Kata Mereka, Berita Itu…


Foto: ecochildsplay.com

Foto: ecochildsplay.com

Tanggal 27 dan 28 Juni 2010 silam, saya diminta oleh teman-teman Pembinaan Anak-Anak Salman (PAS) ITB untuk menjadi pemateri media massa cetak dalam kegiatan Jurnalistik, Masak, dan Mengaji (Jumanji) 2010. Kehadiran saya menggantikan pemateri lain, yang sampai H-1 belum dapat dihubungi panitia.

Sebenarnya saya agak enggan untuk menjadi pemateri JUMANJI. Jujur, saya agak kikuk lantaran harus menghadapi manusia-manusia berusia antara 6 sampai 11 tahun. Bingung rasanya harus menerangkan tentang jurnalistik ke anak-anak kecil. Itu berarti, saya harus menyederhanakan konsep dan menyederhanakan kata-kata saya serta harus lebih banyak memberikan gambaran dengan bahasa mereka. Dan saya tahu, saya tidak terlalu mahir dalam hal tersebut.

Di detik-detik terakhir pun saya masih berharap pemateri yang saya gantikan, mengkonfirmasi kehadirannya kepada panitia. Secara mereka mengurusi rubrik anak-anak di sebuah koran di Jawa Barat, setidaknya mereka lebih mumpuni memberikan materi dan menghadapi anak-anak. Namun, harapan itu ternyata tidak terwujud, dan saya pun memberikan materi di Jumanji.

Saya kebagian menerangkan pengenalan jurnalistik dan fotografi. Itu pun sudah membuat saya panas-dingin. Anak-anaknya benar-benar aktif dan susah dikendalikan. Saya menerangkan 10 kata, mereka berkicau 100 kalimat. Huf, berat. Dan saya menyadari bahwa jadi guru SD ternyata butuh usaha yang tidak gampang.

Foto: shapingyouth.org

Foto: shapingyouth.org

Meskipun begitu, ada banyak kejutan yang tidak saya sangka-sangka. Salah satunya ketika saya baru menulis di papan kata “Jurnalis”, salah satu dari mereka langsung nyeletuk, “Kak, jurnalis itu wartawan, yah? Orang yang mencari, mengolah, dan mempublikasikan informasi. Bener, kan?” Celetukan itu makin membuat saya kikuk dan bergumam dalam hati, “Gila, anak-anak SD sekarang cerdas-cerdas.”

Kejutan lainnya ketika saya menerangkan definisi berita. Ketika saya lemparkan pertanyaan, “Apa definisi berita?” Hampir serentak mereka berteriak, “Pembunuhan! Pemerkosaan! Perampokan! Pencurian! Video Ariel!” Saya agak shock mendengarnya. Ternyata, pemberitaan di media massa, khususnya media TV, sangat berpengaruh terhadap pandangan mereka tentang berita. Sangat miris bahwa generasi Indonesia yang masih sekecil mereka, terpapar informasi buruk dari media.

Pelajaran yang saya ambil dari kegiatan Jumanji, ternyata memberikan akses informasi berlebihan kepada anak-anak, tidak selalu berdampak positif. Memang, hal yang baik tuh bukan yang berlebihan, tapi yang proporsional. Berikan informasi sesuai dengan pemahaman dan usia mereka. Meskipun secara intelektual mereka bagus, tapi belum tentu secara mental dan spiritual.

3 thoughts on “Kata Mereka, Berita Itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s