Kompas atau Jam


Foto: worldwatchreview.com

Foto: worldwatchreview.com

“Kompas atau jam?” tanya tante Agustina kepada saya. Saya bingung menjawabnya. Tante kemudian menanyakan kembali, “Ketika berada di sebuah perjalanan, mana yang akan kamu pilih, kompas atau jam?” Masih juga bingung jawabnya. Karena, jam pun bisa digunakan untuk membaca arah. Meskipun begitu, kompas adalah alat yang tepat untuk menentukan arah.

“Kompas, Tante, karena alat yang cocok untuk menentukan arah,” ungkap saya. Tante Agus hanya tersenyum. “Itulah seharusnya hidup,” ungkapnya. Dalam hidup, lanjut Tante Agus, tentukan arah dulu baru kemudian tentukan waktu.

Seringkali dalam hidup kita lebih fokus kepada waktu, bukan pada menentukan tujuan hidup. Kita lebih sering berambisi untuk menggapai sesuatu pada waktu tertentu. Contohnya, umur 25 saya harus sudah kuliah S3, atau umur 30 saya sudah harus punya rumah.

Idealnya, tentukan dahulu tujuannya, baru memaparkannya dalam bentuk perencanaan waktu. Misalnya, kita akan pergi ke Jakarta dari Bandung. Setelah itu, tentukan moda transportasi yang digunakan, waktu keberangkatan, dan waktu tiba.

Terkadang, waktu ini bisa kita rubah sesuai dengan kondisi. Misalnya, ketika moda transportasi yang disediakan tidak jalan, kita merubah moda transportasi lain yang tentunya membuat waktu keberangkatan kita berubah. Pun ketika berada di jalan, ternyata ada kejadian yang tidak diprediksi, sehingga waktu di perjalanan lebih lama dari yang kita rencanakan.

Dalam hidup pun demikian. Ketika kita menentukan tujuan, kita harus tahu jalur yang kita gunakan untuk meraih tujuan. Jalan yang dilalui, biasanya tidak pernah semulus bayangan kita. Sehingga, fleksibilitas dalam menentukan waktu, mutlak diperlukan.

Well, bagaimana pun perjalanan hidup ini tentang bagaimana kita melalui sebuah proses, bukan hasil. Proses yang baik, menghasilkan hasil yang baik.

Pun saya ngak tahu apa yang saya bicarakan dalam postingan kali ini. Hanya ingin mengungkapkan 2 paragraf pertama di atas. Sisanya, hanya runtutan kata-kata agar postingan ini terlihat banyak. Huf!

Iklan

2 thoughts on “Kompas atau Jam

  1. Frista berkata:

    Yup betul sekali bung..
    Kompas,jam,dan peta pastinya. peta kihidupan biar bisa memetakan segala sikap dan tujuan demi tujuan yang akan kita capai.Mesti terprogram dan terjadwal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s