UMKM dan Ekonomi Digital 2.0 Indonesia


Foto: actionplan.gc.ca

Foto: actionplan.gc.ca

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) punya peranan tersendiri dalam perekonomian Indonesia. Bagaimana pun, perusahaan jenis inilah yang membangun ekonomi rakyat. Ketika krisis ekonomi melanda pada 1997 silam pun, UMKM lah penyelamatnya.

Pasalnya, menurut The Asian Foundation (1999), sekitar 80 persen UMKM mendanai perusahaannya menggunakan modal pribadi pemiliknya. Sehingga kecil kemungkinannya menggunakan kredit valuta asing dan menghindarinya dari bencana akibat depresiasi nilai tukar Rupiah. Bila pun ada suntikan dana dari bank, jumlahnya tak lebih dari 40 persen.

Karakteristik lainnya, UMKM memiliki kemampuan penyerapan tenaga kerja yang besar. Berdasarkan data “Perkembangan UMKM 2010” dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, UMKM mampu menyerap 97,22 persen tenaga kerja.

Dengan kondisi ini, UMKM mampu menyumbang 57 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dengan total ekspor non-migasnya mencapai 15 persen.
Sejalan dengan itu, milenium ketiga diwarnai pesatnya pertumbuhan teknologi informasi, khususnya internet. Di Indonesia sendiri, dalam jangka 14 tahun, hampir 55 juta masyarakatnya terkoneksi internet. Jumlah ini urutan kedelapan terbanyak di dunia.

Google, sebuah perusahaan raksasa internet di dunia, mulai melirik potensi internet Indonesia. Niatnya diejawantahkan dengan menggandeng Deloitte Accesss Economics sebagai mitra penelitiannya. Hasilnya, sebuah laporan bertajuk “Nusantara Terhubung: Peran Internet dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia”, menyebutkan fakta bahwa internet saat ini berkontribusi sebesar 1,6 persen atau sekitar Rp. 116 Triliyun (US$ 13 Milyar) terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tahunan Indonesia. Hal ini memposisikan internet sama pentingnya dengan gas alam cair (Liquid Natural Gas).

Lebih lanjut, laporan tersebut juga memprediksikan bahwa internet di Indonesia akan tumbuh hingga 2,5 persen dari PDB pada 2016 mendatang dengan nilai Rp. 324 triliun.

UMKM Berbasis Internet

Belakangan ini, UMKM mulai menjadikan internet sebagai alat pembangunan perekonomiannya. Fokus utamanya menjadikan internet sebagai sarana memperluas pemasaran dan peningkatan pelayanan. Internet juga mempermudah koordinasi dan memperluas jaringan konsumen UMKM.

Di level akar rumput, internet mendorong masyarakat untuk mencicipi aktivitas sebagai entrepreneur. Umumnya, mereka mulai berjualan barang-barang yang mereka minati atau mereka punya.

Foto: recordpreserveshare.wordpress.com

Foto: recordpreserveshare.wordpress.com

Secara khusus, Rubrik Gadget sebuah surat kabar di Bandung pada Juni 2012 mengangkat tentang wirausaha berbasis internet. Umumnya, narasumber yang pemilik UMKM online ini, mengaku internet bisa memangkas biaya toko dan karyawan serta meningkatkan pendapatan.

Contohnya saja Kesya Nur Mekka dengan penjualan kue online-nya di knmcakes.com. Kesya mengawali usahanya pada 2009 silam menggunakan layanan blog gratis. Melalui cara ini, 80 persen pemesanan kue berasal dari internet.

Tak berapa lama, Kesya pun membuat situs web dengan biaya hanya Rp. 300 ribu saja. Setelah 3 tahun berjualan online, kini laba kotornya mencapai puluhan juta rupiah per bulannya.

Pengalaman lainnya adalah Ariani Darmawan dan toko online-nya di garasiopa.com. Toko barang antik ini mampu memperoleh 100 transaksi dalam sehari. Pasarnya pun sudah mencapai Malaysia dan Jerman.

Meskipun UMKM online mulai menjamur, tetapi belum ada data yang memadai tentang ini. Namun, melihat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 22,4 persen per tahunnya, diprediksi UMKM Online akan meningkat.

Membangun Ekonomi 2.0

Ekonomi 2.0 merupakan istilah yang diadaptasi dari interaksi sosial di internet. Istilah ini merujuk pada partisipasi masyarakat Indonesia dalam perekonomian dengan menggunakan internet. Salah satu kerangka kerja yang bisa digunakan adalah rumusan 8C milik Madanmohan Rao. Kerangka kerja ini merujuk pada pembangunan 8C, yaitu: Connectivity, Content, Community, Commerce, Capacity, Culture, Cooperation, dan Capital.

Connectivity (konektivitas) merupakan segala hal yang berhubungan dengan infrastruktur teknologi informasi, seperti: penetrasi komputer dan jumlah pengguna internet. Konektivitas merupakan syarat pertama terciptanya ekosistem online. Selanjutnya adalah Content (konten). Parameternya antara lain: konten lokal, direktori, dan mesin pencari.

Sedangkan Community (komunitas) fokus terhadap teknologi sebagai media pembentuk komunitas, seperti situs komunitas, dan forum email. Dalam industri internet, komunitas adalah pasar. Komunitas yang baik dan loyal akan membentuk pasar yang baik dan menguntungkan.

Foto: actionplan.gc.ca

Foto: actionplan.gc.ca

Keempat adalah Commerce (perniagaan) yang merujuk pada usaha “menguangkan konten” atau Monetizing. Selanjutnya adalah Capacity (kapasitas) yang merujuk pada kapasitas inti manusia dan kompetensinya dalam mengelola media online dan beretika cyber.

Selanjutnya adalah Culture (budaya), seperti: perilaku yang mengarah pada strategi jangka panjang dan pendek, lingkungan untuk entrepreneur dan intrapreneur, dan kemauan mengambil resiko.

Ketujuh adalah Cooperation (kerjasama). Bagaimana pun, tidak akan ada sektor yang dapat bertahan dan berkembang dalam ekonomi internet tanpa kerjasama.
Terakhir adalah Capital (kapital) yang merujuk pada permodalan dan pasar saham. Parameternya antara lain: kehadiran pasar saham terkait peningkatan aset publik.

Potensi internet dan UMKM di Indonesia sangat besar. Pemerintah selaku pengambil kebijakan, diharapkan mampu melihat peluang ini sebagai langkah penguatan ekonomi bangsa. Sebagai langkah pertama, pemerintah sebaiknya terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi hingga ke pelosok.

Penyediaan infrastruktur ini juga harus dibarengi dengan wawasan dan kesadaran berinternet yang baik. Bila dilakukan secara konsisten, perekonomian Indonesia yang baik dan kuat bisa dengan segera terlaksana dengan melibatkan segenap rakyat Indonesia.***

Pernah dimuat di Rubrik Opini Harian Umum Inilah Koran pada 30 Agustus 2012.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s