Bekal dari Rumah


beberapa bulan belakangan ini, entah kenapa saya merindukan sesuatu yang ketika smp dan sma saya selalu bawa. sebuah benda yang bila dibuka dan digunakan dengan benar, bisa mengobati rasa lapar yang kerap menyerang ketika jam makan tiba. terlebih lagi, benda ini tak jarang bisa mempererat persahabatan saya dan teman ketika saya masih mengenakan seragam biru tua dan abu-abu.

benda tersebut adalah bekal makan siang yang selalu ibu saya siapkan ketika saya hendak pergi ke sekolah ketika saya masih harus mengenyam bangku pendidikan smp dan sma. isinya pun beragam: dimulai hanya nasi kuning yang dibeli di deket rumah, nasi beserta telor ceplok seadanya, hingga makanan yang sengaja ibu saya masak untuk bekal saya hari itu.

ketika jam makan siang tiba, saya kerap menikmati hidangan tersebut dengan lahap. biasanya, jam2 sgitu perut udah teriak2 minta diisi. tidak jarang saya juga berbagi bekal yang saya bawa dengan teman yang kebetulan harus berada di sekolah hingga sore hari. bahkan gara2 kebiasaan ini, saya bisa dekat dengan cewe cantik yang boleh dibilang salah satu bintang di sekolah saat itu.

kebiasaan membawa bekal dari rumah ini berlangsung cukup lama, sekitar 4 tahunan, yaitu: dari mulai saya kelas 1 smp hingga menjelang kelas 2 sma. dan entah kenapa, saya senang melakukannya. orang tua pun tidak pernah menyuruh, apalagi memaksakan kebiasaan ini. semuanya seakan berjalan dengan sendirinya.

kebiasaan ini mulai saya tinggalkan ketika memasuki kelas 2 sma. pasalnya, ketika itu saya mulai beraktivitas di tempat yang memungkinkan saya bisa makan siang. terlebih lagi, menjelang semester 2 di kelas 2, saya mulai bekerja paruh waktu di sebuah majalah khusus pelajar. karena saat itu saya sudah resmi menjadi karyawan, tentunya saya pun mendapatkan jatah makan siang dan makan sore. hal ini membuat kebiasaan membawa bekal makan siang, terlupakan sudah.

nampaknya rasa rindu terhadap kenangan akan kebiasaan ini muncul kembali akhir2 ini. dan yang jadi masalah, saya tidak mungkin untuk melakukannya saat ini lantaran cukup disibukan dengan pekerjaan yang cenderung memerlukan sesuatu yang praktis, termasuk makan siang. mudah2an, ketika saya berkeluarga nanti, kebiasaan membawa bekal dari rumah bisa saya lakukan kembali. semoga…

4 thoughts on “Bekal dari Rumah

  1. OP berkata:

    SESI CURCOL :
    SMA gw juga bawa bekal dari rumah.
    kuliah juga masih bawa bekal dari rumah, serunya waktu kuliah gw & temen2 se-geng suka bekel bentou & tiap hari berkreasi bentou biar beda & unik🙂
    3 tahun pertama kerja… masih suka bekel juga hehehe.

    2 tahun terakhir gw dah gak sempet bikin bentou sendiri hikkss…. mau diniatin lagi aah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s