Hakikat Berbagi Ilmu


Foto: Wiedeva.wordpress.com

Foto: Wiedeva.wordpress.com

Hari Senin (24/5) adalah hari dengan pengalaman yang mungkin tidak akan saya lupakan seumur hidup saya. Pasalnya, di hari tersebut saya dijebak disuruh memberikan Kultum (kuliah tujuh puluh menit) di Masjid Lautze 2 Bandung. Mengesankan karena inilah pertama kali saya memberikan kultum tentang agama.

Kesan kebingungan dan grogi ketika mendapatkan amanah memberikan kultum tentang agama, menandakan bahwa ternyata ilmu agama saya masih teramat sangat dangkal. Tak hanya kebingungan mencari tema yang cocok, tetapi saya juga kebingungan mencari materi dan potongan ayat Alquran serta hadist untuk menguatkan argumen-argumen kultum saya. Beruntung ada Latifah bersama si Mamang Google. Mereka berdua amat membantu saya menguraikan kebingungan saya. Terima kasih, guys. Love both of you.🙂

Kembali ke kultum. Saya membahas mengenai pentingnya berbagi ilmu. Saya membuka kultum dengan surat Az Zumar ayat 49: Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.

Dalam hal ini, saya ingin menyampaikan bahwa ujian dari Allah bukan hanya kekurangan harta semata, tapi juga kelebihan harta. Apakah harta berlebih yang Allah berikan kepada kita, telah kita manfaatkan dengan baik atau kita hambur-hamburkan untuk hal-hal mubazir? Bagaimana pun, dari setiap harta kekayaan yang Allah berikan, ada hak orang lain yang harus kita sampaikan.

Kekayaan harta ini, bagi saya, tidak hanya mengenai kekayaan dari segi materil semata, tetapi juga kekayaan ilmu. Ilmu yang telah Allah anugerahkan kepada kita, bukan semata-mata untuk kepentingan kita belaka. Ada amanah dari Allah untuk mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari. Caranya, bisa dengan mengamalkan ilmu kita untuk orang banyak, bisa juga dengan cara mengajarkannya kepada orang lain, dan bisa juga berbagi melalui media massa.

Bagaimana pun, Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat.” Dalam hadist tersebut, Rasul mengingatkan kita untuk selalu berbagi ilmu yang kita miliki, meskipun hanya sedikit. Tidak melihat kuantitas ilmu yang dibagi, tetapi seberapa besar usaha kita untuk membagi ilmu yang kita miliki. Tentunya dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah.

Foto: Alqiyamah.wordpress.com

Foto: Alqiyamah.wordpress.com

Keutamaan berbagi ilmu ini memiliki setidaknya 2 dampak positif. Pertama, ilmu yang kita miliki akan selalu bertambah terus menerus. Dengan berbagi ilmu ke banyak orang, kita akan selalu dituntut untuk mengingat dan mengasah ilmu pengetahuan yang kita miliki. Tidak hanya itu saja. Kita juga akan mendapatkan banyak masukan mengenai ilmu yang telah kita bagikan kepada mereka. Sehingga ilmu yang kita miliki akan cenderung bertambah.

Dampak positif kedua, ilmu yang bermanfaat akan menemani kita di alam kubur nanti, sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim: “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah semua amalnya kecuali tiga, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”

Untuk berbagi ilmu, ada banyak caranya. Salah satunya dengan menulis di media massa. Media massa pun tidak melulu media massa konvensional seperti koran, majalah, dan buletin, tetapi juga bisa menggunakan media di internet seperti situs web, blog, mailing list, dan situs jejaring sosial.

Saya juga sedikit menyinggung peranan masjid sebagai sumber ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama, untuk senantiasa menulis dan berbagi ilmu melalui berbagai media yang tersedia di internet. Bagaimana pun, teknologi ibarat pedang yang memiliki 2 sisi, sisi positif yang memiliki keuntungan bagi penggunanya, dan sisi negatif yang bisa menyebabkan kerugian bagi si empunya pedang.

Oleh karena itu, kita seharusnya bisa lebih rajin memanfaatkan teknologi untuk berbagai kegiatan positif. Sehingga, dampak negatif internet, lambat laun bisa diseimbangkan oleh konten yang positif. Bahkan, diharapkan internet bisa membawa dampak positif bagi penggunanya.

Saat ini, Masjid Salman ITB dan Masjid Lautze 2 Bandung telah memiliki situs web sendiri. Sebagai penutup kultum, saya mengajak peserta kultum, yang merupakan pengurus Masjid Lautze 2 Bandung, untuk aktif mengisi konten di situs Lautze 2 Bandung. Sehingga rantai ilmu pengetahuan tidak terputus dan bisa menjadi amal yang terus mengalir.

Tak hanya itu saja. Berbagi ilmu di internet, merupakan wujud pertanggungjawaban masjid terhadap umat. Umat Islam bisa melihat sejauh mana uang yang disumbangkan dapat bermanfaat bagi terwujudnya masyarakat madani berbasiskan masjid.

One thought on “Hakikat Berbagi Ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s