Steve Jobs, Sang Maestro Dunia Komputer Modern


Foto: cdn.androidcommunity.com

Foto: cdn.androidcommunity.com

Pada akhir Agustus 2011 lalu, Steve Jobs mengundurkan diri dari Apple Inc. Tidak ada alasan pasti terkait mundurnya Steve Jobs. Namun, banyak pihak menduga pendiri perusahaan Apple ini mundur lantaran penyakit kanker pankreas yang telah dideritanya sejak 2004 silam.

Kabar ini mengejutkan banyak pihak, khususnya perusahaan berlambang buah apel ini. Saham Apple langsung anjlok seketika dan banyak pihak menyangsikan nasib perusahaan yang sukses menelurkan komputer tablet pertama di dunia, iPad. Bagaimana pun, selama ini Steve Jobs lah tulang punggung keberhasilan Apple di era milenium ketiga.

Meskipun begitu, dunia seharusnya bangga memiliki tokoh yang tergolong revolusioner dan berpandangan jauh ke depan ikhwal teknologi ini. Melalui Apple, Steve Jobs banyak mengubah wajah dunia untuk bersentuhan dengan teknologi dari masa depan.

Anak Kandung Seorang Muslim Suriah

Steven Paul Jobs, begitulah nama lengkapnya, dilahirkan di San Fransisco pada 24 Februari 1955 dari pasangan Abdulfattah Jandali dan Joanne Carole Schieble. Ayah Steve sendiri adalah seorang muslim asal Suriah yang kelak menjadi profesor ilmu politik. Karena tidak siap memiliki anak ketika itu, akhirnya Abdulfattah memutuskan agar Steve Jobs diadopsi oleh orang lain.

Steve Wozniak (kiri) dan Steve Jobs (Kanan). (Foto: uncoverage.net)

Steve Wozniak (kiri) dan Steve Jobs (Kanan). (Foto: uncoverage.net)

Meskipun lahir dari ayah seorang muslim, tetapi Steve Jobs tidak pernah berkenalan dengan Islam. Bahkan, pada 1970an, dirinya memutuskan untuk pergi ke India guna mencari pencerahan spiritual. Setelah kembali, Steve Jobs menjadi penganut Budha dengan kepala botak dan memakai pakaian tradisional biksu India.

Masa sekolah menengahnya dia lewatkan di SMP Cupertino dan SMA Homestead di Cupertino, California. Ketika itu, Steve Jobs sudah memiliki ketertarikan dengan dunia komputer. Usai jam pelajaran sekolah, dia sering mengunjungi perusahaan Hewlett-Packard di Palo Alto, California. Hewlett-Packard sendiri ketika itu merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis komputer server.

Pada 1971, Steve Jobs bertemu dengan Steve Wozniak yang kelak sama-sama mendirikan Apple 5 tahun setelahnya. Steve Wozniak yang waktu itu berusia 21 tahun, merekrut Steve Jobs yang masih berusia 16 tahun untuk bersama-sama bekerja sebagai pekerja musim panas.

Usai lulus SMA pada 1972, Steve Jobs berkuliah di Reed College di Portland, Oregon. Meskipun begitu, dia hanya bertahan selama 1 semeter dan akhirnya keluar. Meskipun keluar, dia tetap melanjutkan belajar di Reed College, meskipun tanpa gelar. Selama itu pula, dia tidur di lantai kamar teman-temannya, mengembalikan botol Coke untuk mendapatkan uang, dan pergi ke kuil lokal Hare Krishna untuk mendapatkan makanan tambahan gratis.

Tampaknya, hal inilah yang akhirnya membentuk mental CEO terbaik versi Fortune Magazine dan Businessinsider.com ini.

Steve Jobs kembali ke California pada 1974 dan bekerja sebagai teknisi di Atari, perusahaan pembuat video games populer ketika itu. Bersama Steve Wozniak, Steve Jobs juga mulai menghadiri pertemuan Klub Komputer Homebrew yang ditujukan untuk mereka yang tertarik konsep komputer rumah.

Dari Apple Sampai Pixar

Pada 1976, Steve Jobs bersama Ronald Wayne dan Steve Wozniak sepakat mendirikan sebuah perusahaan bernama Apple Computer Company.

Foto: newsden.net

Pria yang sangat berkuasa di bidang bisnis versi Fortune Magazine pada 2007 ini cukup memegang peranan di 9 tahun pertama keberadaan perusahaan Apple. Pada 1984, ketika perusahaan Apple terguncang karena tidak lakunya komputer Apple Lisa lantaran harganya yang terlalu tinggi, Steve Jobs hadir dengan menawarkan komputer Macintosh.

Steve Jobs yang ketika itu mengepalai divisi Macintosh memperkenalkan komputer Apple Macintosh yang merupakan komputer kecil pertama berbasiskan grafis. Hasilnya, komputer ini terjual sebanyak 50 ribu unit dalam waktu 74 hari. Capaian yang sangat luar biasa ketika itu.

Namun, peran Steve Jobs di Apple ketika itu, tidaklah lama. Setahun usai peluncuran Macintosh, dia meninggalkan Apple lantaran konflik internal. Akhirnya dia mendirikan perusahaan komputer lainnya berjuluk NeXT Computer untuk mengembangkan berbagai teknologi masa depan.

Tak hanya membuat NeXT Computer, Steve Jobs juga membeli The Graphic Group, sebuah divisi grafis komputer dari Lucasfilm. Divisi ini akhirnya berganti nama menjadi Pixar dan menelurkan film-film animasi yang dinilai sukses di pasaran.

Beberapa film yang pernah diproduksi oleh Pixar antara lain Toy Story (1995), A Bug’s Life (1998), Toy Story 2 (1999), Monster Inc (2001), Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Cars (2006), Ratatouille (2007), WALL-E (2008), Up (2009), dan Toy Story 3 (2010). Bahkan film Finding Nemo, The Incredibles, Ratatouille, WALL-E, Up, dan Toy Story 3 mendapatkan penghargaan Academy Award untuk Fitur Animasi Terbaik.

Manajer Sekaligus Seniman

Pada 1996, Apple mengumumkan mengakuisisi NeXT yang membawa Steve Jobs kembali ke perusahaan yang telah dibangunnya. Karena terjadi penggulingan Gil Amelio, CEO Apple ketika itu, membawa Steve Jobs menduduki posisi sebagai CEO Apple dengan gaji yang sangat kecil sekali, 1 Dollar Amerika per bulan.

Foto: cultofmac.cultofmaccom.netdna-cdn.com

Foto: cultofmac.cultofmaccom.netdna-cdn.com

Kesempatan ini tampaknya tidak disia-siakan oleh Steve Jobs untuk kembali menciptakan masa depan di dunia teknologi informasi. Pada 1998, di bawah komandonya, Apple meluncurkan iMac yang mampu mencatat untung bagi Apple selama 4 kuarter berturut-turut.

Tak berhenti di situ, pada 2001, Apple kembali menggemparkan dunia dengan merilis MP3 portabel bertajuk iPod. Produk ini terjual sebanyak 4,4 juta unit. Kesuksesan ini disusul oleh iTunes Music Store pada 2003 yang dengan sempurna merubah peta bisnis pemutar musik portabel di dunia.

Pada 2007, Apple meluncurkan sebuah ponsel cerdas tanpa keyboard bertajuk iPhone. Kemudian disusul pada 2010, Apple mengguncang dunia komputer tablet dengan meluncurkan iPad. Produk ini terjual 3 juta unit berselang 80 hari usai peluncurannya. Hingga akhir 2010, Apple berhasil menjual 14,8 juta iPad ke seluruh dunia. Jumlah ini merepresentasikan 75 persen penjualan komputer tablet dunia.

Peran Steve Jobs di perusahaan Apple tidak hanya sekedar CEO. Dia juga merupakan perancang produk komputer yang berbakat. Sejak berdirinya Apple, 313 paten tercatat atas namanya. Paten-paten ini melingkupi rancangan Desktop Computer, iOS Based Devices, Laptop, sistem operasi, hingga monitor, keyboard, mouse, dan pengemasan. Bahkan iMac, iPod, dan iPhone yang notabenenya sebagai produk papan atas Apple, merupakan hasil rancangan Steve Jobs.

Usai mundur, banyak orang menandai Steve Jobs sebagai  tokoh yang luar biasa. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai Thomas Alva Edison dan Henry Ford dalam bidang komputer modern. Hal ini dikarenakan Steve Jobs telah mempelopori beberapa penemuan dalam bidang komputer seperti Macintosh, iPod, iPhone, dan iPad.

Dipublikasikan di Suplemen Cakrawala HU Pikiran Rakyat Bandung pada Kamis, 15 September 2011.

One thought on “Steve Jobs, Sang Maestro Dunia Komputer Modern

  1. Rizki Ayu Sekarini berkata:

    keren ya steve jobs, luar biasa dia tuh membuat perubahan pada dunia, gw pengen tuh kayak dia, gw sih selama ini belajar aja yg bener serius dikuliah ntar juga lama lama bisa, walau ipk gw g nyampe tiga, hu hu dah 3 thn kuliah tapi ipk gw 2,86, kapan ke angka 3 nya ya, ntar kali klo gw transfer s1 moga moga aja nyampe 3 ya , amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s