Hikayat Cinta


Berawal dari satu kata, “Suka”
Yang akhirnya tergores secara mendalam di hatiku
Menumbuhkan sebuah rasa, “Cinta”
Yang membumbung jauh tinggi di kalbuku

Semuanya seakan menjelma memenuhi raga
Memancarkan keelokan dirimu di diriku
Hingga tak terbantahkan pada dunia
Bahwa aku jatuh di mabuk asmara

Entah mungkin lantaran kepolosanku
Menjadikan sekali waktu buatmu berkilah
Ku hanya mampu diam tak terbata
Tanpa kata tanpa makna

Ingin ku mencoba kalah dan menyerah
Menjauh dari apa adanya dia
Namun, semakin keras ku mencoba
Bayang-bayangmu semakin terpatri di dada

Apakah Tuhan memang menghendakimu untukku?
Tuk hamba persunting sebagai permaisuri kerajaan
Atau kah ini hanya bayang-bayang yang semata-mata semu?
Dan buatku buta tak berdaya tak bertahta

Hingga akhirnya kini
Ku hanya mampu tancapkan satu tekad
Untuk menyibak satu tabir waktu
Bahwa kau memang tercipta untukku