Si Tupai Taman Ganesha, Tak Akan Pernah Ada Lagi?


Foto: dherdian.wordpress.com

Foto: dherdian.wordpress.com

Sore ini (11/1), saya memergoki Awang, satpam Salman ITB, memainkan hewan peliharaan barunya. Seekor anak tupai yang dengan lincahnya bermain di antara lengan dan pundak Awang. Setelah saya perhatikan jenisnya, ternyata peliharaannya tersebut adalah tupai yang sering saya lihat bermain di antara ranting dan pohon di Taman Ganesha, Bandung.

Jujur, saya terkejut dengan hewan peliharaan Awang yang satu ini. Sepengamatan saya, hanya ada 2 ekor tupai di Taman Ganesha. Bila salah satunya ada di tangan Awang, berarti hanya ada seekor tupai yang tersisa di taman sebelah Masjid Salman ITB tersebut. Tentunya, si tupai yang bebas itu kini sendiri, tanpa teman satu spesies. Menyedihkan.

Namun, lebih menyedihkan lagi ketika Awang menceritakan fakta selanjutnya. Menurut dia, Tupai yang kini jadi peliharaannya adalah anak dari tupai yang sering saya lihat di pagi hari. Tupai besar yang kerap saya lihat, adalah ibu dari tupai kecil ini. Dan tupai besar tersebut, kabar yang saya dapat dari Awang, telah ditangkap oleh pemburu beberapa hari yang lalu.

Akhirnya, si anak tupai mencari ibunya sehingga turun dari pohon. Awang menuturkan bahwa jumlah anak tupai sebenarnya ada 2. Keduanya ditangkap oleh tukang bakso tahu yang kerap nongkrong di sekitar Salman ITB. Karena merasa kasihan, Awang membeli salah satu dari kedua anak tupai tersebut. Sehingga, kedua anak tupai tersebut bukan saja kehilangan ibunya, tetapi juga terpisah dari saudaranya. Sungguh, sangat kisah sinetron, tapi itulah faktanya.

Dan kini, hampir bisa dipastikan, tidak akan pernah lagi saya melihat tupai di Taman Ganesha. Tupai yang tiap pagi saya kagumi meloncat-loncat riang di antara pepohonan Taman Ganesha, saat ini mungkin tengah bersedih karena harus terkungkung dalam kurungan dan terpisah dari anak-anaknya.

Si anak-anak pun, entah akan seperti apa nasibnya kelak. Padahal, saya berharap mereka menjadi penerus penghias Taman Ganesha ketika dewasa kelak. Meneruskan apa yang ibu mereka lakukan, yaitu melompat-lompat dari satu dahan ke dahan lainnya dengan indah dan elok.

13 thoughts on “Si Tupai Taman Ganesha, Tak Akan Pernah Ada Lagi?

  1. khristya berkata:

    wah k, padahal mba rini dulu pernah beli tupai juga, tapi enath bagaimana kabarnya sekarang. Kalo ga salah namanya betti.

    btw, boleh link ya..
    -khristya

    • Yudha P Sunandar berkata:

      hmmm…
      saya rasa, ide untuk membeli tupai yang satu lagi bukan ide bagus. nanti, malah semakin banyak aja orang jualan tupai d ganesha, yang akhirny malah menghabiskan jumlah tupai d taman ganesha.
      usul saya sih, perbanyak tupainy, tapi jangan beli tupainya. ayo, yang anak biologi (khususny ekologi pertupaian), ada yang harus dikerjain, nih. hehe

    • Yudha P Sunandar berkata:

      bukan ide bagus.
      hutan2 d berbagai belahan dunia pun rusak karena ada demand dr kota. sehingga, sebaiknya tidak membeli hewan2 yg ada d alam. nanti, orang2 yg butuh duit dan berotak duit, malah menjadikan ini bisnis baru, dan semakin sedikit saja jumlah tupai d taman ganesha nantiny.

    • Yudha P Sunandar berkata:

      kebetulan saya lagi ndak bawa hape waktu itu, mba. jadi, ndak sempet d foto.
      nanti saya hunting foto tupai, deh. smoga dapet yg gemuk.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s