Car Free Day Hanya Omong Kosong


Hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 lalu, Bandung menyelenggarakan kegiatan kampanye global warming bertajuk Car Free Day. Kegiatan yang didukung oleh Pemda Jawa Barat dan Pemkot Bandung ini, diselenggarakan di jalan Diponegoro, Bandung. Meskipun begitu, nampaknya acara ini hanyalah omong kosong belaka. Masalahnya bukan pada bentuk apresiasi acara, tetapi tindakan nyata pemerintah kepada lingkungan yang masih omdo alias ngomong doang.

Apabila pemerintah daerah Jawa Barat dan pemerintah kota Bandung serius dalam menangani masalah lingkungan, idealnya mereka sudah melakukan program-program yang lebih pro-lingkungan. Tidak usah jauh-jauh. Misalnya saja dengan mengupayakan pengelolaan sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT), menyediakan daerah bukaan hijau dan taman kota lebih banyak, pembatasan jumlah kendaraan bermotor dan angkutan umum, dan pelestarian daerah Punclut dan Lembang sebagai daerah tangkapan air.

Kenyataannya justru sebaliknya. Program kerja yang dibuat lebih untuk memperkaya kantong pribadi tanpa mempedulikan aspek lingkungan. Sampah semakin menumpuk karena dibiarkan berlarut-larut tanpa ada proses pengolahan yang cerdas dan ramah lingkungan. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah pun sebenarnya tak lebih dari hanya sekedar membakar sampah yang tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menghasilkan polusi berlebih.

Daerah bukaan hijau dan taman kota di Bandung pun semakin lama semakin menyempit. Pelebaran jalan dan pembangunan fly-over di Bandung, baik sadar maupun tidak sadar, mengurangi daerah hijau dan mengorbankan daerah tangkapan air. Daerah Punclut dan Lembang yang seharusnya menjadi daerah tangkapan air hujan, kini mulai berganti wajah menjadi bangunan beton yang semakin lama semakin banyak.

Tentunya dengan program pembangunan seperti ini, pemerintah secara langsung maupun tidak langsung, mendukung perbanyakan kendaraan bermotor di Bandung. Belum lagi tidak adanya kebijakan penekanan angka kendaraan bermotor dan angkutan kota di Bandung, membuat kegiatan Car Free Day kemarin hanya sebagai ajang Asal Bapak Senang dan hura-hura belaka.

Biarkan Gempa Guncang Bandung

Salah satu solusi penangan kerusakan lingkungan di Bandung, mau tidak mau, membutuhkan pemerintahan yang sadar diri, bersih, dan bekerja tanpa pamrih untuk masyarakat. Bila keadaan ini belum tercapai, tidak ada solusi lain selain menyerahkannya kepada alam.

Menurut beberapa ahli Geologi, dengan adanya Patahan Lembang, Bandung berpotensi diguncang gempa besar dengan kekuatan 6,9 Skala Richter. Menurut Wikipedia, kekuatan gempa ini mampu menghasilkan kerusakan yang desktruktif secara fisik. Belum lagi dengan kondisi tanah di Bandung yang terdiri dari tanah Aluvial, potensi kerusakan bisa lebih parah dari yang diprediksikan.

Akhirnya, Bandung yang bersih, segar, dan indah seperti dulu lagi, hanya tinggal menunggu waktu. Bila tidak menunggu inisiatif pemerintah untuk bertindak lurus dan selaras dengan alam, yah tinggal menunggu saja kapan alam akan membereskan dengan caranya sendiri.

11 thoughts on “Car Free Day Hanya Omong Kosong

  1. Koen berkata:

    Setelah RS Omni menutupi inkompetensinya dengan menangkap dan mendenda Prita, sebentar lagi pemkot Bandung akan melakukan hal yang sama pada Yudha. Serammmmmmmm.

  2. Aki berkata:

    Ngga datang sih. Padahal kemarin para pejabat mungutin sampah, bareng batagor🙂
    Datang pada pake sepeda( sepeda statis didalam mobil mewahna)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s