Realitanya, Wajah Indonesia Belum Islami


Saat ini, banyak pandangan negatif sebagian non-muslim terhadap Islam yang menstereotipekan bahwa Islam adalah agama orang-orang miskin, malas, dan bodoh. Menurut saya, pandangan ini wajar muncul di kalangan non-muslim. Mereka melihat realita bahwa umat Islam di Indonesia adalah miskin, malas, dan bodoh.

Pandangan ini mengingatkan saya tentang ceramah mas Syarif Hidayatullah, Sekretaris Pengurus YPM Salman ITB, pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2010 silam. Beliau mempertanyakan mengenai aspek keimanan sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Saya suka dengan analogi mas Syarif waktu itu. Beliau bilang, kalau kebersihan adalah sebagian dari iman, masih layakkah kita umat Islam Indonesia mengklaim diri sebagai umat terbaik? Padahal umat Islam adalah umat mayoritas dengan jumlah 85% dari keseluruhan penduduk Indonesia. Tapi WC yang paling bersih justru ada di negara Jepang dan Singapura, negara yang notabenenya disebut sebagai negara orang-orang kafir.

Faktanya memang demikian. Banyak umat Islam di Indonesia yang masih membuang sampah sembarangan. Banyak juga umat Islam di Indonesia yang tetap bertahan hidup di daerah yang kumuh dan kotor.

Itu baru dari aspek kebersihan saja. Bagaimana dengan aspek-aspek lainnya seperti kerja keras, intelektual, kedisiplinan, dan kejujuran? Padahal Islam sendiri sangat menganjurkan kerja keras. Islam sendiri mewajibkan umatnya untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Islam sendiri mengajarkan untuk selalu disiplin melalui sholat 5 waktunya. Islam sendiri juga mengingatkan dengan keras untuk selalu memelihara kejujuran.

Meskipun umat Islam adalah mayoritas penduduk Indonesia, namun negara kita belumlah Islami. Meminjam ungkapan ci Sendy, Bendahara Yayasan Haji Karim Oei (YHKO) Bandung, Realitanya wajah Indonesia belum Islami.

Bagi sebagian kita, pandangan negatif ini memang tidak terlalu berpengaruh. Tapi, bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan keIslamannya dan menunjukan bahwa Islam adalah agama yang baik, tentu ini menjadi tantangan bagi mereka.

Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memelihara Islam. Bagaimanapun juga, Islam merupakan identitas mendasar bagi seorang muslim. Baik atau tidaknya pandangan seseorang, tergantung kepada bagaimana kita berbuat kebaikan.

Iklan

3 thoughts on “Realitanya, Wajah Indonesia Belum Islami

  1. petra berkata:

    ntar kalo ngikutin kebiasaan bersihnya kaum Jepang sama Singapura disangka ntar kaumnya mereka šŸ˜›
    seperti kata di film Sang Pemimpi khan kaum kita kebiasaanya gak pernah punya WC yang bersih šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s