Terbang Pertama Kali Bersama Garuda


Garuda Indonesia (Foto: blogspot.com)

Perjalanan kami menuju Amerika dimulai dengan penerbangan ke Singapura. Kali ini, saya berkesempatan menikmati penerbangan maskapai Garuda Indonesia. Yah, sebuah maskapai yang diidam-idamkan oleh banyak orang di Indonesia. Alasannya, pelayanan Garuda Indonesia oleh orang Indonesia sendiri dinilai paling ramah, baik, dan lengkap di bandingkan dengan maskapai lainnya di Tanah Air. Pun maskapai kebanggaan bangsa Indonesia. Karena BUMN Indonesia ini sudah mampu melayani penerbangan hingga ke mancanegara.

Saya berangkat dari Jakarta menggunakan penerbangan GA 0836 jurusan Singapura. Boeing 737-800 langsung menyambut kami tepat waktu, sesuai jadwal penerbangan, yaitu 08.15 WIB. Begitu memasuki pintu pesawat, Pramugari langsung menawari kami koran. “Silahkan, ambil korannya,” sapanya ramah. Saya tidak sempat memperhatikan jumlah koran yang disediakan. Namun, yang tertangkap mata saya adalah Kompas, Republika, dan Bisnis Indonesia.

Menginjakkan kaki di dalam kabin, tata letak ruangan tak ubahnya seperti penerbangan domestik Indonesia lainnya yang pernah saya cicipi. Meskipun begitu, banyak perbedaan yang menjadikan penerbangan ini lebih menarik dan mengesankan, khususnya bagi saya. Padahal penerbangan saya hanyalah kelas ekonomi.

Hal menarik pertama adalah tempat duduknya. Dalam pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi, saya merasakan tempat duduk yang lebih lenggang. Antara kursi depan dan belakang penumpang, lebih lebar beberapa inchi dibandingkan maskapai penerbangan lainnya dengan pesawat sejenis. Sehingga penumpang lebih nyaman untuk duduk dan merenggangkan kakinya.

Fasilitas hiburan yang tersedia di Garuda Indonesia untuk tipe pesawat Boeing 737-800 (Foto: Blogspot.com)

Perbedaan lainnya, tampak pada sandaran kursi penumpangnya, tepatnya di sekitar leher dan kepala. Terdapat penyangga kepala yang bisa diatur oleh penumpang. Fungsinya agar penumpang bisa beristirahat dan tidur dengan nyenyak, tanpa khawatir kepala mereka akan tumbang ke kiri atau ke kanan.

Bagi mereka yang ingin menikmati penerbangan dengan mata terbuka, Garuda Indonesia juga menambatkan monitor berukuran sekitar 8 inchi di setiap kursi penumpangnya. Fungsinya, memberikan hiburan kepada penumpang agar tidak jenuh selama penerbangan. Di dalamnya termaktub film-film baru dan populer, informasi ringan seputar pariwisata, dan lagu-lagu pilihan lainnya. Melalui monitor kecil ini juga, penumpang bisa melihat sejauh mana penerbangan berlangsung, suhu udara di luar jendela, dan kecepatan serta ketinggian pesawat.

Melalui monitor ini juga, Garuda Indonesia menyampaikan petunjuk keselamatan penerbangan dengan animasi dan video. Dan menurut saya, cara ini lebih mampu menampilkan informasi dengan lebih baik dan lebih mampu menggambarkan apa yang harus dilakukan penumpang. Metode ini memang berbeda dengan kebanyakan maskapai penerbangan domestik lainnya yang masih memperagakannya melalui Pramugari.

Kelebihan lainnya, pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan lebih jelas, baik suara, intonasi, maupun artikulasinya. Yang saya perhatikan setiap kali penerbangan domestik, seringkali Pramugari menyampaikan pesan petunjuk keselamatan dengan sangat cepat, baik dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris. Tak heran bila artikulasi, suara, dan intonasinya menjadi berantakan sehingga sulit dimengerti penumpang.

Garuda Airlines juga memperbolehkan penumpangnya untuk mengaktifkan laptop, tablet, dan pemutar mp3 selama penerbangan berlangsung. Syaratnya, penumpang baru boleh mengaktifkan perangkat-perangkat tersebut ketika pesawat telah tinggal landas dan berada dalam kondisi stabil, dan mematikannya kembali ketika pesawat akan mendarat.

Makan malam saya selama dalam penerbangan. Lumayan enak. (Foto: Yudha PS)

Meskipun begitu, segala fasilitas ini tidak akan lengkap tanpa satu hal yang sangat penting bagi orang Indonesia, khususnya saya, yaitu hidangan selama perjalanan. Dalam perjalanan ke Singapura ini, penumpang disuguhi dua pilihan makanan, yaitu Daging Pasta dan Nasi Ayam. Saya memilih Daging Pasta. Ketika hidangan sampai di mulut saya, terasa masih hangat dan nikmat. Hidangan makan malam ini juga dilengkapi dengan roti dan beberapa potongan buah.

Pramugari juga memiliki banyak pilihan minuman yang bisa dinikmati penumpang. Beberapa yang saya perhatikan selain air mineral adalah teh dan kopi hangat, bir, wine, susu, serta jus buah. Dan fasilitas ini gratis bagi penumpang Garuda Indonesia.

Bila dibandingkan dengan maskapai penerbangan dunia lainnya, saya belum tahu. Mungkin beberapa saat lagi, ketika saya mulai melakukan penerbangan ke Jepang dan Amerika. Meskipun begitu, setidaknya bagi saya, Garuda Indonesia sudah cukup baik sebagai maskapai terbesar di Indonesia. Semoga di waktu yang akan datang, Garuda Indonesia bisa meningkatkan kualitas pelayanannya, sehingga menjadi penerbangan yang digemari juga oleh warga dunia. Amin.

3 thoughts on “Terbang Pertama Kali Bersama Garuda

  1. Yudha berkata:

    Di Indonesia sebagai meskapai dgn layanan full service, GA emang gak ada saingan🙂 tapi di luar sana banyak sekali. Coba cek forum Indoflyer di bag trip report, disitu bisa bandingkan GA dgn meskapai lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s