Kesurupan dan Penampakan di Salman ITB Jilid 2


Foto: patriothustler.com

Foto: patriothustler.com

“Panas…!!! Panas…!!!” teriak seorang gadis di lantai 2 Gedung Kayu Salman ITB. Kedua tangan dan kakinya masing-masing dipegang oleh seorang laki-laki. Totalnya, ada 4 laki-laki yang memegangnya. Itu pun masih belum cukup, karena tak dinyana, tenaganya masih kalah oleh seorang gadis yang beratnya hanya 40 Kilogram itu.

Sedangkan 10 orang lainnya, terus menerus mengaji dan melantunkan ayat-ayat Alquran, khususnya ayat kursi, Surat Al Ikhlas, An-Nas, Al Falaq, dan Al Kafirun. Dan beberapa di antaranya, tampak sedang memperagakan jurus-jurus silat bak tokoh-tokoh film kungfu sedang mengadu tenaga dalam. Ada di depan, di belakang, dan di samping si gadis.

Kejadian ini bukan dalam rangka latihan teater atau pun drama, juga bukan sedang shooting film. Kejadian menangani orang kesurupan ini nyata terjadi di Salman ITB beberapa waktu lalu.

Saya sendiri tidak tahu berapa kali kejadian seperti ini terjadi di Salman ITB. Namun, bagi saya, ini pertama kalinya menghadapi yang beginian. Antara merinding dan seru jadi satu. Bahkan, saya mengalami euforia beberapa hari setelahnya, baik euforia merindingnya, maupun euforia serunya.

Sensasi merindingnya karena saya berhadapan dengan makhluk dari dunia lain. Apalagi menurut penuturan sang teman yang pertama kali mengetahui si gadis kesurupan, nama yang disebut pertama kali oleh sang gadis adalah nama saya. Ketika itu sang teman bertanya perihal alasan si jin masuk ke tubuh si gadis. “Habis, cuman dia (si gadis) yang baik, yang lainnya jahat, kaya kak Yudha,” aku si jin dalam tubuh si gadis ketika sedang dibonceng motor oleh sang teman.

Ketika sang teman sedang menunggu di tukang tambal ban karena ban motornya bocor, si jin dalam tubuh si gadis pun meminta agar saya ditelepon. Saya sempat mengobrol selama kira-kira 5 menitan dengan si gadis yang dirasuki jin itu. Dari penuturannya kepada saya, tampaknya si jin benar-benar sebel banget ama saya.

Sedangkan sensasi serunya, saya berkesempatan berhadapan langsung dengan makhluk halus. Beberapa saat sebelum dicoba dikeluarkan, kami sempat berbincang-bincang dengan si jin yang bersarang di tubuh si gadis. Ternyata, seru juga bertukar pengalaman dengan si jin.

Namun, yang bikin pusing dan tambah seru, saya benar-benar bingung harus seperti apa menghadapinya. Tanpa pikir panjang, saya sms beberapa teman yang kerap menghadapi kejadian beginian. Dan manual-manual cara mengusir jin pun dikirimkan melalui sms.

Foto: baqiberbagi.wordpress.com

Foto: baqiberbagi.wordpress.com

Rio, seorang teman yang mengikuti bela diri tenaga dalam, menyarankan saya untuk memegang keempat jempol jari si gadis. Selain itu, lanjut Rio, saya diminta mengurut dari bawah ke atas leher sang gadis. Pada saat kejadian, hanya ada 2 perempuan lainnya di situ. Salah satunya saya minta untuk mengurut leher sang gadis sesuai instruksi dari Rio, sedangkan yang lainnya membantu memegang 2 jempol kaki si gadis yang dirasuki si jin. Saya sendiri memegang 2 jempol tangan si gadis. Setelah itu, saya bingung harus melakukan apa lagi.

Akhirnya teman-teman yang lain membacakan ayat-ayat suci Alquran. Si gadis yang dirasuki jin mulai meronta-ronta dan membuat 4 lelaki yang ada di sekitarnya membantu memegangi tangan dan kaki si gadis. Itu pun masih belum mampu meredam rontaan si gadis. Hal yang membuat saya bingung, ternyata si jin yang ada di tubuh si gadis pun hafal ayat-ayat Alquran. Dia membacakan surat Al Fatihan, meskipun dengan bahasa Arab yang sungguh sangat kacau.

Selang 10 menit, Mba Rini, salah seorang karyawan Salman ITB, dipanggil datang dan mulai mengeluarkan jurus-jurus saktinya. Tak berapa lama, 2 kawan yang diutus Rio, datang membantu dengan jurus-jurus yang sama saktinya. Teman-teman yang lainnya makin kencang membacakan ayat-ayat suci Alquran. Si jin yang menguasai si gadis pun tak mau kalah keren. Dia semakin kuat meronta-ronta sambil meneriakan kata-kata kasar dan hewan kebun binatang.

Keadaan mulai mereda setelah adzan Isya berkumandang. Si jin yang mengaku bernama Tina, sudah keluar dari tubuh si gadis dan malah asyik nongkrong di lantai 2 Gedung Kayu Salman ITB. Sedangkan si gadis, sudah siuman dan terbengong-bengong karena dirinya dikelilingi buanyak orang.

Kata seorang teman, si Tina ini cukup cerdas untuk golongan bangsa jin pada umumnya. “Biasanya, jin itu cuman bisa satu bahasa. Malah ada yang cuman bisa mengucapkan satu kalimat saja. Namun, jin yang kemaren (Tina) mampu berbicara dengan 2 bahasa,” papar sang teman.

Hal yang membuat kami terkesan dengan Tina, dia juga cukup gaul untuk ukuran jin. Dia mengetahui Facebook dan menyebutnya “Pacebuk”. “Saya gaul, kan? hihihihihihi,” selorohnya diikuti tertawa khas hantu pada umumnya.

Gara-gara kejadian ini, kami di Salman ITB berkelakar untuk melengkapi Korps Relawan Salman (Korsa) ITB dengan keterampilan P3K alias Pertolongan Pertama Pada Kesurupan. Atau bisa jadi merubah kepanjangan Korsa menjadi Korps Relawan Sakti yang tugasnya juga menolong yang beginian. Yah, sekali lagi, itu hanya kelakar di kalangan kami saja.

Foto: babes.wallpapers-catalog.com

Foto: babes.wallpapers-catalog.com

Kejadian ini juga membuat saya dan seorang teman iseng-iseng membuat sensus untuk jin-jin yang ada di lingkungan Salman ITB. Di Ruang Utama dan Koridor Masjid Salman ITB umumnya jin Islam dan kerap terlihat sedang shalat. Pernah saya melihat ada seorang wanita bermukena merah gelap sedang shalat di bagian akhwat. Ketika saya lihat lagi untuk kedua kalinya, sudah tidak ada. Padahal antara melihat pertama dan kedua kalinya, jaraknya sekitar 2 hingga 3 detik.

Di bagian studio radio, jinnya besar, gondrong, hitam, dan mirip buta serta cowok. Beberapa cewek pernah diganggu ketika sedang tidur siang. Waktu itu, ruang studio belum digunakan sehingga ruangan ini jadi ruangan peristirahatan untuk cewek. Setelah ada kejadian tersebut, Mba Rini melarang cewek-cewek untuk tidur atau sekedar tiduran di ruangan tersebut kalau tidak mau diisengin.

Saya sendiri ketika tidur di ruangan tersebut, pernah ada yang menindih. Padahal itu siang hari. Rasanya, berat sekali. Beberapa penyiar pun kerap meminta agar pintu antara studio dan ruangan sebelahnya ditutup. Mereka mengaku tidak nyaman karena seperti ada yang melihat mereka dari ruangan sebelah.

Meskipun begitu, anehnya di ruangan staf ahli pembina penghuninya adalah jin muslim. Padahal ruang staf ahli pembina ini tepat berada di bawah ruang sebelah studio dan sama-sama berada di masjid. Si jin muslim ini terlihat menggunakan kopiah berwarna orange dan baju adat khas Sumatera dengan warna serupa. Wajahnya juga lucu, mirip orang India. Agak hitam, tapi sedikit kuning.

Terus ada juga di menara Masjid Salman ITB. Di pohon-pohon di Salman ITB pun minimal ada satu jin yang bercokol. Paling unik menurut saya di pohon besar depan Asrama Putri. Kata seorang teman, di bagian atas pohon tersebut dihuni oleh kuntilanak, sedangkan di bagian bawahnya dihuni oleh sesosok kakek-kakek tua. Nah, si kuntilanak ini punya beberapa anak yang kerap bermain di lahan terbuka depan asrama putri.

Di Gedung Kayu pun setiap lantainya ada yang menghuni. Di lantai 3 ada wanita berbaju merah dengan rambut terurai panjang ke bawah. Di lantai 2 lebih banyak lagi dan umumnya juga wanita. Di lantai ini, pernah juga ada yang menampakan diri ke seorang teman yang kerap tidur di salah satu ruangan di lantai 2. Waktu itu jam 2 dini hari. Sang teman terbangun dan melihat sosok wanita yang sedang duduk menghadapnya sambil tersenyum. Sang teman yang termasuk orang yang adem ayem ini, langsung menutup selimut dan tidur lagi.

Foto: blogspot.com

Foto: blogspot.com

Kemudian di Back Office Salman ITB juga ada sesosok wanita yang menghuni. Saya kerap merasakannya dulu ketika masih sering bekerja hingga larut malam di ruang DPP Salman ITB. Mba Rini yang kerap beraktivitas di Back Office pada pagi hari, menuturkan ada beberapa sosok di ruang tersebut. Mungkin sekitar 2 hingga 3 penghuni yang terindikasi kuat ada.

Di Gedung Sayap Selatan (GSS) Salman ITB pun terindikasikan ada. Di lantai 4, ada sesosok wanita berkerudung hitam yang kerap disebut “Si Neng” oleh mereka yang berkantor di sana. Di lantai 3 saya tidak mendapatkan laporan, tapi pastinya ada. Sedangkan di lorong ruang-ruang GSS di lantai 2, menurut pengakuan beberapa orang, ada sesosok wanita berambut terurai panjang dan berbaju putih. Di Gedung Serba Guna (GSG) Salman ITB juga ada beberapa. Sedangkan di Parkiran Basement bawah GSS, cukup banyak dan mereka cukup senang berada di sana.

Teman saya juga bilang kalau di area Salman ITB ada jin yang kalau di dunia manusia bertindak seperti Ustadz. Dia kerap kali terlihat mondar-mandir berkeliling untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan Islam. Tampaknya Jin Ustadz ini sedang berdakwah agar jin non-muslim yang ada di wilayah Salman ITB mau masuk Islam. Lucunya.

Dan perihal jin ini, sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti, meskipun pada dasarnya saya adalah penakut. Mereka juga punya dunia yang memiliki kehidupan dan interaksi sosial seperti halnya manusia. Dan bila merasakan kehadiran mereka, teman saya hanya berseloroh, “Lakum diinukum waliya diin aja, deh.” Maksudnya, tak usah saling ganggu, toh punya dunia masing-masing. Wallahualam bi shawab

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
QS. Adz Dzaariyaat: 56

3 thoughts on “Kesurupan dan Penampakan di Salman ITB Jilid 2

  1. yulijannaini berkata:

    Hahaha… ini toh yang beberapa hari kemaren sempet diributin sma nak2 salman….

    Alhamdulillah belum pernah ketemu yang aneh-aneh di salman… dan jangan sampe ada yang aneh-aneh…

    • tri wulandari berkata:

      dulu jaman aku baru gabung ke PAS baru beberapa bulan gabung tiba2 salah seorang kaka putri PAS da yg kesurupan di tangga lt3 n kebetulan di PAS cm da beberapa kk putri alhamdulillahnya waktu itu MATA da para ikhwan n akhirnya kita di bantu ma para ikhwan tsbt. selama kurang lebih 45mntan baru jin itu mau keluar dari tubuh kk itu. alhamdulillahnya kk tersebut sadar walaupun tampak binggung setelah di kasih tau apa yg terjadi ma beliau eh malah pingsan…kl hal ni di ceritain ma beliau, beliaunya langsung bilang iya gitu ya…. šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s