Memperkuat Kata Sandi untuk Berinternet


Foto: pps.k12.or.us

Foto: pps.k12.or.us

Bagi seseorang yang kerap bersentuhan dengan internet dan komputer, kata sandi (password) merupakan segalanya. Untuk mengakses berbagai layanan di internet seperti email, situs jejaring sosial, dan blog, seorang pengguna memerlukan kata sandi. Meskipun begitu, banyak orang yang membuat kata sandi asal jadi tanpa mengindahkan keamanannya. Jangan heran bila akhirnya akun email dan jejaring sosialnya pindah ke tangan orang iseng.

Buntutnya pun bisa panjang. Mulai dari hanya sekedar iseng merubah tampilan situs jejaring sosial atau blognya, hingga yang paling berbahaya adalah menggunakannya untuk meminjam dana kepada orang-orang yang dikenal pemilik aslinya, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia.

Untuk itulah, menggunakan kata sandi yang aman mutlak diperlukan untuk berselancar di internet. Caranya? Setidaknya ada 6 langkah sederhana yang bisa dicoba guna memperkuat jalinan kata sandi yang digunakan agar terhindar dari tangan-tangan jahil di dunia maya.

Pertama, karena menganggap kata sandi bukanlah hal yang terlalu penting, banyak pengguna internet yang membuatnya secara asal. Biasanya, mereka membuat kata sandi dengan menyusun deretan huruf atau angka secara berurutan. Misalnya saja: ‘123456’, ‘abcdefgh’, ‘987654321’, atau ‘qwertyu.

Ada juga pengguna internet yang membuat kata sandi terdiri dari huruf dan angka yang sama, seperti: ‘111111’, ‘xxxxxx’, atau ‘aaaaaa’. Malah ada juga yang memilih kata sandinya sama dengan nama pengguna (username)-nya.

Situs yang memperbolehkan penggunaan kata sandi seperti ini, biasanya mudah diretas. Oleh karena itu, penyedia layanan besar di internet, umumnya akan menolak kata sandi jenis ini dan menyuruh pengguna memasukan yang lebih kuat.

Kedua, hindari kata sandi yang mudah ditebak. Termasuk dalam kategori kata sandi yang mudah ditebak adalah nomor telepon, nomor handphone, tanggal lahir, nama anak, nama orang tua, atau nama hewan peliharaan.

Hindari juga menggunakan kata yang berulang, seperti ‘yudhayudha’, ‘kurakura’, atau ‘likaliku’. Kata sandi yang biasa digunakan dan sangat berbahaya juga adalah gabungan antara nama dan susunan angka atau huruf, seperti ‘andi123456’, ‘lisaxyz’, atau ‘opie09876’.

Selain itu, hindari kata sandi yang berkaitan dengan kejadian-kejadian atau nomor-nomor tertentu seperti 17081945 (17 Agustus 1945) atau 314159 (bilangan Phi).

Sebaiknya pergunakanlah pilihan kata yang tidak mudah ditebak dan tidak umum, tetapi mudah diingat oleh pengguna. Dalam hal ini, kamus sangat membantu untuk merumuskan kata sandi yang mudah diingat tapi sulit ditebak.

Sebaiknya, buatlah dari bahasa asing yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, seperti Perancis atau Latin. Meskipun begitu, metode ini sedikit membutuhkan usaha di awal untuk mengingatnya.

Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah panjang kata sandi. Panjang kata sandi yang ideal dan aman terdiri dari 12 hingga 14 karakter. Semakin panjang kata sandi, maka semakin baik pula tingkat keamanannya.

Meskipun begitu, poin pertama dan kedua juga harus diperhatikan. Walaupun kata sandinya memiliki panjang 14 karater, tetapi bila susunannya seperti poin pertama dan kedua, maka kata sandinya akan sama lemahnya.

Foto: blogspot.com

Foto: blogspot.com

Keempat, pergunakanlah gabungan angka, huruf, dan karakter khusus. Akan lebih baik lagi bila mempergunakan gabungan huruf kapital dan huruf kecil. Kata sandi tipe ini sulit untuk diretas, baik melalui coba-coba maupun bila sang peretas menggunakan bantuan perangkat lunak.

Agar mudah diingat, biasanya penggunaan angka dan karakter khusus ini diasosiasikan ke dalam huruf-huruf tertentu. Misalnya huruf ‘A’ diasosiasikan dengan angka ‘4’ atau karakter ‘@’. Contoh lainnya adalah huruf ‘S’ bisa diasosiasikan dengan angka ‘5’ atau karakter ‘$’.

Sebagai contoh, bila ingin memilih kata ‘kontemplasi’ untuk dijadikan kata sandi, salah satu bentuk penulisan yang dinilai aman adalah ‘k0nt3MPl@$!’.

Langkah kelima dan tidak kalah penting adalah jangan memberitahukan kata sandi kepada siapa pun juga. Bagaimana pun, seberapa kuat kata sandi, bila diketahui orang lain, tetap tidak akan berguna.

Bila ingin berbagi kata sandi untuk mengantisipasi keadaan darurat, pastikan memberikannya kepada orang yang benar-benar dipercaya, seperti orang tua atau suami/istri.

Bila kata sandi hendak ditulis, simpanlah di tempat yang aman dan tidak mudah diakses oleh sembarang orang, seperti dompet, lemari besi, atau laci meja yang terkunci rapat.

Langkah keenam dan yang terkadang jarang diperhatikan pengguna, adalah selalu keluar (log out/sign out) ketika selesai melakukan aktivitas di internet atau komputer.

Untuk penggunaan komputer di tempat umum seperti warnet, agar lebih aman, hapuslah data pemakaian (history) yang ada pada perambah (browser) yang baru saja digunakan. Hal ini bisa menghilangkan catatan pemakaian di perambah, termasuk kata sandi bila terlanjur tersimpan.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s