngga ya.. Misalnya beli Handphone di Lazada. Nah itu kan beli dengan mencicil, VCN akan debet saldo tiap bulan sesuai nominal cicilan per bulan atau gimana ya mas.. Mungkin mas ada info yang bisa dibagi.

    Terima Kasih..

  2. Setia berkata:

    Mas saya baru brosing2 ttg google wallet trus ketemu gmn daftar google walet pke vcn bni, tapi masalahnya selalu muncul jendela yg meminta kita menghubungi penerbit kartu, apa krn sy cuma request 50rb aja ya bwt vcn nya. ..

  3. Arya Wipra berkata:

    sekedar info, saya sudah bisa berbelanja di steam, ebay, dan vpscheap.net menggunakan VCN BNI, tapi entah kenapa VCNnya tidak bisa digunakan di Google Play Store.

  4. Anggi Paramitha Siregar berkata:

    Makasih banyak ya Mas infonya, sangat berguna bagi saya yang baru lulus kuliah dan belum berpenghasilan yang selama ini mengalami kendala pembayaran untuk beli tiket pesawat. Oya Mas, untuk dapat menggunakan VCN, fasilitas SMS Banking harus diaktifkan terlebih dahulu ya? Untuk aktivasi harus datang ke bank nya ya? Terima kasih sebelumnya.

  5. Nandi berkata:

    mas, saya mau tanya… kenapa ya pas udah masukin identitas VCN di AppStore yang keluar malah ini “Your payment method was declined. Please enter another payment method”… apa ada yang salah ya mas ?

    • Yudha P Sunandar berkata:

      hmmm….
      ada beberapa isu baru2 ini. salah satunya, proses pembayaran ini sudah tidak berlaku lagi untuk beberapa situs. karena khawatir disalahgunakan. namun, saya juga masih mencari2 informasinya. kalo misalnya tidak bisa, berarti besar kemungkinan isu tersebut benar.

  6. Maulana Hamzah berkata:

    Beruntung VCN saya sudah aktif seminggu yang lalu..
    Ngomong-ngomong kenapa mas Yudha ngga beli Prepaid Card nya mas waktu di US? Kan murah tuh ngga nyampe $5 hehe.
    Apa karena ntar sulit reload balance nya kalau di Indonesia ya mas?🙂

    • Yudha P Sunandar berkata:

      nah, itu dia. saya juga bertanya2. hahahaha
      dulu itu saya taunya seminggu sebelum kepulangan ke Indonesia. jadi merasa tanggung. rasanya sayang bila uang yang saya masukan tidak terpakai. juga khawatir hasrat belanja saya tidak terbendung. makanya saya ndak terpikirkan beli. padahal pengen juga mencicipinya. tapi, setelah tiba di Indonesia, baru merasa butuh. hehehe.
      mudah2an lain kali, kalo k amrik lagi, bisa beli d awal😀

  7. Yesi Moci berkata:

    Kalo kita mau belanja senilai 200 ribu Rupiah. Namun, mendaftarkannya sebesar 250 ribu Rupiah krn Khawatir ada biaya lain-lain, dan ternyata yg terpakai 230rb, sisanya bisa balik lagi ke rekening kita gak?

  8. Husni berkata:

    Kalo buat purchase app android
    berbayar di google play bisa nggak ?
    Soalnya sudah saya coba memasukkan VCN ini untuk google wallet tapi gagal, begitu pula dengan aplle id di iphone

      • Husni berkata:

        setelah saya isi vcn dan saya klik kira2 keluar kata2 begini “cara pembayaran tidak diterima coba cara pembayaran yang lain”
        Trus kalo memang bisa , berarti dimananya yang salah ya ?

        • Yudha P Sunandar berkata:

          Yang harus dicek, antara lain:
          1. Metode pembayarannya. Apakah benar kartu kredit atau metode pembayaran yang lain?
          2. Provider kartu kreditnya. Apakah benar sesuai? VCN menggunakan Mastercard, sehingga pilihlah opsi Mastercard terkait provider kartu kreditnya.
          3. Apakah jumlah dana yang didaftarkan mencukupi? Sebaiknya lebihkan sekitar 30 persen pada saat mendaftar VCN. Dulu saya beli aplikasi seharga 180 ribu Rupiah. Namun, saya mendaftarkannya sebesar 250 ribu Rupiah. Khawatir ada biaya lain-lain.
          4. Coba cek lagi setiap angka yang diberikan. Apakah sudah benar semua?

  9. Steve Rumajar berkata:

    Verifikasi paypal pakek VCN nggak bisa.. udah saya coba, duit abis kurang lebih 300rb buat bolak balik ke bank, beli pulsa buat nelpon CSnya dan waktu terbuang sia-sia..
    VCN hanya aktif slama 1 jam, sedangkan paypal membutuhkan 2-3hari untuk mengirim Expuse number yang bakalan dipakai saat verifikasi ke rekening bank kita..
    saya sarankan jangan ikuti langkah” verifikasi paypal manual yang lagi rame di blog” kompleks om google.. itu penipuan, mereka bakalan ambil data rek.bank sama data atm kita. kita bakalan disuruh scan buku rekening, atm & ktp trus bakal disuruh email ke email palsu. saya sudah tanya sama admin paypal lewat facebook, udah nggak bisa lagi katanya verifikasi paypal secara manual.

  10. belanja online dan verifikasi paypal/payza murah berkata:

    informasi menarik,, saya juga lagi cari info lengkapnya tentang VCN ini,, biasanya pake dari bank luar berupa VCC kalau belanja online..

  11. nelly munthe berkata:

    saya ibu rumah tangga.saya mau mengajukan kartu kredit tapi saya tidak mempunyai slip gaji.suami juga tidak mempunyai slip gaji.sebab suami saya bekerja di pelayaran,sedangkan gajinya langsung di transfer ke tabungan saya.tpi kami mempunyai tabungan di bni.apakah saya bisa mengajukan pembuatan kartu kredit dgn berpegangan butab bni suami.trimalsih

  12. lrosalina berkata:

    Sebenarnya memiliki kartu kredit sangat membantu, Kang Yudha.. Selain memudahkan transaksi online & di luar negeri, banyak juga promo di berbagai tempat yang dapat membantu kita berhemat. Syaratnya adalah pengendalian diri untuk berbelanja dan jangan sampai lupa untuk membayar tagiah full setiap bulannya. Untuk pengendalian diri, saya pribadi hanya menggunakan kartu kredit dengan nominal maksimum sesuai dengan uang yang ada di kantong, sehingga tidak kuatir dengan pembayarannya nanti. Namun bagi yang masih memiliki kekhawatiran dalam penggunaan kartu kredit, VCN ini akan sangat membantu, tapi mungkin agak sulit untuk membeli tiket pesawat online karena pada saat check in harus menunjukkan kartu kreditnya..

    • Yudha P Sunandar berkata:

      oh iya? saya baru tahu kalo beli tiket pesawat online harus nunjukin kartu kreditnya. maskapai mana ajah yg gitu? atau semua penerbangan?

      ah, kalo promo mah, bisa bantu berhemat atau bisa juga mendorong hasrat untuk berbelanja. tapi tergantung orangnya juga sih. hehehe

      tapi lagi2, kendalanya d slip gaji. karena saya freelance yang ngak punya slip gaji. xixixi.

      • lrosalina berkata:

        Kalo beli tiket pesawat online pake kartu kredit selalu ada peringatan untuk bawa kartu kredit yang digunakan membeli, semua maskapai yang pernah saya coba sih gitu. Tapi berkali-kali beli pake kartu kredit, cuman pernah sekali disuruh nunjukin pas check in di counter Lion.. Yang laennya sih cukup KTP aja kayak biasa.. Mungkin untuk saat ini belum ketat utk transaksi beli tiket pesawat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s