Blog: Bentuk Tanggung Jawab Sosial Warga Perguruan Tinggi Kepada Publik


Sore hari pertama Cia Gwee, Bandung diguyur hujan yang cukup deras. Tidak terlalu deras, tapi cukup membuat jaket yang saya kenakan basah kuyup. Sore hari pertama imlek ini, saya diundang untuk mengisi kajian rutin di Asrama Etos Dompet Dhuafa, di bilangan Tubagus Ismail, Bandung.

Saya diminta menyampaikan materi tentang optimalisasi blog untuk berkarya dan berdakwah. Nampaknya, pihak pengelola asrama ingin penghuninya memahami fungsi blog dan istiqamah mengisi konten di blognya masing-masing. Tujuannya, agar mereka dapat memaksimalkan internet sebagai sarana berkarya dan berdakwah.

Sejujurnya, saya sendiri agak bingung dengan materi yang ingin disampaikan. Alasannya, saya masih terganjal dengan definisi kata “Dakwah”. Hingga 24 jam sebelum kegiatan, saya masih belum menyusun materi. Untungnya bertemu mas Amal dan ditraktir jus di kantin Salman ITB sehari sebelum acara. Sehingga ada beberapa inspirasi untuk saya mulai menyusun materi.

Meskipun begitu, lantaran belum menemukan definisi “Dakwah” yang sreg, tetap saja saya agak kurang puas dengan materi yang ingin saya sampaikan. Tapi, apa boleh buat. Lantaran waktu yang semakin sempit, akhirnya saya harus rela menyusun materi presentasi ala kadarnya.

Saya memulai pembahasan di depan sekitar 30 orang mahasiswa dengan mengetengahkan definisi blog. Kemudian, saya juga menekankan bahwa blog itu hanya sekedar alat, bukan objek. Alat untuk menyampaikan informasi kepada khalyak ramai, bukan objek yang harus diutak-atik sehingga kita lupa esensi sesungguhnya dari blog.

Saya juga menerangkan sedikit materi tentang Citizen Journalism. Saya ingin sedikit menanamkan kepada mereka bahwa kita semua adalah jurnalis yang mencari informasi dan menyampaikannya kepada publik.

Bahasan yang menarik bagi saya adalah tentang alasan kita harus menulis blog. Dari 9 poin yang saya sampaikan, ada 2 poin yang saya suka. Pertama, menulis blog adalah ladang amal. Karena dengan menulis blog, kita menyebarkan ilmu dan menebarkan kebaikan. Tentu saja, yang namanya menyebarkan ilmu dan menebarkan kebaikan merupakan kegiatan yang mendapatkan apresiasi positif dalam Islam.

Poin kedua, menulis blog adalah bentuk tanggung jawab sosial kita, sebagai orang yang diberi kelebihan ilmu, kepada publik. Saat itu, saya menandaskan bahwa ilmu itu adalah amanah dari Tuhan. Tentunya amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya dan digunakan untuk kepentingan orang banyak.

Salah satu cara untuk menjaga amanah ilmu, tentu saja dengan mengamalkan ilmu tersebut ke masyarakat. Saya memandang, blog adalah salah satu cara kita untuk mengamalkan ilmu kepada masyarakat. Bila ilmu kita belum bisa diaplikasikan di masyarakat, tak ada salahnya bila ilmu yang ada sebisa mungkin disampaikan ke masyarakat dengan harapan menambah wawasan dan mencerdaskan masyarakat.

Inspirasi untuk poin kedua ini saya dapatkan dari mas Amal waktu kami berbincang menunggu hujan reda di kantin Salman. Dari 3 jam percakapan kami, dari sekian banyak quote menarik dari mas Amal, salah satunya adalah, “Pameran itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab seorang seniman kepada publik.” Makasih, mas. You inspired me yesterday.πŸ™‚

Mengakhiri presentasi, 5 slide terakhir saya memaparkan mengenai etika dalam menulis di dunia online, ciri-ciri blog yang baik, tips agar blog ramai dikunjungi, memulai ngeblog, dan tantangan kita di masa depan dalam mengisi konten.

Dalam pemaparan materi selama 30 menit tersebut, saya juga menekankan mengenai konten lokal. Secara, Indonesia kekurangan konten lokal. Jadi, sebisa mungkin saya kampanyekan ngeblog dan perbanyakan konten lokal.

Tiga puluh menit selanjutnya, kami gunakan untuk berdiskusi dan tanya jawab. Beberapa hal yang kami diskusikan adalah mengenai ancaman plagiat di internet dan bagaimana menyikapi situs-situs di internet yang memojokan Islam. Diskusi lainnya lebih mengenai aspek-aspek teknis seperti masalah domain, tampilan, dan tentang mesin pencari.

Tepat pukul 5 sore, sesi saya berakhir. Senang rasanya mendapatkan bingkisan buah-buahan yang manis dan menyehatkan. Cukup untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang sedang kurang bersahabat ini.

Hal yang cukup menyenangkan lainnya, salah satu penghuni asrama mengusulkan untuk memposting catatan kuliah ke blog masing-masing. Selain sebagai rasa syukur atas kesempatan berkuliah, usulan itu juga sebagai bentuk tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa, kepada publik.

Semoga terlaksana.πŸ™‚

Materi presentasi, dapat diakses di sini.

One thought on “Blog: Bentuk Tanggung Jawab Sosial Warga Perguruan Tinggi Kepada Publik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s