Film Dokumenter Mampu Tumbuhkan Empati dan Kepedulian


Film Dokumenter, ternyata bisa menumbuhkan sikap empati dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian ini tumbuh lantaran film dokumenter menyajikan suguhan yang mendalam dan informatif.

Demikian diungkapkan oleh Daus, Filmmaker asal Bandung, usai menjadi mentor dalam acara The Body Shop Documentary Film Competition 2009, di Salman Films, Bandung, beberapa waktu lalu.

Ki Daus, begitu sapaannya, menuturkan bahwa sikap peduli tersebut tumbuh lantaran filmmaker dokumenter biasanya melakukan riset ketika akan membuat sebuah karya film. Riset ini berbentuk pendalaman isu-isu yang meliputi wawancara dan observasi di lapangan.

Beliau juga menyayangkan apabila seorang filmmaker dokumenter hanya menjadi “filmmaker turis”. Julukan ini merujuk pada seorang filmmaker yang hanya memiliki ide, kemudian membuat film tanpa melakukan pendalaman terlebih dahulu di lapangan. Meskipun film yang dihasilkan bagus, tapi tidak lebih dari sebuah reality show.

Apresiasi Film Dokumenter Minim

Meskipun film dokumenter mampu menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, tapi Daus menyayangkan bahwa genre film ini masih menjadi anak tiri di Indonesia. Pasalnya, masih sangat sedikit orang yang menonton film dokumenter di Indonesia.

Daus mencontohkan program Rabu Dokumenter CCF yang diselenggarakan 2 bulan sekali di CCF, Bandung. Setiap pertemuannya, jumlah peserta yang hadir tidak lebih dari 10 orang. Hal ini memperlihatkan bahwa film dokumenter masih kurang diminati, khususnya di Bandung.

Daus menyebutkan bahwa apresiasi terhadap film dokumenter di Bandung masih jauh tertinggal dibandingkan Jakarta dan Yogyakarta. Pasalnya di 2 kota tersebut, telah ada festival film dokumenter yang rutin diselenggarakan. Padahal potensi film dokumenter di Bandung cukup besar. Hal ini terlihat dari sekian banyak komunitas film di Bandung, beberapa diantaranya merupakan komunitas film dokumenter.

yudh on CyberMosque.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s