Khidhr


Foto: marsite.pl

Foto: marsite.pl

Salah satu cerita dalam Alquran yang saya gemari adalah cerita tentang pertemuan antara Musa dan Khidhr. Cerita ini dipaparkan dalam Alquran pada surat Alkahfi ayat 60 hingga 82.

Diceritakan suatu ketika Musa menyampaikan ke muridnya bahwa dia tidak akan berhenti berjalan sampai bertemu dua buah lautan. Bila dia tidak menemukan tempat yang dituju, Musa bertekad untuk berjalan sampai bertahun-tahun lamanya.

Hingga Musa dan muridnya tiba di pertemuan kedua lautan itu. Namun, keduanya tidak sadar bahwa mereka telah tiba di tempat yang dituju Musa, yaitu pertemuan dua lautan. Anehnya, ikan perbekalan mereka melompat ke laut dengan cara yang aneh sekali. Sang murid pun lupa untuk memberitahukan kejadian tersebut. Sehingga mereka berdua terus berjalan menjauhi tempat yang mereka tuju sebelumnya.

Saat beristirahat, Musa meminta muridnya untuk menyiapkan perbekalannya. Sang murid lalu menyampaikan bahwa dirinya lupa untuk memberitahu Musa perihal ikan perbekalan mereka yang melompat ke laut. “Itulah tempat yang kita cari,” sahut Musa mendengarkan jawaban sang murid. Mereka berdua pun kembali ke tempat semula.

Di sinilah Musa dan Khidhr dipertemukan oleh Allah. Khidhr sendiri merupakan salah satu hamba Allah yang telah diberi rahmat dan diajarkan ilmu. Beberapa ahli tafsir menafsirkan bahwa rahmat merupakan wahyu dan kenabian, sedangkan ilmu ditafsirkan sebagai ilmu-ilmu ghaib.

Singkat cerita, Musa meminta kepada Khidhr untuk mengikutinya. Tujuannya, agar Musa dapat belajar ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan Allah kepada Khidhr.

“Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku,” jawab Khidhr singkat. “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” Khidhr balik bertanya kepada Musa.

Foto: blogspot.com

Foto: blogspot.com

Mencoba meyakinkan Khidhr, Musa berjanji akan menjadi orang yang sabar dan tidak akan menentang Khidhr dalam urusan apa pun.

Khidhr pun akhirnya menerima permintaan Musa. Meskipun begitu, Khidhr punya satu syarat yang harus dipenuhi Musa selama mengikutinya. “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu,” tegas Khidhr.

Kemudian, keduanya memulai perjalanan. Yang satu memulai perjalanannya sebagai seorang murid, dan yang satu lagi sebagai seseorang yang dikaruniai kelebihan ilmu oleh Allah. Hingga ketika mereka menaiki sebuah perahu, Khidhr melubangi perahu tersebut secara tiba-tiba.

Tidak setuju dengan tindakan Khidhr, Musa pun protes. “Mengapa kamu melubangi perahu itu? Akibatnya kamu akan menenggelamkan penumpangnya! Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar,” tuduh Musa kepada Khidhr.

“Bukankah aku telah berkata bahwa sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku,” balas Khidhr. Ingat janjinya kepada Khidhr, Musa pun meminta maaf atas khilafnya itu.

Mereka pun akhirnya berjalan lagi,  hingga mereka bertemu seorang anak. Khidhr pun membunuh anak tersebut tanpa basa-basi. Musa kembali protes. “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar!” protes Musa.

Kembali lagi Khidhr berkata bahwa Musa tidak akan sabar berjalan bersamanya. Menyadari khilaf yang kedua kalinya, Musa memberikan jaminan bahwa bila dia memprotes kembali perbuatan Khidhr, dia akan berhenti menyertai Khidhr.

Foto: upload.wikimedia.org

Foto: upload.wikimedia.org

Musa dan Khidhr akhirnya melanjutkan perjalanan. Hingga keduanya sampai di suatu negeri. Ketika keduanya meminta dijamu di negeri tersebut, penduduknya tidak pernah mau menjamu mereka. Kemudian, Khidhr dan Musa mendapati sebuah rumah yang dindingnya roboh. Khidhr pun langsung menegakkan dinding tersebut.

Kali ini Musa tidak protes. Namun, dia berkomentar bahwa bila Khidhr mau, dia bisa mengambil upah atas pekerjaannya tersebut. “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu,” jawab Khidhr atas komentar Musa.

Khidhr pun menjelaskan apa yang telah dilakukannya sepanjang berjalan dengan Musa. Pada peristiwa pertama, Khidhr sengaja melubangi perahu tersebut karena perahu tersebut adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut. Di hadapan mereka kala itu, ada seorang raja yang merampas setiap perahu. Sehingga, dengan pengrusakan perahu tersebut, diharapkan perahu tersebut tetap aman dan tidak akan dirampas oleh sang raja.

Pada peristiwa kedua, Khidhr menjelaskan bahwa kedua orang tua yang anaknya dia bunuh, adalah seorang mukmin. Khawatirnya, sang anak akan mendorong orang tuanya pada kesesatan dan kekafiran. Sehingga sang anak lebih baik dibunuh dan Allah akan memberikan anak lainnya yang lebih baik kesuciannya dan lebih dalam kasih sayangnya kepada orang tuanya.

Foto: upload.wikimedia.org

Foto: upload.wikimedia.org

Sedangkan mengenai dinding rumah yang roboh, merupakan kepunyaan dua orang anak yatim di kota tersebut. Di bawahnya terdapat harta benda simpanan untuk kedua anak tersebut. Sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh. Allah menghendaki agar sang anak bisa mencapai usia dewasa dan mengeluarkan simpanannya itu.

“Dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri,” terang Khidhr. “Semua itu memiliki tujuan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya,” lanjut Khidhr kepada Musa.

Memang tidak banyak riwayat tentang Khidhr, karena beliau tidak termasuk 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui. Namun, beberapa cerita menyebutkan bahwa Khidhr dianugerahi kehidupan hingga hari kiamat kelak.

Saya sendiri sangat tertarik dengan sosok Khidhr sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama. Saya tidak pernah tahu alasan mengapa saya tertarik dengan beliau. Pastinya, bila benar Khidhr dianugerahi kehidupan hingga kiamat kelak, saya berharap Allah mengizinkan saya bertemu dan berbincang-bincang dengan beliau di dunia. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s