Sampai Jumpa, Latifah…


Saya bersama Latifah, 2 tahun yang lalu.

Saya bersama Latifah, 2 tahun yang lalu.

Latifah, itulah sosok yang telah mendampingi saya selama 2 tahun terakhir ini. Dia telah banyak membantu untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan saya. Saya membelinya dari adik saya seharga 2 juta Rupiah. Meskipun tanpa baterai dengan speaker yang sudah tak bersuara lagi, tetapi kondisinya masih terbilang baik. Masih nyaman untuk digunakan mengetik, membuat grafis, menonton film hingga bermain game. Padahal merknya tidak terlalu terkenal, yaitu Ion.

Satu hal yang unik dari Latifah –dan terkadang dicemooh orang– adalah logo perusahaan Apple di belakang layarnya. Teman-teman saya seringkali menyindir bahwa saya tidak mampu membeli komputer jinjing Macintosh, sehingga menempelkan logo perusahaan besutan Steve Jobs tersebut. Dan sindiran itu memang benar adanya. Anehnya pula, banyak orang tertipu dengan logo tersebut dan menyangka bahwa Latifah adalah sesosok komputer jinjing keluaran Apple.

Pernah saya kedatangan tamu dari Belanda. Beliau datang ke Salman ITB untuk mengenal lebih dalam perihal masjid kampus pertama di Indonesia tersebut. Biasanya, saya juga ikut nimbrung dalam kerumunan dan berperan mempresentasikan situs Salmanitb.com. Dalam hal ini, Latifah adalah asisten terbaik yang membantu melancarkan presentasi saya.

Ketika saya hendak mempresentasikan perihal Salman Media, sang tamu kemudian bertanya sambil menunjuk ke arah Latifah, “Ini notebook Apple tipe apa? Kok saya tidak pernah melihatnya?” Kontan saya pun tertawa dan menerangkan bahwa ini hanyalah komputer jinjing yang ditempeli stiker logo Apple. Kisah yang memalukan sekaligus berkesan.

Di balik itu semua, sebenarnya penempelan logo Apple di Latifah adalah sebuah mimpi saya yang terpendam cukup lama. Sebuah mimpi untuk memiliki sebuah komputer jinjing rancangan Apple Inc berjuluk Macintosh. Sejak mengenalnya dari pemberitaan di media online pada 2005 silam, saya begitu tertarik dengan sosok Macintosh. Ketertarikan saya semakin menjadi-jadi ketika saya mencobanya pertama kali pada 2007. Saya benar-benar jatuh cinta pada Macintosh.

Alhamdulillah, mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan. Pada 29 Juni 2012 lalu, Indonesia Media Defense Litigation Network (IMDLN) menobatkan saya sebagai juara umum Indonesian Human Rights Blog Award (IHRBA) 2012. Dengan keputusan ini, saya berhak membawa sebuah MacBook Air, sosok yang telah saya idam-idamkan sejak 7 tahun lalu.

Mungkin tidak ada lagi Latifah kini. Sosoknya telah digantikan oleh Maci, sang Macbook Air. Logo Apple di belakang layar yang awalnya hanya stiker, kini sudah bersinar cemerlang. Mimpi-mimpi yang sudah berajut mesra bersama Latifah, kini menuai tanggung jawab yang lebih besar bersama Maci. Bagaimana pun, kehidupan terus berjalan, menjajaki roda-roda kehidupan yang tak kenal lelah berputar.

Akhir kata, tak ada yang bisa saya sampaikan kecuali ungkapan perpisahan dan penyambutan. Sampai jumpa Latifah, Selamat datang Maci. Semoga kita semua bisa mengukir capaian yang terbaik dalam hidup dan mampu bermanfaat untuk orang lain. Amin…***

3 thoughts on “Sampai Jumpa, Latifah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s