Konsultasi Kehidupan di Malam Pergantian Tahun


Foto: muzixworld.wordpress.com

Foto: muzixworld.wordpress.com

Perpindahan tahun dari 2010 ke 2011, saya lewatkan di Rancamanyar, Kabupaten Bandung. Sebuah desa yang berada di sebelah selatan Sungai Citarum. Ini adalah daerah tinggal Cici saya (Cici = sebutan kakak perempuan untuk keturunan Tionghoa). Sehari sebelum tanggal 31, beliau dan calon suaminya mengundang saya melewatkan malam tahun baru di rumahnya bersama adik-adik dan teman-teman adiknya.

Seperti kegiatan di malam tahun baru pada umumnya, di rumah Cici juga diselenggarakan acara bakar jagung dan ikan. Meskipun begitu, saya lebih banyak mengobrol dan berkonsultasi dengan beliau tentang hal terkait saya dan sekitar saya. Urusan bakar jagung dan ikan, saya biasanya membantu mendoakan agar jagung dan ikannya cepat matang. Saya juga membantu menghabiskan jagung dan ikan yang telah matang.

Hal yang membuat saya senang berkonsultasi dengan Cici adalah saya tidak perlu banyak bercerita tentang diri dan lingkungan saya. Biasanya saya hanya menyampaikan bahwa saya minta saran untuk satu hal. Lalu, beliau akan membeberkan kondisi saya sekaligus saran-sarannya yang saya nilai sangat bijak dan solutif serta inspiratif. Padahal saya sangat jarang sekali bercerita tentang keadaan saya. Namun, beliau bisa tahu dengan sangat detail tentang kondisi saya dan lingkungan, bahkan pada hal-hal yang tidak saya ketahui.

Salah satu hal yang beliau sarankan adalah mengenai aktivitas saya saat ini. Beliau menyarankan untuk tetap melakukan yang terbaik dan sebisa mungkin berkenalan serta bersilaturahmi dengan lebih banyak orang lagi. Menurutnya, itu bisa membantu saya dalam mengatasi berbagai kesulitan dalam aktivitas saya saat ini.

Ditanya mengenai kejenuhan saya dalam beraktivitas saat ini serta adanya kekhawatiran diri saya tidak berkembang, beliau menyarankan untuk saya lebih banyak membuka diri dan pandangan. Belajar jurnalistik, katanya, caranya bukan dengan belajar ke orang-orang yang lebih terampil. Belajar jurnalistik dapat dilakukan dengan menggali hal-hal kecil di sekitar kita. Melihat lebih dekat, lebih dalam, dan dari sisi yang berbeda. Menurutnya, faktor itulah yang akan membuat saya bisa semakin berkembang dalam jurnalistik dan menghilangkan kejenuhan beraktivitas saya.

Beliau juga menyarankan untuk saya mencari penghasilan tambahan. Menurutnya, bila hanya bergantung dari penghasilan saat ini, saya akan sulit berkembang secara ekonomi. Bukan masalah kemampuan kantor saya dalam hal finansial. Namun lebih ke aspek pandangan pemegang keputusan yang masih kurang menghargai karya kerja pegawai. Sehingga agak mengecewakan dalam hal renumerasi. Meksipun begitu, Cici tetap menyarankan untuk berkarya dan melakukan yang terbaik.

Untuk bahasan konsultasi lainnya, saya mohon maaf tidak dipaparkan di sini, karena bersifat sangat individu. Namun, kesimpulannya, konsultasi di malam pergantian tahun, benar-benar membuat saya memiliki bekal untuk mengarungi hari-hari di tahun 2011 ke depan.

Foto: etravelpilipinas.com

Foto: etravelpilipinas.com

Selain berkonsultasi, saya juga mencicipi metode pengobatan alternatif ala Tiongkok, yang dilakukan calon suami Cici. Ini adalah kali pertamanya saya mencoba setelah sekian lama hanya melihat di layar kaca, tepatnya di film tiongkok zaman pendekar silat.

Meskipun hanya menggunakan 2 jari, yaitu jari telunjuk dan jari tengah, tetapi hujamannya sangat kuat. Di beberapa titik, bahkan terasa sangat sakit. Hal ini merupakan pertanda bahwa organ yang terhubung dengan titik tersebut, bermasalah.

Beberapa menit usai menikmati salah satu pengobatan gaya negeri Tiongkok ini, saya diberitahu beberapa masalah kesehatan yang menghinggapi tubuh saya. Beberapa di antaranya adalah masalah pikiran yang disebabkan masalah pekerjaan yang tidak ketemu solusinya. Untuk hal ini, saya disarankan untuk lebih rileks dan membuka wawasan dalam bekerja.

Saya juga ada sedikit masalah di pernafasan lantaran terlalu sering diam di ruangan yang lembab dan tidak berjaket ketika malam. Untuk masalah ini, solusinya harus sering-sering berjemur sinar pagi matahari. Saya juga disarankan untuk membenahi ruangan kerja saya agar tidak lembab.

Masalah lainnya adalah terlalu sering berada dalam posisi yang sama selama beberapa jam, yaitu duduk di depan komputer. Hal ini menelurkan masalah di punggung seperti sering nyeri di daerah belakang pinggang dan tubuh jadi bungkuk. Masalah lainnya adalah pada mata. Hal ini karena saya kerapkali berhadapan dengan komputer hingga berjam-jam lamanya. Sehingga menghasilkan penurunan daya pandang mata untuk melihat.

Cici menyarankan saya untuk memulai kembali program olahraga beladiri saya yang sudah terhenti 3 tahun lamanya. Beliau menyarankan saya ikut Wushu. Saya agak ogah sebenarnya ikut beladiri ini karena butuh latihan yang keras. Saya pun langsung menawarkan usulan solusi Taichi, olahraga yang ingin saya ikuti sejak lama.

Namun, usulan tersebut ditolak. Alasannya, Wushu cocok dengan postur tubuh saya. Sedangkan Taichi, meskipun dari segi gerakan ringan, tetapi bila terdapat kesalahan mengolah energi, bisa berakibat fatal bagi organ tubuh. Sehingga tidak disarankan, setidaknya ketika masih di usia muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s