Makhluk Cerdas dari Luar Bumi, Adakah?


Foto: astrobiology.com

Foto: astrobiology.com

Mendadak, Unidentified Flying Object (UFO) menjadi topik perbincangan hangat di tanah air. Pasalnya, ditemukan sebuah crop circle (pola lingkaran di lahan pertanian) di Sleman, Yogyakarta, yang oleh sebagian orang dipercaya sebagai hasil perbuatan UFO.

UFO sendiri oleh sebagian orang diyakini sebagai pesawat antariksa makhluk cerdas dari luar bumi, yang kerap disebut alien. Namun, benarkah alien itu ada? Benarkah circle crop merupakan tanda kedatangan UFO di bumi?

Tinjauan Ilmu Pengetahuan

Dari sisi ilmu pengetahuan, Astronomi meyakini bahwa manusia di planet bumi bukanlah satu-satunya peradaban di alam semesta ini. Di luar tata surya kita, banyak bintang-bintang yang memiliki planet mirip bumi.

Disebut mirip bumi, karena planet-planet tersebut memiliki kondisi yang mirip dengan planet bumi dengan suhu yang tidak terlalu panas maupun tidak terlalu dingin. Dalam bahasa Astronomi, planet-planet tersebut disebut sebagai zona layak hidup (habitable zone).

Dugaan adanya kehidupan di luar planet bumi ini,melahirkan cabang ilmu astronomi baru, yaitu bioastronomi, astrobiologi, atau eksobiologi. Ilmu ini mempelajari kemungkinan-kemungkinan kehidupan di luar bumi.

Foto: narazaoldyeck.wordpress.com

Foto: narazaoldyeck.wordpress.com

Dalam pencarian kemungkinan kehidupan di luar bumi, ada 3 syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah planet. Pertama, terdapat H2O berbentuk cairan (air). Bukan H2O berbentuk gas (uap) atau pun padat (es). Dalam hal ini, air diperlukan untuk proses metabolisme tubuh makhluk hidup.

Syarat kedua, planet tersebut memiliki sumber panas. Bagaimana pun, sebuah kehidupan memerlukan sumber panas yang berfungsi sebagai sumber penggerak mekanisme pendukung kehidupan. Sumber panas ini umumnya berasal dari bintang yang ada di dekat planet tersebut dan dari dalam planet itu sendiri.

Sedangkan syarat ketiga, sebuah planet harus memiliki bukti-bukti adanya unsur-unsur organik. Unsur organik adalah ikatan molekul tertentu terdiri dari Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan Nitrogen (N).

Di antara planet yang memiliki kehidupan, terdapat kemungkinan dihuni oleh makhluk yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Untuk mencarinya, digunakan teleskop radio. Fungsinya, melacak sinyal-sinyal radio yang bukan sinyal alami.

Bagaimanapun juga, seluruh benda yang berada di antariksa memiliki gelombang radio yang dipancarkan ke berbagai arah. Matahari, planet-planet, dan bintang-bintang yang ada di alam semesta, memancarkan gelombang radio yang bersifat alami.

Sedangkan sinyal-sinyal radio non-alami, diduga merupakan pancaran dari sistem teknologi yang dimiliki makhluk luar bumi. Sinyal radio non-alami inilah yang menjadi pertanda bahwa di sebuah planet terdapat kehidupan makhluk cerdas.

Melalui proyek Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI), manusia di bumi mencari sinyal-sinyal alami di ruang antariksa. Hasilnya, data-data menunjukan bahwa banyak bintang yang memiliki sinyal-sinyal non-alami. Hal ini mengindikasikan bahwa kehidupan cerdas mungkin ada di luar sana.

Foto: blogspot.com

Foto: blogspot.com

Kemungkinan Datang ke Bumi

Meskipun makhluk cerdas di luar bumi diindikasikan ada, tetapi kecil kemungkinan mereka untuk datang ke bumi. Pasalnya, bintang yang terdekat dengan bumi, yaitu bintang Proxima Centauri, berjarak 4,3 Tahun Cahaya. Artinya, untuk sampai ke bumi dengan kecepatan cahaya, mereka membutuhkan waktu 4,3 tahun.

Namun, bila bendanya berupa fisik, kecil kemungkinannya untuk bisa terbang dengan kecepatan cahaya. Sehingga waktu yang ditempuh oleh makhluk cerdas luar bumi untuk datang ke bumi akan lebih lama lagi dari waktu tempuh cahaya.

Padahal, bintang yang memiliki kehidupan, bukan berjarak tahun atau puluh tahun cahaya, tetapi ratusan bahkan ribuan tahun cahaya. Sehingga, bila makhluk hidup luar bumi terbang ke bumi, bisa dipastikan waktu hidupnya habis di jalan. Dengan kata lain, secara fisik, kemungkinannya sangat kecil mereka bisa tiba di bumi karena akan mati di jalan karena faktor usia.

Tahun Cahaya sendiri merupakan satuan panjang yang didefinisikan sebagai jarak tempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara. Adapun kecepatan cahaya adalah 300 ribu Kilometer per detik. Bila 1 tahun masehi memiliki 31.557.600 detik, maka 1 tahun cahaya berjarak 9.467 Milyar Kilometer.

Ketika tiba di bumi pun, makhluk cerdas luar bumi akan sulit memasuki atmosfer bumi. Pasalnya, mereka akan berhadapan dengan efek panas akibat gesekan ketika memasuki atmosfer bumi yang panasnya bisa mencapai ribuan derajat.

UFO dan Crop Circle

Foto: ucilblog.com

Foto: ucilblog.com

Berbagai fenomena di luar kewajaran di muka bumi ini, selalu dikait-kaitkan dengan kedatangan makhluk cerdas dari luar bumi atau UFO. Alasannya, ketika fenomena itu terjadi, teknologi manusia dinilai belum mampu membuatnya.

Salah satu fenomena yang dianggap sebagai karya makhluk asing adalah Piramida. Sebagian manusia yang hidup saat ini, menilai bahwa Piramida tidak mungkin dibuat manusia pada zamannya karena teknologinya masih sangat rendah. Sehingga diduga dibantu oleh makhluk cerdas luar angkasa.

Padahal, mungkin saja manusia bumi pembangun Piramida ketika itu memiliki pengetahuan dengan tingkat presisi penyusunan batu yang cukup baik. Sehingga bisa membuat bangunan raksasa yang tahan berdiri hingga ribuan tahun lamanya.

Fenomena lainnya yang dianggap “jejak” UFO di bumi adalah Crop Circle. Banyak orang mempercayai Crop Circle sebagai tanda yang sengaja ditinggalkan UFO untuk warga bumi. Meskipun begitu, anggapan ini ternyata terbantahkan dengan pengakuan dua orang Inggris bernama Doug Bower dan Dave Chorley pada 1991. Keduanya mengaku telah membuat Crop Circle sejak 1978. Mereka juga mempraktekan cara membuatnya dengan menggunakan peralatan sederhana berupa papan untuk menginjak tanaman gandum dan jagung. Hasilnya, dalam waktu satu jam, keduanya mampu membuat Crop Circle dengan mudah.

Seleksi Informasi

Menanggapi berbagai isu yang diragukan kebenarannya, masyarakat diharapkan mampu memilah-milah informasi yang diterimanya. Caranya, sikapi informasi secara logis. Contohnya dengan isu kehadiran UFO atau akan adanya gempa di suatu daerah. Logisnya, UFO itu tidak ada dan belum ada teknologi saat ini yang mampu meramalkan gempa. Sehingga informasi tersebut kemungkinan besar salah.

Kedua, jangan cepat percaya bila ada informasi yang menyertakan nama lembaga atau orang berkompeten di bidangnya. Misalnya, ada informasi yang menyatakan bahwa menurut NASA, gerhana matahari tahun 2011 akan menyebabkan gempa besar di Indonesia. Sebaiknya, verifikasi ke situs lembaga terkait.

Ketiga, tanya ke lembaga yang berkompetensi di bidangnya. Untuk masalah antariksa misalnya, bisa tanyakan ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), atau untuk masalah gempa, bisa tanyakan ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).***

Dimuat di suplemen Cakrawala HU Pikiran Rakyat Bandung pada Kamis, 17 Februari 2011. Tulisan ini disarikan dari wawancara penulis dengan Prof. Dr.  Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

10 thoughts on “Makhluk Cerdas dari Luar Bumi, Adakah?

  1. riza gassner berkata:

    GOMBAL BERAT!! mana ada makhluk cerdas luar angkasa sekalipun bumi hanya sebutir debu dibandingkan dengan keseluruhan alam semesta…
    Berpikir apalagi menyebarkan pemikiran seperti ini dekat dengan kekafiran!!
    Dalam agama samawi (KRisten, Yahudi, Islam) di jelaskan maka adam menerangkan nama nama… (Adam lebih cerdas dari semua makhluk) dan juga sudah si tetapkan jika manusia adalah secanggih- canggihnya makhluk… diluar daripada itu KAFIR!!!

  2. andibandaro berkata:

    Bisa aja dari golongan jin atau manusia..karena dalam alquran dikatakan, golongan jin atau manusia dapat menembus angkasa bila menggunakan energi pendorong yang canggih.(dibuktikan manusia dengan pesawat ulang alik ..golongan jin lebih canggih lagi?? wallahu a’lam)

  3. karman kasra berkata:

    Bagus,informatif,tidak menggurui,ringan,ngepopdan bisa dicerna pembaca tingkatan slta ke atas.Bisa mencerahan sebagian masyarakat kita yg masih terombang ambing kepercayaan mistis dan sejenisnya.Maju terus !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s