Bisikan-Bisikan Hati


Foto: blogspot.com

Foto: blogspot.com

Pernah suatu ketika ustadz saya bercerita berkaitan dengan bisikan-bisikan yang berhembus dalam hati manusia. Beliau bilang, bisikan-bisikan itu datang dari 4 pihak yang berbeda, yaitu: malaikat, hawa nafsu, setan, dan Allah. Keempat bisikan ini tentunya memiliki karakteristik dan ukuran kebaikan yang berbeda-beda. Ustadz saya itu kemudian menjabarkan masing-masing bisikan tersebut.

Pertama adalah bisikan malaikat. Menurut ustadz saya, bisikan malaikat selalu mengajak manusia ke dalam kebaikan. Umumnya, dampaknya pun baik. Misalnya saja menyuruh menyingkirkan duri di tengah jalan dan bersegera ke masjid. Tentunya bila dilaksanakan, sang manusia akan mendapatkan pahala kebaikan.

Kedua adalah bisikan hawa nafsu. Bisikan ini selalu mendorong ke arah keburukan. Umumnya, dampak yang akan diterima oleh si pelaku pun buruk. Misalnya saja menyebarkan duri di tengah jalan atau menghina orang lain. Tentunya, bila dilaksanakan akan membawa musibah bagi si manusia.

Ketiga dan harus diwaspadai adalah bisikan setan. Bisikan setan ini bisa mengajak kepada kebaikan maupun keburukan. Meskipun begitu, dampaknya akan buruk bagi si pelaku. Misalnya saja bisikan untuk menunda shalat karena perjalanan dari lokasi A ke lokasi B tidak akan terlalu jauh. Sehingga akan lebih nyaman bila shalat di lokasi tujuan karena tidak akan diburu-buru oleh waktu.

Ternyata, di perjalanan, kita dihinggapi banyak hambatan yang menyebabkan tiba di lokasi tujuan tidak tepat waktu. Alih-alih bisa melaksanakan shalat dengan nyaman, justru waktu shalat sudah berubah. Ujung-ujungnya shalat tidak bisa ditunaikan. Ustadz saya pun memperingatkan agar berhati-hatilah dengan bisikan setan ini. Bisa saja di awal akan tampak manis dan baik, tetapi ujung-ujungnya membawa musibah bagi manusia.

Dan keempat adalah bisikan dari Allah. Kecenderungannya, bisikan dari Allah ini bisa mengajak ke dalam kebaikan maupun keburukan. Meskipun begitu, dampaknya akan baik bagi. Dalam hal ini, Ustadz mengambil contoh kisah Khidir dalam Alquran. Khidir yang tengah melakukan perjalanan dengan Musa melakukan perkara-perkara yang dinilai manusia secara universal adalah keburukan, yaitu: melubangi perahu dan membunuh anak kecil. Hingga Musa pun memprotes tindakan Khidir tersebut. Namun, di akhir kisah, Khidir menjelaskan setiap tindakannya.

Tindakan pertama, yaitu melubangi perahu, ditujukan agar perahu tersebut tidak diambil oleh raja yang kerap merampas perahu-perahu yang melewati daerah kekuasaannya. Sedangkan tindakan kedua, yaitu membunuh anak kecil, Khidir bercerita bahwa anak tersebut di masa yang akan datang akan mendorong kedua orang tuanya yang beriman ke dalam kekafiran. Sebagai gantinya, Allah akan memberikan anak yang shaleh kepada sepasang orang tua tersebut.

Lalu, bagaimana membedakan keempat bisikan ini? Ustadz saya menganjurkan untuk terus berdzikir mengingat Allah. Dengan berdzikir, hati menjadi murni dan jiwa menjadi tentram. Ketika fase ini tercapai, manusia mampu membedakan keempat bisikan ini dengan mudah.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s