Ketika Anak SD Berbicara Tentang Presiden


Salah satu kegiatan yang banyak disukai oleh anak-anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD) adalah menulis. Kegiatan berlibur, tontonan film, dan pengalaman yang menarik, kerap menjadi topik yang selalu ada dalam tulisan anak-anak. Tapi bagaimana bila mereka disuruh berbicara tentang Presiden idamannya?

Rasa penasaran inilah yang membuat Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB dan Perpustakaan Salman ITB menyelenggarakan lomba menulis bertema Presiden Idamanku pada Minggu, 24 Mei 2009 lalu di Koridor Masjid Salman ITB.

Salim Rusli, Ketua Panitia lomba, menuturkan bahwa kegiatan ini ditujukan sebagai pengantar peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). “Tapi karena berdekatan dengan pilpres, sehingga tema yang dipilih adalah tentang presiden,” tutur Salim.

Ketika ditanya apakah tema yang dipilih membebani peserta, Salim menilai tema tersebut tidak terlalu berat untuk mereka. Meskipun begitu, pihak panitia tidak ingin membatasi apa yang peserta tulis. “Terserah anak-anak mau menulis apa,” ungkap Salim.

Perlombaan yang diikuti 25 anak dari berbagai SD dan Madrasah Ibtidaiyah di Bandung ini, menelurkan 5 juara dari 5 kategori yang dtetapkan panitia, yaitu: Fathiyya Rizka dari MI At-Taqwa (Cerita Terluwes), Dimas Hutomo Putra dari SDN Panorama 1 (Pesan Terkuat), Farah Fauzia Raihana dari SD Muhammadiyah 7 (Bahasa Tertata), M Taufiq Murtadho dari MI At-Taqwa (Alur Terpadu), dan Narjis Karimatuzzahra dari SD Babussalam (Ide Terunik).

Eksplorasi Potensi Menulis Anak

Penetapan juara berdasarkan kategori, menurut Salim, merupakan cara untuk mengekplorasi potensi anak. Bagaimanapun juga, setiap pribadi anak memiliki potensi yang berbeda-beda.

Anwar Holil, penulis dan editor freelance yang merupakan salah satu juri lomba, mengungkapkan bahwa potensi peserta dalam bidang menulis sudah cukup bagus. Hal ini terlihat dari tata penulisan yang sudah baik.

Namun, Salim dan Anwar menyayangkan cerita peserta yang masih seragam. Kebanyakan peserta masih punya pandangan yang sama mengenai presiden. Bahkan ada beberapa peserta yang membicarakan dan mengajak untuk mendukung capres tertentu secara eksplisit. “Jadi mirip selebaran kampanye salah satu capres,” nilai Salim menyayangkan.

Presiden Idamanku…

“Aku ingin presiden yang menyayangi anak jalanan, membangun rumah yang layak bagi orang miskin, dan menggratiskan sekolah untuk orang yang tidak mampu,” tulis Farah Fauzia Raihana, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 7 dalam tulisannya. Tak hanya itu saja. Juara kategori Bahasa Tertata ini juga menggarisbawahi bahwa presidennya nanti tidak banyak janji-janji dan dapat mengatasi banyak masalah sosial.

Hal senada juga disampaikan oleh Dimas Hutomo Putra dari SDN Panorama 1. Masalah kemiskinan, penanggulangan bencana, penyelewengan dana, dan lingkungan hidup, merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh presiden idamannya.

“Kalau kita ke Italia ingat Pizza, kalau ke Indonesia yang diingat adalah penyelewengan dana. Masalah ini sudah dicantumkan dalam undang-undang. Tapi kok masih saja ada yang berperilaku tidak baik ini?” ungkap juara kategori Pesan Terkuat ini kritis.

yudh on CyberMosque.com

One thought on “Ketika Anak SD Berbicara Tentang Presiden

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s