Civic Journalism dan Proses Perubahan Masyarakat


Foto: masternewmedia.org

Foto: masternewmedia.org

Selain istilah Citizen Journalism yang dikenal dewasa ini, dalam hubungannya dengan masyarakat, ada juga istilah Civic Journalism. Sang Pakar menceritakannya ketika saya berkunjung ke tempat kerjanya kemarin malam (9/2).

Secara prinsip, Citizen Journalism dan Civic Journalism hampir sama. Keduanya sama-sama menggerakan masyarakat sipil sebagai agen pembaharuan proses sosial melalui jurnalisme. Bedanya, terletak pada keterlibatan masyarakat di dalamnya.

Citizen Journalism menyandarkan masyarakat sebagai pelaku jurnalisme dengan membuat konten melalui blog dan social media. Dalam konsep ini, dikenal istilah prosumen atau produsen-konsumen. Masyarakat tidak saja menjadi konsumen informasi, tetapi juga sudah menjadi produsen informasi. Sehingga, informasi tidak hanya datang dari satu arah (one to many), tetapi datang dari banyak arah (many to many).

Proses perubahan terjadi ketika masyarakat secara bersama-sama memaknai informasi yang dibuat oleh mereka sendiri, kemudian secara bersama-sama melakukan sebuah tindakan masif. Contohnya saja pada kasus Prita Mulyasari. Masyarakat membuat dan mempublikasikan informasi ketidakadilan yang diterima oleh Prita, kemudian secara sadar mereka melakukan tindakan masif berupa pengumpulan Koin untuk Prita.

Foto: Flickr.com

Foto: Flickr.com

Sedangkan Civic Journalism, masyarakat diajak secara persuasif untuk melakukan perubahan. Alih-alih menyerang kebijakan yang dibuat struktural, Civic Journalism lebih menitikberatkan pada pembentukan kultural di ranah akar-rumput (grass-root). Kegiatan jurnalisme sendiri tetap dipegang oleh media massa konvensional.

Merujuk pada Wikipedia, professor David K. Perry dari University of Alabama, menyebutkan Civic Journalism sebagai berikut:

An attempt to abandon the notion that journalists and their audiences are spectators in political and social processes. In its place, the civic journalism movement seeks to treat readers and community members as participants.

Dalam bahasa Indonesianya, bisa diartikan lebih-kurang sebagai berikut:

Sebuah percobaan untuk meninggalkan gagasan bahwa jurnalis dan audiensnya merupakan penonton dalam proses politik dan sosial. Dalam hal ini, gerakan Civic Journalism mencoba untuk memperlakukan anggota pembaca dan komunitas sebagai partisipan.

Sang Pakar mencontohkan dengan polusi udara di Kota Bandung. Sudah puluhan tahun media massa lokal Jawa Barat mengkritik pemerintah bahwa polusi udara di Kota Bandung sudah sangat parah dan perlu pembenahan segera. Alih-alih menggubris, ternyata pemerintah Kota Bandung malah semakin giat membangun dan menambah udara Bandung kian mengkhawatirkan.

Foto: thecityfix.com

Foto: thecityfix.com

Menggunakan Civic Journalism, media massa konvensional tidak lagi mengkritik kebijakan pemerintah, tetapi mulai menggerakan masyarakat untuk melakukan budaya yang ramah lingkungan. Contohnya dengan menumbuhkan budaya bersepeda masyarakat.

Bila bersepeda sudah menjadi budaya dan kebutuhan masyarakat, lambat laun masyarakat sendiri yang akan menuntut kepada pemerintah. Contohnya saja dengan tuntutan jalur khusus sepeda dan udara yang bersih bagi pesepeda. Bila yang minta masyarakat, pemerintah akan lebih keras berusaha untuk mewujudkannya. Dalam hal ini, pergerakannya halus, tetapi efektif dan membekas.

Dari perspektif Civic Journalism inilah, saya memiliki wawasan dan pandangan bahwa jurnalisme tidak harus bermain frontal menggugat struktural untuk merubah masyarakat secara kultural. Justru, perubahan dalam masyarakat bisa terwujud karena adanya kesadaran. Dan kesadaran masyarakat bisa didapat ketika mereka teredukasi dengan baik. Dalam hal ini, jurnalisme lah yang memiliki peran besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s