Ajang Adu Nyali di Pijat Refleksi


Foto: bodyworkprofessionalsorlando.com

Foto: bodyworkprofessionalsorlando.com

Akhir-akhir ini, anak-anak Aksara dan Korsa sedang menggandrungi pijat refleksi, sebuah metode kesehatan dengan memijat-mijat telapak kaki. Tidak tanggung-tanggung, alat yang digunakan bukan lagi sebatas tangan, tapi ujung runcing pulpen. Rasanya, sudah dipastikan luar biasa sakitnya.

Adalah tante Agustina sebagai konsultan kesehatan alternatif kami dalam bidang pijat refleksi. Beliaulah yang “menyiksa” kami dengan menusuk-nusukan ujung pulpen ke telapak kaki kami. Teriakan penuh kesakitan seringkali terdengar dari markas Korsa dan Aksara. Itu pertanda bahwa sedang ada yang tersiksa dengan tusukan ujung runcing pulpen yang sedang menari-nari di telapak kakinya.

Teriakan kesakitan bercampur dengan tawa kegelian, adalah ekspresi umum yang keluar ketika sedang menjalani pijat refleksi. Seringkali hal ini menjadi bahan olok-olokan bagi mereka yang sudah dapat giliran pijat refleksi. Beberapa momen bahkan direkam oleh anak-anak. Konyolnya, ekspresi ini dijadikan nada dering untuk ponsel.

Titik-titik yang terasa sakit menandakan bahwa ada yang salah dengan organ tubuh kita. Cara mengetahuinya, tentu saja dengan melihat bagian telapak kaki kita yang sakit ketika ditusuk.

Acap kali anak-anak mahasiswa kesakitan di daerah jari dan bagian tengah telapak kaki. Daerah jari menandakan ada yang salah di daerah kepala. Umumnya terlalu banyak pikiran sehingga menyebabkan stres. Mungkin karena terlalu banyak tugas kuliah atau kurang tidur.

Kemudian daerah bagian tengah telapak kaki, merupakan syaraf yang langsung ke bagian perut dan pencernaan. Biasanya ngak jauh-jauh dari penyakit di lambung dan usus. Umumnya disebabkan pola makan yang kurang baik, dan mahasiswa dan anak kostan banyak menderita penyakit di bagian ini.

Foto: blog.baliwww.com

Foto: blog.baliwww.com

Tante Agustina menyimpulkan bahwa penyakit yang diderita oleh anak-anak Korsa dan Aksara umumnya disebabkan karena terlalu banyak pikiran dan pola makan yang salah. Banyak pikiran umumnya disebabkan banyaknya masalah yang harus dihadapi, mulai dari masalah kuliah, masalah di organisasi, sampai masalah soal cinta.

Apesnya, banyak dari mereka yang kurang baik mengelola pikiran, termasuk saya. Imbasnya, kami-kami ini seringkali merasakan sakit kepala. Lebih dari itu, faktor pikiran biasanya mempengaruhi organ tubuh yang lain. Sehingga, sakitnya bisa jadi bukan hanya kepala, tapi bisa juga menular ke jantung dan pencernaan.

Sedangkan untuk pola makan yang salah, tidak hanya mempengaruhi pencernaan. Namun, bisa juga mempengaruhi kondisi tubuh dan kemampuan reproduksi. Contoh pola makan yang dikritik oleh Tante Agustina adalah mengemil malam hari yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan disfungsi alat reproduksi. Wew, kabar yang tidak mengenakan.

Belum lagi isi kantong yang pas-pasan, membuat penghuni Aksara dan Korsa seringkali makan secara tidak teratur. Bahkan tak jarang merapel makan pagi, siang, dan sore menjadi hanya sekali makan. Hal ini, tentunya makin memperparah kondisi organ pencernaan dan syaraf.

Tante Agustina banyak menyarankan untuk mengatur pola hidup, khususnya pola makan. Jangan tidur terlalu larut, tidak mengemil di malam hari, dan menganjurkan sarapan pagi, adalah hal yang paling ditekankan oleh Tante Agustina.

Tak hanya itu saja. Kami juga disarankan pijat refleksi dengan teratur. Untuk satu bulan pertama, kami dianjurkan pijat refleksi seminggu sekali. Sisanya, dianjurkan sebulan sekali.

Mengingat sakitnya pijat refleksi bila ada organ yang bermasalah, banyak teman-teman Aksara dan Korsa saling mengingatkan untuk menjaga pola makan. Contohnya saja bila malam semakin larut dan tersedia makanan kecil di Korsa atau Aksara. “Eits, jangan ngemil di malam hari. Nanti, waktu direfleksi menderita, lho,” tegur salah satu dari kami bila ada yang bermaksud ngemil di malam hari.

Ujung-ujungnya, usaha kami untuk mengaplikasikan pola hidup sehat, bukan karena kami ingin hidup sehat, tapi takut kesakitan ketika waktu refleksi tiba. Namun, meskipun acapkali kesakitan hingga keluar keringat, kami tidak kapok juga untuk selalu menjalani pijat refleksi.

Foto: acupuncture-treatment.com

Foto: acupuncture-treatment.com

Manfaat yang sangat besar dari pijat refeksi, itulah yang jadi motivasi kami untuk selalu menjalaninya. Biasanya, usai menjalani pijat refleksi, badan terasa ringan, kepala tidak pusing lagi, tidur jadi nyenyak, nafsu makan bertambah, dan organ yang bermasalah tidak terasa sakit lagi.

Meskipun begitu, tidak semua orang bisa melalui pijat refleksi ini. Setengah jam yang menyakitkan, harus dilalui tanpa ada kompromi. Konyolnya, kesempatan pijat refleksi ini dijadikan ajang adu nyali oleh anak-anak Aksara dan Korsa.

Wajar, karena ketika saya mencoba menjalaninya, ada momen ketika saya merasa sangat kesakitan dan ingin rasanya menyerah serta menghentikan proses pijat refleksi yang tengah berjalan. Namun, mereka yang dapat menghadapinya dan melaluinya, dinilai punya mental yang kuat dan pantang menyerah.

Berani coba?!

4 thoughts on “Ajang Adu Nyali di Pijat Refleksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s