Tiba di Amerika Serikat


Deretan pesawat Delta Airlines di Bandara Minneapolis, Amerika. (Foto: Yudha PS)

Malam ini saya telah tiba di Amerika, tepatnya di Washington DC, ibu kota negara berjuluk Negeri Paman Sam. Dalam 3 minggu ke depan, saya akan mengikuti program International Visitor Leadership Program on Young Leaders Working for Peaceful Change and Democratic Societies yang diselenggarakan oleh United Stated Department of State Bureau of Educational and Cultural Affairs. Semua aktivitas yang saya lalui dalam program ini sebisa mungkin akan saya tuliskan juga di blog ini. Sedangkan foto-foto akan saya unggah di Flickr.com.

Perjalanan ke Amerika dari Indonesia bukanlah perjalanan yang sebentar dan mudah. Untuk sampai di Washington DC dari Indonesia, setidaknya penumpang akan menghadapi total 22 jam penerbangan dengan 3 tempat transit, yaitu: Singapura, Jepang, dan Minneapolis. Tantangan yang umum dihadapi adalah kebosanan dan kelelahan selama penerbangan.

Malah, saya pribadi sedang merasa muak naik pesawat saat ini. Alasannya, saya terlalu banyak terbang hari ini. Seringkali, ketika tengah transit di bandara, saya merasa seperti ada di pesawat yang sedang terguncang ketika menghadapi turbolensi udara. Bahkan, ketika sudah tiba di Washington dan mengetik tulisan ini, guncangan-guncangan turbolensi udara pun masih kerap terasa. Mungkin hanya butuh istirahat sebentar agar kembali segar lagi esok hari.

Untuk pengalaman selama penerbangan ini, saya memang sengaja tidak akan menuliskannya. Selain masih merasa lelah, tidak banyak pengalaman baru yang saya temui selama terbang. Mungkin sedang muak saja.

Begitu tiba di bandara Washington DC, kami langsung disambut oleh mas Hengky Chiok dan mas Irawan Nugroho. Keduanya adalah orang Indonesia yang bekerja di Department of State Amerika. Keduanya sudah lama tinggal di Amerika. Mas Irawan sendiri sudah 18 tahun berada di USA, sedangkan mas Hengky sejak tahun 1997. Dalam program ini, mereka berdua bertugas sebagai pemandu perjalanan kami.

Sepanjang perjalanan menuju hotel dan makan malam, mas Hengky bercerita banyak tentang Amerika, khususnya tentang fenomena sosial sehari-hari. Dia juga banyak bercerita program-program kunjungan resmi masyarakat Indonesia ke Amerika yang sebagian besar dipandu oleh beliau dan mas Irawan.

Salah satu cerita menarik yang mas Hengky sampaikan berkaitan program menginap di warga Amerika. Menurutnya, banyak peserta program yang Bahasa Inggrisnya pas-pasan, awalnya tidak mau mengikuti program menginap di rumah warga. Namun, ketika mereka sudah mencicipinya, banyak di antara mereka malah betah.

Seperti yang terjadi pada seorang kyai asal Indramayu. Ketika itu, sang kyai bersikeras untuk tidak mengikuti program menginap di rumah warga. Namun, setelah ditantang, akhirnya dia bersedia. Di luar dugaan, sang kyai betah. Meskipun panitia hanya memberikan jatah satu malam, tetapi sang kyai bersikeras untuk menambahkan jatah menginapnya menjadi 2 malam. Akhirnya, setelah lobi sana-sini, sang kyai berhasil juga menambah waktu menginap.

Program menginap semalam ini, menurut mas Hengky banyak membawa hubungan emosional antara tamu dari negara lain dan tuan rumah yang merupakan penduduk Amerika. “Bahkan ada yang menangis ketika diantar ke hotel dan berpisah dengan tuan rumah keluarga yang diinapinya,” cerita mas Hengky.

Hubungan emosional ini menurut mas Hengky biasanya berlangsung dalam waktu yang lama pula. Dia mencontohkan dengan wakil presiden China saat ini, Xi Jin Ping. Pada 1985, beliau pernah mengikuti program kunjungan ke Amerika. Ketika dia menjadi wakil presiden dan melakukan lawatan kenegaraan ke Amerika, Xi Jin Ping meminta untuk menambahkan 1 agenda, berkunjung ke California dan Iowa. Di sana, ia berkunjug ke keluarga yang ia inapi pada kunjungan ke Amerika pada 1985. “Dalam kunjungan itu, dia bertindak bukan sebagai wakil presiden, tetapi sebagai anak yang rindu pernah menginap di rumah keluarganya di Amerika,” paparnya yang membuat kami takjub mendengarkannya.

Menjelang jam 9 malam, kami semua kembali ke hotel setelah panjang lebar mengobrol di restoran Malaysia di bilangan Beacon Street Washington. Esok hari, agenda kami berwisata mengelilingi Washington DC. Pihak penyelenggara akan mengajak menggunakan mobil dari jam 10 hingga jam 13 waktu lokal. Selepas itu, mungkin akan saya habiskan untuk mengunjungi beberapa museum, seperti museum National Geographic dan museum Dirgantara Nasional Amerika Serikat.

Oh, Amerika. Mari kita temukan keindahanmu selama 3 minggu ke depan. Bismillah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s