Pameran Inovasi IPTEKS ITB 2009: Penuh Aksi, Sarat Inspirasi


Menyambut hari jadi Institut Teknologi Bandung (ITB) ke-50, perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia ini merayakannya dengan cukup meriah. Tidak tanggung-tanggung berbagai kegiatan pun digelar dan menjadikannya rangkaian kegiatan DiesEmas ITB yang sayang untuk dilewatkan.

Salah satu kegiatan besar yang diselenggarakan pada awal bulan ini adalah Pameran Inovasi IPTEKS 2009. Berlangsung antara tanggal 2 Maret hingga 8 Maret 2009, pameran ini menghadirkan berbagai inovasi teknologi hasil karya anak bangsa sendiri. Tak hanya itu saja. Berbagai kegiatan hiburan dan perlombaan, pun turut memeriahkan acara yang dilangsungkan di area kampus yang terletak di Jalan Ganesha 10, Bandung. Adapun tema untuk pameran kali ini adalah karya IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni) mutahir dan inovatif yang menunjang solusi persoalan energi dan lingkungan, menampilkan lima tema pameran, antara lain: Energi, Lingkungan, Bioteknologi, Teknologi Informasi, dan Industri Kreatif.

Memasuki gerbang ITB dari pintu utama di selatan, anyaman rotan berbentuk gading dan baling-baling berbentuk bunga merupakan sebuah tanda bahwa perguruan tinggi tersebut sedang menyelenggarakan helaran akbar. Kemeriahan akan tampak terasa ketika kita menginjakan kaki lebih dalam. Berbagai atribut perayaan ulang tahun emas ITB banyak berseliweran di area kampus. Stand BPMigas dan Stand Open House ITB, merupakan area pameran pertama yang dapat dilihat.

Masuk lebih dalam di antara Campus Center Barat dan Timur, akan terlihat semakin banyak stand peserta pameran berdiri. Diawali dengan area Campus Center Timur yang diisi oleh sponsor kegiatan. Di area ini, kita dapat melihat berbagai produk dan pengetahuan inovatif yang dibawa oleh berbagai sponsor kegiatan.

Salah satu perusahaan yang menawarkan inovasi teknologi paling terdepan di jejeran sponsor kegiatan adalah Telkom. Perusahaan telekomunikasi milik negara ini tidak tanggung-tanggung memamerkan 3 produk mutahir yang dikembangkan bekerjasama dengan instansi lainnya di Indonesia. Produk yang pertama adalah Video Call. Telepon yang dilengkapi kamera ini memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan melihat wajah lawan bicaranya.

Produk lainnya adalah Pinteraktif dan Aplikasi Pembelajaran untuk Tuna Rungu dan Wicara. Pinteraktif merupakan aplikasi jejaring sosial yang dikembangkan Telkom bersama-sama dengan ITB. Dapat diakses di pinteraktif.itb.ac.id, yang membedakan Pinteraktif dengan jejaring sosial lainnya di dunia adalah kemampuannya untuk membuat kelas online untuk belajar.

Aplikasi Pembelajaran untuk Tuna Rungu dan Wicara yang dikembangkan Telkom bersama-sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), merupakan aplikasi yang ditujukan untuk penyandang tuna rungu dan wicara guna mempelajari bahasa isyarat. Penggunaannya yang sangat mudah, menjadikan siswa dengan kebutuhan khusus, diyakini bisa belajar dengan lebih efektif.

Selain menghadirkan produk inovasi terbaru, di stand Telkom pengunjung bisa mendapatkan ponsel seharga 99 ribu Rupiah. Caranya, pengunjung harus membeli perdana Flexi seharga 5 ribu Rupiah. Kemudian pengunjung yang telah mendaftar akan diundi. Sepuluh pendaftar yang beruntung, akan mendapatkan ponsel CDMA persembahan dari Flexi dengan harga hanya 99 ribu Rupiah saja.

Beranjak menuju Campus Center Barat, di tempat tersebut kita akan menemukan berbagai hasil kerajinan yang cukup unik dan baru. Salah satu contohnya adalah kerajinan yang terbuat dari alumunium bekas plat nomor. Hasil kerajinan ini cukup berguna lantaran bisa mengurangi sampah alumunium dari plat nomor kendaraan yang sudah tidak terpakai lagi.

Di sepanjang jalan dan parkir di sebelah utara Campus Center, berdiri berpuluh-puluh stand peserta pameran. Di sinilah area pameran sesungguhnya yang menghadirkan banyak inovasi produk teknologi terbaru. Area pameran ini dibagi menjadi 5 zona, yaitu: Zona A, B, C, E, dan F.

Dari 5 Zona tersebut, nampaknya hanya Zona C dan F yang lebih menarik untuk dikunjungi. Dimulai dari Zona C, di sini kita akan menemukan beberapa stand yang menghadirkan berbagai produk yang dimilikinya. Dalam hal ini, Stand Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Stand dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB yang patut diacungi jempol. Pasalnya kedua stand tersebut benar-benar menggelar seluruh karyanya di pameran ini.

Dimulai dari SITH ITB yang memamerkan berbagai jenis mikroalga yang telah dikembangkannya. Tak tanggung-tanggung mikroalga yang memiliki nilai ekonomis seperti Spirulina sp., Thalassiosira sp., Chaetoceros sp., Chlorella sp., hingga Nannochloropsis sp. dipamerkan dalam berbagai wadah, dimulai dari bak berukuran besar, hingga botol-botol ukuran besar. Untuk mengatasi rasa penasaran pengunjung akan mikroalga, SITH ITB juga menyediakan 2 buah mikroskop untuk pengunjung bisa mengintip bentuk dari mikroalga.

Sistem Resirkulasi air untuk kepentingan budidaya ikan dan udang, juga turut dipamerkan. Enam bak besar beserta ikan dan teknologi Sistem Resirkulasi ikut diboyong untuk memperlihatkan kepada pengunjung akan teknologi yang telah dikembangkan selama kurun waktu 10 tahun.

Di sebelah barat stand SITH ITB, terdapat stand PLN yang juga tidak main-main memamerkan produk teknologi yang dimilikinya. Bahkan, perusahaan listrik negara ini tak tanggung-tanggung membawa peralatan teknologinya lengkap dengan truk yang digunakan untuk mengangkutnya.

Di stand PLN, kita bisa menemukan banyak hal yang selama ini dikerjakan oleh PLN. Berbagai maket pembangkit listrik yang selama ini dikembangkan oleh PLN, hadir di sini. Tak hanya itu saja. Masing-masing maket juga bisa mensimulasikan cara kerja dari pembangkit listrik yang sebenarnya.

Berbagai alat kerja yang digunakan pekerja PLN ketika memelihara infrastruktur listrik pun digelar di stand ini lengkap dengan truk tempat membawa sekaligus tempat penyimpanannya. Foto-foto kegiatan pemeliharaan menara saluran tegangan tinggi, hadir melengkapi wawasan pengetahuan pengunjung akan resiko berbahaya yang kerap mereka ambil guna melancarkan distribusi listrik ke pelanggan.

Salah satu hal yang menarik yang dipamerkan di stand PLN adalah Klinik Konsultasi Hemat Energi Listrik. Di klinik ini, pengunjung bisa bertanya-tanya mengenai besar dari daya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan alat-alat listrik di rumah. Dilengkapi dengan berbagai peralatan listrik rumah tangga dan alat pengukur daya, klinik ini pun seringkali terlihat menunjukan kebolehannya dalam mengukur daya peralatan rumah tangga.

Mengunjungi Zona F, di sini juga kita akan disuguhi berbagai wawasan yang menarik lainnya. Salah satu produk yang paling inovatif dan sesuai dengan tema Pameran Inovasi IPTEKS 2009 kali ini adalah Linux Voice Command. Diberi nama Linux dengan Lisan (LiSan), teknologi yang dikembangkan oleh BPPT bekerjasama dengan Telkom ini mampu menjalankan komputer bersistem operasi Linux dengan hanya beberapa penggal kata.

Tak hanya itu saja. Pengguna pun bisa menulis sesuka hati dengan hanya berbicara saja. Kontan, pengunjung yang mengunjungi Stand BPPT langsung dibuat takjub. Ke depannya, teknologi ini diperuntukan bagi pengguna yang tidak mampu menggunakan Keyboard dan Mouse untuk mengoperasikan komputer. Teknologi ini juga dapat dijumpai dan dicoba di stand Telkom yang berada di area Campus Center Timur.

Memasuki Zona G, pengunjung disuguhkan dengan deretan meja makan lengkap dengan kedai makanan yang terletak mengelilingi Indonesia Tenggelam. Ada banyak ragam makanan yang tersedia di sini. Dimulai dari bebek bakar, hidangan siap saji, hingga makanan ala warung makan.

Harganya pun beragam. Mulai dari 5 ribu rupiah hingga di atas 20 ribu rupiah. Soal rasa, siapa menyangka. Balutan bumbu yang lezat dipadu dengan perut yang lapar akibat mengelilingi area pameran, membuat makan di bawah rindangnya pepohonan ITB serasa nikmat tak kentara.

Selain memamerkan produk-produk inovasi teknologi, Pameran Inovasi IPTEKS 2009 ini juga menyuguhkan berbagai pertunjukan menarik. Beberapa diantaranya adalah pentas musik IT Jazz, pentas musik ITB Student Orchestra (ISO) dan ASTRO, Demo Permainan Tradisional, dan Tanya Jawab Seputar Kegiatan BPMigas. Seluruh jadwal kegiatan, tersedia di pilar-pilar kegiatan yang diletakan di beberapa titik di area pameran.

Pentas musik IT Jazz yang diselenggarakan pada Selasa sore tanggal 3 Maret 2009, berhasil membuat penghuni kampus Ganesha 10 tumpah di area panggung utama Plaza Widya. Dengan skill yang termasuk dalam kelas mahir, musisi dari IT Jazz berhasil membuat penonton terpukau dan terdiam terpaku selama lebih kurang 2 jam lamanya. IT Jazz sendiri merupakan komunitas Jazz yang beranggotakan mahasiswa, dosen, dan pegawai ITB yang menyukai dan atau memainkan musik Jazz.

Pentas musik kedua yang tak kalah hebatnya adalah penampilan dari ITB Student Orchestra dan ASTRO pada Rabu sore tanggal 4 Maret 2009. Meskipun hari hujan, namun tidak membuat surut sekitar 50 pengunjung untuk tetap menyaksikan suguhan musik-musik yang dibawakan dengan menggunakan gabungan piano, gitar, dan biola. Lagu-lagu yang merdu dan mendayu-dayu, membuat suasana hujan begitu romantis dan syahdu.

Demo Permainan Tradisional dari Komunitas Hong di Zona D, area di depan Campus Center, adalah acara yang juga tidak boleh dilewatkan. Menghadirkan demo membuat mainan dari janur, membuat pengunjung yang notabenenya adalah mahasiswa, begitu serius mencoba dan memperhatikan apa yang didemokan. Padahal cuaca Rabu siang saat itu sedang terik-teriknya. Namun tak sedikit pun antusias mereka untuk memperhatikan, teralihkan begitu saja.

Di saat yang sama, bertempat di stand BPMigas, diselenggarakan juga sesi tanya-jawab seputaran BPMigas. Satu hal yang membuat acara ini menarik, yang menjawab pertanyaan adalah Kepala BPMigas Sendiri, R Priyono. Acara yang berlangsung mulai jam setengah 1 siang ini dan berlangsung hingga 2 jam lamanya ini, menghadiahi peserta kegiatan yang bertanya dengan souvenir menarik dari BPMigas.

Bagi yang senang fotografi, dalam pameran ini juga diselenggarakan ITB Photo Hunting Contest 2009. Peserta kegiatan yang kebetulan membawa kamera apapun di pameran ini, dimulai dari kamera hanphone hingga kamera sekelas SLR, bisa mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga tanggal 6 Maret 2009. Pendaftaran dapat dilakukan di stand Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB dan Detik Bandung yang berada di kawasan Zona G.

Liga Film Mahasiswa sendiri merupakan UKM di ITB yang memfokuskan diri bergerak di dunia perfilman. Kegiatannya dimulai dari menonton dan membahas film, hingga membuat film yang tak jarang memiliki keunikan tersendiri. Untuk lebih jauh mengenal LFM ITB, dapat mengunjungi kesekretariatannya yang berada tepat di sebelah utara Aula Timur ITB. Selama pameran, LFM bisa dikunjungi di stand yang bergabung dengan Detik Bandung dan terletak di Zona G, tepatnya di selasar Sekolah Farmasi.

Selain foto-foto di atas, di bawah ini juga ditampilkan beberapa foto yang diambil ketika Pameran Inovasi IPTEKS 2009 ITB berlangsung. Dari kiri ke kanan dimulai dari baris paling atas: balon iklan Pameran Inovasi IPTEKS 2009 ITB, guci harta karun yang dipamerkan di salah satu stand pameran, peserta pameran yang sedang beristirahat sejenak di tengah teriknya matahari siang, dan wartawan TV One yang sedang live report di area Pameran Inovasi IPTEKS 2009 ITB.

Catatan:

  • Untuk melihat caption masing-masing foto, silahkan letakan kursor mouse di atas foto. Teks akan muncul dengan sendirinya di dekat kursor mouse.
  • Seluruh foto-foto karya pemilik blog yang dimuat di blog ini, dapat diakses di flickr.com/photos/yudhaspiza.
  • Khusus untuk foto-foto dari Pameran Inovasi IPTEKS 2009 ITB, telah ditandai di Flickr dengan frase pameraninovasiipteks2009itb.

9 thoughts on “Pameran Inovasi IPTEKS ITB 2009: Penuh Aksi, Sarat Inspirasi

  1. masukitb berkata:

    Halo,

    Salam kenal. Kami suka dengan tema tulisan kamu tentang pengalaman kamu di ITB.

    Begini, LPM ITB sedang membuat situs antarmuka untuk menjembatani mahasiswa- alumni ITB, dengan siswa SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat ke ITB, untuk bisa bertukar informasi. Tujuannya, adalah untuk mengurangi kasus “salah pilih jurusan” sebelum memutuskan masuk ke ITB, juga membuat siswa SMU mengenal lebih dekat kehidupan mahasiswa ITB, dengan harapan, mereka bisa mengoptimalkan waktu belajarnya di kampus.

    Kami berusaha untuk mengurangi bias informasi seputar jurusan di ITB, bagi siswa SMU, sehingga mereka punya spektrum yang luas dan berimbang seputar disiplin jurusan, bahkan aktivitas mahasiswa ITB.

    Kalau Kamu bersedia, silakan berkunjung, berdiskusi, berbagi, dan jangan lupa untuk menjawab keingintahuan siswa- siswa SMU dari seluruh Indonesia, tentang ITB.

    Oh iya, tulisan ini juga bisa lho, kalau mau diposting .

    Regards,

    Layanan Produksi Multimedia ITB
    http://www.masukitb.com
    http://multimedia.itb.ac.id

  2. Yudha P Sunandar berkata:

    @ Shasya
    iya teh. hehehe. makasih atas koreksinya…

    @ Anis
    belum ada bandwidth untuk upload foto2ny mba… tenang aja…😀

    @ Jojo
    hehehe… terima kasih, pak.
    Fotony baru mau saya upload. Dari kemaren belum dapat akses internet, pak. hehehe

    @ Antoix
    yups… foto menyusul…😀

  3. jojo berkata:

    Waaaah…. benar2 jurnalis yg handal, bisa merangkum semua yg ada di Pameran yg begitu luas hanya dalam satu halaman…
    Fotonya mana nich… khan dari kemarin bawa2 kamera..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s