Lajang Sekarang Sulit Cari Jodoh


Menikah adalah salah satu hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Karena dengan menikah, seorang manusia telah memenuhi setengah dari agamanya. Meskipun begitu, para lajang sekarang lebih sulit mencari jodoh dan menikah. Alasannya, mereka terlalu banyak kriteria dalam memilih calon pasangannya.

Demikian disampaikan oleh Adriano Rusfi, konsultan SDM dan Pendidikan independen, dalam Sekolah Pra Nikah angkatan 7 pada hari Minggu, 8 Nopember 2009 lalu di ruang E Gedung Sayap Selatan (GSS) Salman ITB. Lebih lanjut, Adriano memaparkan bahwa kriteria yang diinginkan belum tentu adalah sosok yang dibutuhkan ketika menjalani kehidupan berumah tangga kelak. “Padahal bisa jadi jodohnya sudah di depan mata. Tapi dia (orang lajang yang ingin menikah) terlalu banyak (menentukan) kriteria sehingga seringkali kesulitan menemukan jodohnya,” tandas Adriano.

Adriano juga sempat berbagi pengalamannya dalam hal menjodohkan orang. Dahulu, dirinya begitu mudah menjodohkan orang. Cukup dengan selembar kertas kecil berisikan nama dan alamat kontak serta foto diri, cari sebentar, sudah ketemu calon pasangannya. Andaikata ada kriteria, paling banyak hanya ada 3 kriteria.

“Tapi sekarang, kriterianya banyak banget. Bahkan sampai ada yang membuat CV dan proposal segala,” keluh Adriano. Pasalnya, tugasnya sebagai mak comblang, menjadi lebih berat lantaran harus benar-benar selektif memilih calon pasangan. Adriano menilai, justru hal inilah yang membuat orang-orang yang ingin menikah menjadi sulit mendapatkan jodohnya.

Bang Aad, begitu Adriano akrab di sapa, menyarankan para lajang yang ingin menikah untuk pasrah kepada Allah atas jodoh yang akan diterimanya. Apabila ingin menentukan kriteria calon pasangannya, lanjut Adriano, cukup kriterianya adalah seseorang yang Islami. “Bila tidak puas dengan kriteria tersebut, cukup hanya Anda dan Allah saja yang tahu. Biarkan Allah memberikan (pasangan) yang terbaik untuk kita,” papar Adriano.

Menyoal kriteria pasangan yang cukup dikomunikasikan dengan Allah, Adriano menceritakan pengalamannya ketika menikah. Saat itu, Adriano mengusulkan kepada Allah 5 kriteria untuk calon pasangannya. “Ternyata Allah mengabulkan 4 kriteria. Dan sekarang saya bersyukur karena satu kriteria tidak dikabulkan. Allah memang selalu memberikan yang terbaik,” ungkap Adriano.

Selain soal kriteria, Adriano juga memaparkan banyak hal lainnya yang menyebabkan para lajang sulit menemukan jodohnya dan sulit menikah. Beberapa di antaranya adalah idealisme masa muda yang tinggi, terbuai dengan mimpi indah akan keluarga ideal, belum mengalami hidup sebenarnya (the real life), ekspektasi yang terlalu tinggi, sangat normatif dan syar’ie, seringkali terlalu mengutamakan ego (based on i’am), terlalu penuh syarat, dan terlalu rasional, ilmiah, serta terlalu matematis.

Berdampak Konflik dan Penyimpangan Psikologis

Dalam kuliahnya yang berlangsung selama 2 jam tersebut, Adriano juga mengingatkan untuk menghindari kriteria yang terlalu banyak dan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap calon pasangan serta keharusan untuk memenuhi kriteria tersebut. Pasalnya, hal tersebut seringkali memicu konflik dalam rumah tangga ketika menikah nanti.

Lebih lanjut, Adriano menuturkan bahwa ekspektasi terhadap pasangan hanya akan menimbulkan kekecewaan pada diri sendiri. Sebaliknya, apabila seseorang menerima seutuhnya calon pasangannya karena Allah, kelak ketika menikah nanti akan menemui banyak kejutan yang mengagumkan dan membuat kita bersyukur. “Lihatlah manusia dalam perspektif yang utuh. Jangan setengah-setengah,” saran Adriano bijak.

3 thoughts on “Lajang Sekarang Sulit Cari Jodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s