Syamril: “Setiap Orang Ada Masanya”


Mas Syamril beserta istri dan keempat anaknya (Foto: Facebook.com)

Mas Syamril beserta istri dan keempat anaknya (Foto: Facebook.com)

Syamril Albugisyi. Nama itu mungkin terdengar asing bagi teman-teman. Namun, tidak bila di Salman ITB. Orang akan langsung tahu siapa yang dimaksud. Dialah manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB, seseorang yang berdedikasi tinggi mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Usai 9 tahun berkiprah di Salman ITB, mas Syamril akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Makassar. Sebabnya, beliau diminta mengelola Company Social Responsibility (CSR) perusahaan Kalla untuk mendorong kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.

Di satu sisi saya pribadi senang karena ada orang Salman ITB yang saya kenal diamanahi tugas yang begitu besar dan menakjubkan seperti itu. Namun, di sisi lain, saya merasa kehilangan. Bagaimana pun, mas Syamril sudah menjadi sosok dan teladan di Salman ITB.

Saya menilai, beliau adalah orang yang memiliki dedikasi tinggi dan senantiasa mampu hidup damai dengan orang-orang Salman ITB lainnya. Bagaimana pun, sebuah organisasi tidak akan terhindar dari sebuah konflik, termasuk Salman ITB. Dan saya melihat, mas Syamril mampu mengelola konflik-konflik yang terjadi. Sehingga selalu bisa bersinergi dengan berbagai pihak di Salman ITB.

Berbicara tentang dedikasi, saya mengacungkan 4 jempol untuk beliau. Sejak 2002 ketika dia bergabung di Salman ITB, dia memilih untuk tidak bekerja di tempat lain. Dia fokus untuk mengembangkan cita-citanya di Salman ITB, yaitu membangun LPP Salman ITB guna membantu dunia pendidikan Indonesia.

Tak heran bila kini banyak goal besar yang dihasilkan oleh LPP Salman ITB. Hal ini merupakan buah dedikasi dan ketekunan mas Syamril untuk membangun wajah pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.

Ketika saya tanya mengenai penghasilannya di Salman ITB, dia mengaku cukup. Bahkan dia mampu mempunyai rumah dengan hanya bekerja di Salman ITB. Padahal, dia memiliki 4 orang anak, yang pastinya tidak sedikit biaya untuk membesarkannya.

Jujur, saya sangat heran dengan pengakuannya ini. Bagaimana pun, pendapatan yang diberikan Salman ITB masih tergolong kecil untuk karyawannya, terutama gaji untuk orang sekelas manajer seperti mas Syamril.

Mas Syamril (berdiri) ketika memberikan materi di Aula Pikiran Rakyat Bandung (Foto: Yudha PS)

Mas Syamril (berdiri) ketika memberikan materi di Aula Pikiran Rakyat Bandung (Foto: Yudha PS)

Selidik punya selidik, mas Syamril banyak menerima pemasukan dari undangan untuk mengisi seminar dan pelatihan yang ditujukan langsung kepada dirinya. Hebatnya lagi, dia selalu menyisihkan 20 persen dari honornya untuk LPP Salman ITB. “Bila kita bersedekah di jalan Allah, insyAllah Dia akan mencukupkan kebutuhan kita,” pesannya pada saya.

Berkaitan dengan kepergiannya ke Makassar, ada satu kutipan yang menarik dari mas Syamril. “Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya,” begitu nasihatnya. Kutipan ini bagi saya adalah sebuah motivasi untuk tidak bersedih ketika kehilangan orang-orang yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tim. Kutipan ini juga membuat saya sadar, bahwa saya pun nantinya harus pergi seperti mas Syamril. Untuk menunaikan tugas saya sebagai seorang manusia hingga mencapai tingkat yang paripurna.

Selamat jalan mas Syamril. Terima kasih atas pelajarannya selama ini. Semoga suatu saat nanti saya bisa lebih banyak belajar dengan Anda. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dan menunjukan jalan untuk kita bisa jadi manusia paripurna menjalankan tugas dari-Nya. Amin.

4 thoughts on “Syamril: “Setiap Orang Ada Masanya”

    • neng elin berkata:

      Terima kasih Pak Syamril, saya jadi bisa tetap mengikuti LC waktu itu,,bahkan sekarang jadi bisa merasakan kuliah… meski awalnya saya masih shock dengan sr,,,heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s