Karya Video Pertama Saya: Mini Feature Masjid Salman ITB


Ketika saya masih bergabung di Salman Films

Ketika saya masih bergabung di Salman Films.

Berbicara tentang produksi film, bukan hal yang baru bagi saya. Keterlibatan saya di Salman Films pada 2003 hingga 2004 dan berlanjut pada 2009 hingga 2010 silam, membuat saya tahu bagaimana memproduksi sebuah film. Karena hal inilah akhirnya membuat saya mengerti ternyata passion saya adalah menulis, bukan memproduksi film.

Meskipun begitu, karena ditodong tugas mata kuliah Dasar-Dasar Penyiaran untuk membuat mini feature, akhirnya saya nyemplung lagi ke ranah audio-visual ini. Hasilnya, tidak terlalu buruk. Saya berhasil melewati prosesnya hingga lahirlah sebuah karya pertama saya di bidang jurnalistik televisi. Sebuah mini feature tentang Masjid Salman ITB.

Tugas yang diberikan oleh pak Hadi Purnama, dosen Dasar-Dasar Penyiaran saya, adalah membuat mini feature tentang kebudayaan di kota Bandung. Bisa berbentuk bangunan, rupa, atau seni budaya. Menimbang faktor waktu dan lokasi, akhirnya saya mengajukan Masjid Salman ITB sebagai objek liputan saya, dan ternyata dikabulkan.

Proses produksinya sendiri saya lakukan pada Minggu, (23/01) lalu. Menggunakan kamera ponsel Samsung GT-B3310, saya mulai meng-capture Masjid Salman ITB dari berbagai sudut. Saya pun sempat mewawancarai beberapa pengunjung masjid kampus pertama di Indonesia ini. Meskipun akhirnya tidak saya pakai dengan pertimbangan kualitas suara yang tidak memenuhi harapan saya.

Proses penyuntingan sendiri baru saya lakukan pada Rabu, (09/02). Proses ini menggunakan aplikasi Windows Live Movie Maker, aplikasi bawaan Microsoft untuk penyuntingan video. Aplikasinya benar-benar sangat sederhana dan terbatas. Membuat saya harus rela puas dengan hasil yang seadanya.

Penyuntingan saya lakukan hanya sekitar 5 jam lamanya. Mulai dari pukul 6 pagi, hingga 11 siang. Tidak hanya menyusun gambar, saya juga melakukan proses pengisian suara. Hasilnya, sudah gambarnya pas-pasan, orang yang menonton pun harus rela bertahan mendengarkan suara parau saya.

Dari kiri ke kanan: adik saya, saya, dan "adik ketemu gede" saya.

Dari kiri ke kanan: adik saya, saya, dan "adik ketemu gede" saya.

Beruntung video tidak dikumpulkan pada hari itu juga. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengisi ulang suara narasi di video tersebut, dengan suara adik saya, Adhytia Sukma Wiguna. Suaranya memang terbilang bagus. Tampaknya, bakat penyiar bapak saya, turun ke dia. Terbukti, ketika adik saya masih menjadi penyiar di Majalengka, SMS yang masuk bisa sampai ratusan. Hal ini menandakan, bahwa pendengar puas dengan siaran yang disajikan adik saya.

Proses pengisian suara ini saya lakukan di Jatiwangi, Majalengka, pada Selasa, (15/02). Tepatnya di studio radio JAF FM, tempat bapak saya menjadi penyiar. JAF sendiri singkatan dari Jatiwangi Art Factory. Tempat ini merupakan wadah bagi seniman Majalengka untuk berkarya seni. Beberapa seniman yang sering nongkrong di tempat ini adalah Moekti Moekti dan Arry Juliant.

Proses pengisian suara dilakukan hampir 2 jam lamanya. Padahal, video sendiri hanya berdurasi 3 menit. Intonasi dan artikulasi adik saya yang seringkali keseleo, membuat proses ini menjadi lama. Meskipun begitu, yang membuat saya bahagia, kualitas suara yang dihasilkan cukup bagus dan noise bisa ditekan seminim mungkin.

Meskipun begitu, saya sebenarnya membuat banyak dosa dalam tugas ini. Tugas ini sedianya dikerjakan secara kelompok beranggotakan 5 orang. Namun, saya keasyikan mengerjakannya sendiri, sehingga tugas ini selesai oleh saya sendiri. Sutradara, penulis naskah, juru kamera, dan penyunting, semuanya diperankan oleh saya. Kecuali pengisi suara, yang diperankan oleh adik saya. Tampaknya, bila suara saya bagus, saya juga yang akan mengisi suara. hehe.

Mudah-mudahan dosen memaafkan dosa saya ini, dan teman-teman memaklumi keegoisan saya ini. Meskipun mengerjakan semuanya sendiri, saya tetap memilih jurnalistik tulis sebagai bidang saya. Verba volant, scripta manent!

Karyanya sendiri, bisa dilihat pada video dari Youtube di bawah ini. Mohon komentarnya.

2 thoughts on “Karya Video Pertama Saya: Mini Feature Masjid Salman ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s