Karena Inilah Saya Suka Metode Pengobatan Timur


Foto: sunsethillsacupuncture.com

Foto: sunsethillsacupuncture.com

Ketika sakit, saya memilih untuk tidak pergi ke dokter. Alasan pertama, karena umumnya sakit saya tidak begitu parah, hanya berkisar pada masuk angin, influenza, radang tenggorokan, dan gejala tipus. Alasan kedua, saya memang tidak terlalu suka dengan teknik pengobatan yang digunakan oleh dokter-dokter saat ini. Pengobatan barat saat ini terlalu mekanistis alias melihat sesuatu bagian per bagian. Padahal, urusan tubuh manusia adalah urusan sistemik. Alasan lainnya, biaya pengobatan ala dokter umumnya mahal, apalagi untuk ukuran penyakit “ece-ece” seperti yang saya sebutkan di atas.

Solusinya, saya lebih senang dengan pengobatan gaya timur. Beberapa di antaranya yang kerap saya gunakan adalah teknik pengobatan dari China, seperti totok, akupuntur, accupressure, dan refleksi. Pengobatan lainnya, saya suka dengan pijat dan urut. Dikerok juga suka, apalagi kalau masuk anginnya sudah sangat parah. Pengobatan timur yang juga sering saya lakukan dan mungkin terdengar agak esktrem adalah menggunakan tenaga dalam.

Hal yang membuat saya suka dengan pengobatan timur adalah caranya memandang tubuh manusia. Pengobatan timur melihat bahwa tubuh manusia adalah hal yang sistemik, saling berkaitan satu sama lain. Masalah di kepala, disembuhkan tidak hanya di kepala, tetapi juga di kaki dan anggota badan lainnya yang terhubung dengan kepala. Bisa jadi, masalahnya bukan di kepala. Sakit di kepala hanyalah ekses dari anomali organ tubuh lainnya.

Selain itu, saya juga lebih senang mengkonsumsi ramuan tradisional dibandingkan obat-obatan kimiawi. Alasannya, ramuan tradisional lebih ramah bagi tubuh dan memiliki efek samping yang sangat minim. Selain itu, ramuan tradisional juga memiliki dampak jangka panjang. Khasiatnya lebih untuk mempertahankan kondisi tubuh, dibandingkan menghilangkan sakit, seperti yang obat-obatan modern lakukan.

Untuk pengobatan gaya timur ini, saya tidak punya dokter khusus. Di Indonesia, memang masih terbilang jarang dokter yang membuka praktek pengobatan gaya timur. Biasanya, saya punya beberapa teman yang memiliki kemampuan pengobatan timur ini. Sehingga bila sakit melanda, saya langsung menghubungi teman-teman saya tersebut.

Meskipun sebenarnya pengobatan ini bisa dilakukan sendiri, tetapi saya tidak menguasai satu pun. Saya hanya sebagai penikmat saja. Untuk mempelajarinya, saya masih malas dan belum punya sarana yang tepat.

Khusus tenaga dalam, saya juga tidak melakukannya sendiri, karena saya tidak menguasai tenaga dalam apa pun dan dari perguruan mana pun. Biasanya, untuk yang satu ini, saya juga minta bantuan teman-teman yang memang berkecimpung dalam ranah pertenagadalaman.

Salah satu contoh negara yang sukses mengembangkan pengobatan timur adalah Kuba. Pengobatan timur yang mereka gunakan, beberapa di antaranya adalah akupuntur dan refleksi.

Setiap dokter di negara berhaluan komunis tersebut, punya keluarga yang harus mereka rawat. Yah, setiap keluarga memiliki dokter keluarga. Untuk itu, tak heran bila angka harapan hidup di Kuba adalah yang tertinggi dibandingkan angka harapan hidup negara lainnya di dunia.

Para dokter ini digaji oleh negara. Hebatnya, penghasilan dokter di negara tersebut adalah yang tertinggi. Bahkan gaji menteri pun masih lebih rendah dibandingkan gaji dokter di negara tersebut.

Foto: infobarrel.com

Foto: infobarrel.com

Dedikasi dokter-dokter ini pun terbilang tinggi. Pasalnya, mereka disekolahkan gratis oleh negara. Sehingga, mereka cenderung untuk mengabdi kepada masyarakat dan tidak terpikir untuk membalikan “modal kuliah” di kedokteran, yang kerap terjadi di negara-negara seperti Indonesia.

Karena menggunakan pengobatan timur, biasanya dokter tidak sekali datang ke rumah keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Dia akan datang berkali-kali secara rutin. Alasannya, pengobatan timur biasanya menekankan pada pemeliharaan kesehatan, bukan penyembuhan. Sehingga harus dilakukan secara berulang-ulang dan rutin.

Karena hal inilah, dokter akhirnya memperlakukan pasiennya sebagai manusia. Pasien dan dokter terjalin komunikasi dan hubungan yang baik. Dokter pun tahu benar riwayat kesehatan pasien. Sehingga, apabila terjadi hal yang buruk terhadap kesehatan pasien, dokter mampu menentukan penanganan yang terbaik dan tepat.

Hal ini berbeda dengan dokter modern pada umumnya saat ini. Pasien dengan cepatnya akan ditanya keluhan penyakitnya. Dokter kemudian dengan mudahnya menentukan penyakit dan obatnya, bahkan seringkali tanpa memeriksanya sama sekali. Urusannya bukan pada seberapa mampu dokter menyembuhkan penyakit, tetapi pada seberapa banyak pasien yang mengunjunginya.

Pengobatan timur, tampaknya masih menjadi pilihan metode pengobatan saya saat ini. Semoga seterusnya.🙂

2 thoughts on “Karena Inilah Saya Suka Metode Pengobatan Timur

    • Yudha P Sunandar berkata:

      aku ada bukunya tentang ini d kostan. masih ingat2 dikit apa yang disampaikan buku itu. tapi nanti aku baca lagi untuk memperkuat data d sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s