Bekerja Menggunakan Komputer Jinjing di Kereta Api


Foto: blogspot.com

Foto: blogspot.com

Salah satu keinginan saya ketika memiliki komputer jinjing yang memiliki asupan listrik dari baterai adalah bekerja di atas kendaraan. Satu-satunya kendaraan yang memungkinkan saya melakukannya adalah kereta api.

Untuk kendaraan lainnya seperti mobil dan bus, tampaknya tidak memungkinkan. Karena saya akan langsung mabuk darat ketika mencoba bekerja menggunakan komputer jinjing. Kepala saya akan terasa pusing, berputar-putar, berkeringat dingin, dan diakhir dengan muntah-muntah. Saya tidak tahu kenapa, yang pasti, saya tidak mampu melakukan aktivitas membaca –meskipun itu membaca pesan singkat di ponsel– di dalam kendaraan seperti mobil dan bus.

Sedangkan untuk di atas pesawat, saya rasa tidak mungkin. Karena setiap penumpangnya harus langsung mematikan seluruh perangkat elektroniknya ketika pesawat hendak lepas landas. Untuk kapal laut, saya belum pernah mencobanya. Sehingga belum tahu kemungkinannya.

Percobaan pertama, saya lakukan bersama Macbook Air di atas kereta api Mutiara Selatan kelas Bisnis menuju ke Surabaya pada 7 Agustus 2012. Sampai sejauh ini, saya merasa nyaman. Gejala mabuk darat pun tidak tampak sama sekali. Semuanya benar-benar berjalan lancar. Hanya saja, kendala selanjutnya adalah ketersediaan listrik. Di kelas bisnis, tidak ada asupan sumber listrik untuk mengisi ulang baterai perangkat elektronik kita. Hal ini berbeda dengan kelas eksekutif. Di setiap baris tempat duduknya tersedia colokan sumber listrik.

Hal lainnya yang kurang adalah ketersediaan akses internet. Sejauh pengetahuan saya, kereta api di Indonesia belum ada yang menyediakan layanan akses internet menggunakan wi-fi, baik itu kelas bisnis maupun eksekutif. Hal ini sebenarnya bisa disiasati dengan menggunakan modem. Namun, penggunaan modem menguras ketersediaan energi di baterai komputer jinjing. Sehingga memperpendek masa nyalanya.

Untuk kelas eksekutif, penggunaan modem mungkin tidak akan ada masalah. Karena komputer jinjing bisa diisi kembali menggunakan terminal listrik yang tersedia. Namun, tidak untuk penumpang kelas bisnis. Bila ketersediaan listrik di komputer jinjing habis, tamatlah riwayat keasyikan bermain menggunakan perangkat digital.

Paling banter, pindah ke media cetak untuk mengusir kejenuhan. Atau memotret keindahan bentangan alam yang dilalui oleh kereta api bila kebetulan membawa kamera. Bila malam tiba, yah sebaiknya tidur saja dan bermimpi indah.***

Iklan

2 thoughts on “Bekerja Menggunakan Komputer Jinjing di Kereta Api

  1. pri berkata:

    Pake kapal laut enak kang, gak kerasa klo kita lagi diem d atasnya, serasa d darat :D, kereta sama asik lah, Bus atau mobil gak nyaman, pesawat blm pernah :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s