Materi Pengantar Jurnalisme di Diklat Jurnalistik 2012 UPI Bandung


Foto: Fathonah Fitrianti

Foto: Fathonah Fitrianti

Sabtu lalu saya memberikan kuliah pengantar jurnalisme untuk teman-teman mahasiswa UPI. Saya tak perlu repot-repot membuat materinya, karena saya pernah memberikan materi serupa di tempat yang berbeda. Sehingga hanya merubah dan menambahkan beberapa slide.

Penyelenggara kegiatan adalah Kementrian Komunikasi dan Informasi BEM REMA UPI. Kegiatannya sendiri bertajuk Diklat Jurnalistik 2012. Dalam sambutannya, panitia berharap peserta yang notabenenya mahasiswa UPI, mampu menjadi jurnalis yang berpihak kepada masyarakat.

Hal yang membuat saya semangat, pesertanya cukup kritis. Ketika saya menyampaikan fungsi jurnalistik, beberapa dari peserta langsung mempertanyakan idealisme media massa kini. Misalnya saja, alih-alih mendidik dan melayani masyarakat, banyak media justru menyampaikan kesimpangsiuran informasi.

Seorang peserta juga mempertanyakan hal yang harus dilakukan seorang jurnalis bila berada di sebuah media yang lebih banyak berpihak kepada penguasa dan pengusaha. Saya sendiri menjawab bahwa jurnalis semacam ini harus keluar dari media tersebut. Kalau bisa, membuat media 2.0 menggunakan variasi social media yang tersedia saat ini.

Saya mencontohkan dengan Iwan Pilliang. Dia keluar dari medianya kemudian aktif menjadi jurnalis warga. Dan menurut saya, beliau memang mampu menyuarakan banyak isu yang tidak disampaikan oleh media massa mainstream.

Bagaimana pun, sudah banyak masyarakat yang mengandalkan citizen media sebagai sumber informasinya. Contohnya saja ketika perang Irak pada 2003 silam. Banyak warga Amerika tidak percaya pemberitaan media massa mainstream di Amerika. Sebagai gantinya, mereka membiayai blogger-blogger Amerika untuk mengungkapkan fakta-fakta murni terkait invasi ke Irak.

Untuk peserta, saya juga menantang mereka untuk menjadi citizen journalist dan menyuarakan masyarakat yang terpinggirkan (to voice the voice less). Karena, hal ini bisa meningkatkan nilai tawar masyarakat terhadap pemerintah dan media mainstream.

Dalam pelatihan kali ini, saya memang agak cepat menyampaikan materinya. Karena waktu yang tersedia tidak cukup banyak. Saya pun tampaknya terlalu memaksakan materi 55 slide, padahal waktunya hanya 1 jam saja.

Saya juga tampaknya harus memperhatikan kembali urutan materi. Beberapa bagian materi saya perhatikan tampak tidak runut sehingga menyulitkan peserta untuk paham. Kemudian perihal kewajiban-kewajiban jurnalisme yang dipaparkan dalam buku Elemen-Elemen Jurnalisme milik Bill Kovack, tampaknya harus saya tempatkan di depan. Sehingga peserta juga mengerti idealisme dasar yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s