Apalah Arti Sebuah Nama…


Foto: Blogspot.com

Foto: Blogspot.com

Sambil berjalan melewati lika-liku deretan konter-konter di sebuah pusat perbelanjaan, seorang teman memamerkan sebuah gantungan kunci. Bagi saya tampak biasa. Namun, bagi teman saya, gantungan kunci itu begitu berharga. Pada gantungan kunci tersebut tertulis sebuah kata. Sebuah kata yang tidak biasa. Sebuah kata yang membangkitkan gairah dan perasaan teman saya itu. Kata itu adalah nama sesosok wanita yang ia kagum-kagumi.

Saya yang pernah berpacaran hingga berkali-kali, tentunya paham perasaan teman saya itu. Perasaan yang begitu menyenangkan ketika melihat dan membaca nama itu. Perasaan yang begitu menyayat-nyayat hati, sekaligus terbubuhkan perasaan senang dan bahagia. Perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah jatuh cinta.

Apalah arti sebuah nama? Memang tidak ada artinya. Namun, sosok yang empunya nama itu lah yang berikatan dengan kita. Sosok inilah yang menggelitik pengalaman kita tentang perjumpaan. Perjumpaan yang tidak biasa tentunya. Karena perjumpaan ini tidak sendiri, tetapi diiringi oleh “rombongan”-nya. Ada gelisah, ada resah, ada senang, ada mendebarkan, ada sayang, dan ada bahagia.

“Rombongan” inilah yang juga membalut perasaan sang penggemar ketika memperhatikan namanya. Memperhatikan wajahnya. Semakin diperhatikan, semakin “rombongan” ini juga menyayat-nyayat hati. “Rombongan” ini yang membuat galau dan risau menggelayut di hati. “Rombongan” ini pula yang memanas-manasi untuk segera bertemu dan berbincang.

Nama selalu berkaitan dengan sosok. Sosok selalu bertautan dengan pengalaman. Pengalaman selalu berhubungan dengan perasaan. Dan perasaan erat kaitannya dengan dialog, baik batin maupun lahir.

Sosok bernama tak harus hadir dalam ruang dan waktu yang sama. Ada kalanya, sosok yang berwaktu sama, tidak beruang sama. Ada kalanya juga sosok tidak memiliki ruang dan waktu yang sama dengan kita. Namun dialog tetap dapat tercipta.

Sosok sejarah terkoneksi melalui teks yang mampu melintasi ruang dan waktu. Sosok yang berbeda ruang bisa terkoneksi melalui media. Kita semua dapat terkoneksi satu sama lain, dari masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Ada pula sosok bernama yang tak beruang dan berwaktu. Manusia secara umum mengenalnya sebagai Tuhan. Islam mengenalnya dengan Allah. Kristen menyebutnya sebagai Tuhan Bapak. Budha menjulukinya Sang Budha. Hindu menyerunya sebagai Sang Hyang. Sosok ini bukan tak mampu berdialog dengan manusia. Hanya saja, manusia seringkali terlalu sibuk dan bodoh mencari Sosok yang begitu dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadinya sendiri.

Karena tak mampu berdialog, manusia tidak memiliki perasaan dengan-Nya. Karena tak memiliki perasaan, manusia tidak memiliki pengalaman dengan-Nya. Karena tidak memiliki pengalaman, manusia tidak mengenal sosok-Nya. Karena tidak mengenal sosok, manusia hanya tahu nama-Nya.

Sehingga nama-Nya tak pernah berarti. Nama-Nya hanya menjadi pajangan tempat beribadah. Nama-Nya hanya menjadi alasan perpanjangan dogma. Karena hanya tahu nama-Nya semata, manusia hanya menafsir. Manusia hanya mengira-ngira. Manusia hanya berbuat atas nama-Nya, tetapi belum tentu mendapatkan ridho-Nya.

Padahal, nama-Nya bekal untuk mengenal sosok-Nya. Sosok-Nya modal untuk menjalin pengalaman dengan-Nya. Pengalaman dengan Nya merupakan pemupuk perasaan bersama-Nya. Dan perasaan bersama-Nya mampu menghasilkan dialog antara kita dan Dia, baik lahir maupun batin. Kuncinya hanyalah kemurnian hati dan kerendahan jiwa.

Apalah arti sebuah nama? Tidak berarti bagi sosok yang tidak mengerti. Namun sebuah modal untuk menjalin jalan-jalan hakiki. Mari kita mengenal-Nya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s