The Devil’s DNA: Syarat Inspirasi Namun Kurang Aksi


tepat pada tahun 1983, seorang anak berusia 17 tahun bernama julian vega dituduh membunuh seorang dokter muda bernama allison wallis. francis loughlin, seorang detektif yang menangani kasus tersebut, akhirnya berhasil membuat julian terdampar di penjara hingga 20 tahun kemudian. julian bebas bersyarat dan dakwaan pembunuhan tersebut terancam dicabut lantaran julian menuntut untuk diadakan kembali penyidikan atas kasus yang didakwakan padanya. bagaimana pun juga, julian tetap bersikukuh tidak pernah melakukan hal tersebut.

sejalan dengan itu, christine rogers, seorang dokter muda, tewas secara mengenaskan di kamar mandinya. di kukunya, terdapat darah yang ternyata sama dengan darah di bawah kuku alison wallis yang tewas 20 tahun lalu. francis kemudian menuduh julian atas pembunuhan tersebut. dengan teknik analisis dna yang telah berkembang, tidaklah sulit untuk francis menemukan siapa orang di balik 2 pembunuhan tersebut.

akhirnya, julian dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. sang pembunuh, yang tidak lain adalah kakak kandung allison wallis, tom wallis, tewas yang oleh francis diduga akibat bunuh diri.

ditulis oleh peter blauner, the devil’s dna berhasil mendapat predikat the international bestseller. diterbitkan di indonesia oleh dastan books, novel ini memang syarat inspirasi. bagaimana tidak. beberapa bagian dari kisahnya menampilkan beberapa alur cerita yang cukup unik dan tidak biasa. bahkan, dari situ beberapa cerita untuk novelnya bisa muncul dan berkembang.

meskipun begitu, novel ini kurang mampu membawa detail2 setiap kejadian ke benak pembaca. rasanya, ada beberapa kejadian yang seharusnya diceritakan, tapi tidak diceritakan dengan rinci. lompatan2 peristiwa sering terjadi sehingga menimbulkan sedikit ketidakpuasan dalam membacanya. berbeda dengan novel da vinci code yang benar2 begitu terperinci dalam mengisahkan setiap kejadian. tak hanya itu saja. nampaknya tendesi2 psikologis kurang terjadi di sini sehingga novel ini nampak datar2 saja.

selain itu, judul dan tulisan di halaman novel edisi indonesia: “satu pembunuhan berantai tak pernah cukup. baginya, membunuh adalah candu terkuat, hasrat terluhur, ekspresi cinta termanis…” tidak menggambarkan apa yang diceritakan dalam novel tersebut. yang terbayang ketika membaca judul dan penggalan kata2 tersebut, kita akan dihadapkan pada kisah yang menegangkan dari kacamata pembunuh berantai. tetapi kenyataannya justru lain. malah kita dihadapkan pada cerita tentang seorang pemuda yang dikejar2 tuduhan tak bersalah atas 2 pembunuhan yang memang tidak dia lakukan.

meskipun begitu, novel ini layak dibaca, apalagi bagi anda yang menginginkan sisi lain dari sebuah kasus pembunuhan. alih2 mendapatkan cerita pembunuhan yang menakutkan, novel ini justru mengajak anda untuk bersimpati pada seseorang yang dikucilkan oleh masyarakat lantaran perbuatan yang tidak dia lakukan. selain itu, tak jarang kita sebal dengan asumsi2 francis yang acuh tak acuh terhadap prinsip azas praduga tak bersalah dalam setiap penyelidikannya. well, bintang 3 untuk novel ini.

Iklan

One thought on “The Devil’s DNA: Syarat Inspirasi Namun Kurang Aksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s