Berkontribusi untuk Masyarakat


Mangga kiriman dari pendengar bapak saya. Besar-besar dan manis-manis.

Mangga kiriman dari pendengar bapak saya. Besar-besar dan manis-manis.

“Andar, kapan pulang? Bapak punya banyak mangga, nih! Ada yang ngasih!” sahut bapak saya di ujung telepon. Saat itu saya sedang di luar kota, dan berjanji untuk segera berangkat ke Majalengka setelah urusan selesai.

Perihal dapat kiriman ini memang hal yang biasa bagi Bapak saya. Beliau adalah seorang penyiar sebuah radio swasta di Jatiwangi, Majalengka. JAF FM nama radionya.

Kalau bapak saya bersiaran, penggemarnya pun cukup banyak. SMS yang masuk bisa mencapai seratus dalam 1 jam. Belum lagi penelepon yang selalu berdesakan untuk berinteraksi ketika On-Air.

Selain berkirim pesan, cukup banyak juga pendengarnya yang gemar mengirimkan sesuatu untuk Bapak saya. Salah satunya adalah kiriman buah Mangga Harum Manis pada 23 Oktober 2011 silam. Kirimannya pun bukan hanya 2 – 3 buah, tapi 1 karung buah mangga dari kebun sang penggemar. Ukuran per buahnya pun tidak biasa, hampir 2 kali besar buah Apple merah yang katanya impor dari luar negeri itu.

Saking banyaknya, orang tua saya pun menyuruh saya membawa ke Bandung. Saya membawa hampir 1 kardus mie instan yang beratnya kira-kira mencapai 10 Kilogram. Untuk masalah rasa pun tidak main-main. Sangat manis dan membuat yang memakannya akan ketagihan. Artinya, penggemar Bapak saya memberikan buah berkualitas baik kepada idolanya.

Di lain kesempatan, pernah bapak saya juga mendapatkan kiriman sebuah semangka dari kebun sang penggemar. Ukurannya besar sekali. Diameternya mencapai 25 Centimeter dengan berat keseluruhan lebih dari 9 Kilogram. Lagi-lagi Bapak saya menyuruh-nyuruh saya untuk menuju Majalengka secepatnya. Tujuannya satu: menyantap habis semangka tersebut.

Berbicara mengenai penggemar bapak saya yang kerap mengirimkan hasil kebunnya, pengalaman dosen saya di kampus juga mencerminkan hal serupa. Mohammad Arief namanya, dan beliau merupakan mantan penyiar di Delta FM beberapa tahun silam.

Diameternya 25 Cm dan berat keseluruhannya mencapai 9 Kg. Dan lagi-lagi dari kebun penggemar Bapak saya.

Diameternya 25 Cm dan berat keseluruhannya mencapai 9 Kg. Dan lagi-lagi dari kebun penggemar Bapak saya.

Menjelang lebaran, Pak Arief biasanya mendapatkan kiriman bingkisan lebaran dari pendengarnya. Jumlahnya pun tidak kira-kira. Seringkali kali, ujar Pak Arief, ketika lebaran datang, rumahnya penuh sesak dengan kue lebaran kiriman penggemar.

Padahal, menjelang pertengahan Ramadhan, dirinya seringkali pesimis akan memiliki kue lebaran. Alasannya, gajinya sebagai penyiar ketika itu tidak akan cukup untuk membuat kue sebagai hidangan tamu pada Idul Fitri. Namun, atas kuasa-Nya, ternyata beliau memiliki kue lebaran yang berlimpah.

Ketika seseorang bermakna dan berguna bagi orang banyak, orang banyak ini dengan relanya akan berbondong-bondong memberikan yang terbaik. Bagaimana pun, di masyarakat, kontribusi seseorang terhadap masyarakatlah yang dilihat, bukan pada gelar dan kekayaannya.

Dalam hal ini, saya jadi teringat kesimpulan Karl Marx dalam tulisannya yang dikenal sebagai Reflections of a Young Man on The Choice of a Profession. Tulisan ini merupakan surat Karl Marx kepada ayahnya ketika menjalani tahun-tahun pertamanya kuliah.

Saya sendiri memiliki buku Marx on Religion dalam Bahasa Indonesia. Namun karena tidak saya bawa ketika membuat tulisan ini, jadi saya kutipkan Bahasa Inggrisnya yang saya cari dari internet. Berikut paragraf terakhir tulisannya.

If he works only for himself, he may perhaps become a famous man of learning, a great sage, an excellent poet, but he can never be a perfect, truly great man.

Foto: mansfieldtickets.com

Foto: mansfieldtickets.com

History calls those men the greatest who have ennobled themselves by working for the common good; experience acclaims as happiest the man who has made the greatest number of people happy; religion itself teaches us that the ideal being whom all strive to copy sacrificed himself for the sake of mankind, and who would dare to set at nought such judgments?

If we have chosen the position in life in which we can most of all work for mankind, no burdens can bow us down, because they are sacrifices for the benefit of all; then we shall experience no petty, limited, selfish joy, but our happiness will belong to millions, our deeds will live on quietly but perpetually at work, and over our ashes will be shed the hot tears of noble people.

Atau, dalam bahasa Islamnya, sesuai dengan hadist nabi, ”Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

2 thoughts on “Berkontribusi untuk Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s