Negara Monarki Paling Bahagia Ini Dicintai Rakyatnya


William The Silent (Foto: Wikimedia.org)

William The Silent (Foto: Wikimedia.org)

Pengunduran Ratu Beatrix bulan April 2013 lalu, membuat publik Belanda kaget. Pasalnya, Beatrix telah menyentuh hati rakyatnya. “Saya tidak terlalu peduli dengan kerajaan, tetapi betul, dia ratu yang luar biasa, ratu untuk rakyat,” ujar Leo van der Horst (65), warga Belanda.

Monarki memang telah menjadi pemerintahan Belanda sejak 1566 melalui pewarisan dari keluarga Orange-Nassau. Sebagai raja pertamanya adalah William I dengan kerajaan Dutch Republic. Beliau dinilai setara George Washington, pendiri Amerika. Pasalnya, William merupakan pendiri pondasi Belanda masa kini.

Era baru pemerintahan monarki Belanda sendiri ditandai dengan pembentukan Kingdom of the Netherlands pada 1815, setelah Perancis berhasil diusir dari Belanda. Sebagai raja adalah William I, pemimpin perebutan kembali Belanda dari tangan Perancis sekaligus anak William V, pemegang tahta terakhir Dutch Republic.

Mulai era ini, wajah monarki Belanda banyak berubah. Adolphe Quetelet, statistikawan Belgia, menuliskan bahwa pada 1820an, negara baru ini memiliki tingkat kematian yang rendah, persediaan makanan melimpah, pendidikan yang baik, kesadaran publik yang tinggi, dan rata-rata dana sumbangan amal tertinggi di dunia.

Kerajaan Belanda juga mengalami perubahan sistem politik menjadi Monarki Konstitusional. Sistem yang diproklamasikan 3 Nopember 1848 ini membatasi kekuasaan raja, membangun pemerintahan sipil, dan menggelar parlemen. Adapun raja atau ratu bertindak sebagai kepala negara. Sistem ini juga melindungi kebebasan sipil dan memberikan persamaan hak untuk warganya.

Perubahan ini juga berdampak pada kebangkitan seni dan sains di akhir abad 19. Sebagai contoh, pelukis aliran Realis Belanda ternama Vincent Van Gogh, lahir di era ini. Dalam bidang sains, terdapat Johannes Diderik van der Waals (1837-1923). Dia meraih gelar PhD dari Leiden University dan berhasil memenangkan Hadiah Nobel pada 1910 dalam bidang termodinamika. Saintis lainnya adalah Hendrik Lorentz (1853-1928) dan muridnya Pieter Zeeman (1865-1943) yang meraih hadiah Nobel dalam bidang Fisika pada 1902. Era ini juga memunculkan Hugo de Vries (1848-1935), penemu genetika Mendellian.

Menjelang pergantian abad, Belanda melakukan langkah fenomenal di zamannya. Karena ketiadaan penerus pria, Belanda mengangkat Wilhelmina sebagai Ratu pada 1898. Padahal mengangkat wanita sebagai pemimpin adalah hal terlarang di Eropa saat itu.

Ternyata Ratu Wilhelmina merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Belanda dalam menghadapi masa-masa krisis, seperti: Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan krisis ekonomi 1933.

Ratu Wilhelmina bersama anaknya Juliana yang kelak meneruskan tampuk kepemimpinannya. (Foto: wikimedia.org)

Ratu Wilhelmina bersama anaknya Juliana yang kelak meneruskan tampuk kepemimpinannya. (Foto: wikimedia.org)

Salah satu momen paling dikenang adalah ketegaran Ratu Wilhelmina menghadapi Perang Dunia II. Pasalnya, pada 1940-1945 Belanda dikuasai Nazi yang membuat keluarga kerajaan mengungsi ke London, Inggris.

Hebatnya, Ratu Wilhelmina langsung membangun pemerintahan pengasingan dan rantai komando perjuangan Belanda serta mengirimkan pesan kepada rakyatnya melalui Radio Oranje.

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, Ratu Wilhelmina memilih berkeliling Belanda untuk memotivasi rakyatnya. Seringkali, hal ini dilakukannya menggunakan sepeda.

Hal serupa dilakukan oleh penerusnya: Ratu Juliana dan Ratu Beatrix. Ratu Juliana bahkan menginginkan dipanggil “Mevrouw” (Nyonya dalam bahasa Belanda) dibandingkan “Yang Mulia”. Bahkan, ketika Belanda dilanda badai pada Januari 1953, dia sendiri yang membagikan makanan dan pakaian kepada korban.

Melihat tindak-tanduk ratu dan rajanya, tak heran bila rakyat Belanda mencintai negara dan pemimpinnya. Dilengkapi dengan pendapatan per kapita terbesar kesepuluh di dunia, tak salah bila Belanda dinobatkan OECD sebagai Negara paling Bahagia di dunia.***

Referensi:

One thought on “Negara Monarki Paling Bahagia Ini Dicintai Rakyatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s