Batagor Baksos Korban Banjir Citarum


saat ini beberapa daerah di bandung selatan tengah direndam banjir akibat meluapnya sungai citarum lantaran intensitas curah hujan yang cukup ekstrim seminggu ke belakang. meskipun akhir2 ini becana banjir tengah menjadi tren tahunan, namun bukan berarti membuat kita acuh tak acuh melihat saudara2 kita yang dilanda becana yang sebenernya disebabkan oleh ketidakarifan kita dalam menjaga alam.

atas inisiatif dari beberapa orang batagoris, akhirnya hari minggu tanggal 7 desember 2008 kemaren, beberapa perwakilan batagor mengunjungi daerah bencana yang jaraknya tak kurang dari 30 kilometer ke arah selatan dari pusat kota bandung atau kira2 10 kilometer ke arah selatan dari kampus institut teknologi telkom, dayeuhkolot, bandung.

tiba di lokasi sekitar pukul setengah 1 siang. keadaan langit mulai mendung disertai hembusan angin yang menghempaskan debu jalanan baleendah. beberapa tenda pengungsian masih berdiri di jembatan lama citarum, tepat di sebelah jembatan baru berdiri. lahan yang kemaren dikabarkan masih tergenang air, kini hanya dipenuhi lumpur2 sungai yang berwarna cokelat, lengket, dan licin. ternyata banjir baru surut subuh tadi. beberapa orang terlihat sibuk membersihkan lumpur bekas banjir dari jalan, teras, dan rumah.

kami langsung menuju rumah seorang teman yang kebetulan berada di daerah tersebut. namun, kami kurang beruntung karena sang teman sedang berada di lokasi lain. akhirnya, kami hanya bertemu dengan ibu serta beberapa tetangganya. cukup banyak hal yang kami obrolkan. salah satunya adalah asal muasal banjir yang saat ini kerap terjadi setahun sekali. menurut mereka, banjir awalnya terjadi pada tahun 1985. kemudian terjadi lagi pada tahun 2001. dan sejak tahun 2005, banjir kerap terjadi setahun sekali. lebih dari itu, banjir tahun ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

tahun 1985, memang merupakan awal banjir terjadi di sekitar sungai citarum. penyebabnya adalah proyek perluasan dan pengerukan sungai citarum saat itu. konon, jargon pemerintah saat itu adalah untuk mencegah banjir. namun, kegiatan tersebut bukannya mencegah banjir, justru membuat penduduk di sekitar citarum terkena bencana banjir. hal ini disebabkan oleh hilangnya vegetasi yang berfungsi mencegah pendangkalan sungai. selain itu, rusaknya hutan2 di daerah hulu, mulai dari gunung wayang yang merupakan sumber mata air citarum berasal, membuat minimnya daerah resapan air. sehingga ketika musim hujan tiba, air langsung lari ke sungai dan menyebabkan bencana banjir di hilir.

menyalahkan masa lalu memang tiada gunanya. seharusnya, pemerintah mulai berpikir meningkatkan kearifan masyarakat bandung akan pentingnya daerah resapan air di daerah pegunungan bandung yang mulai terlihat gundul. tidak hanya itu saja. hendaknya pemerintah juga ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan di daerah dataran tinggi bandung.

oh yah. dalam bakti sosial yang dikumpulkan dalam waktu kurang dari 24 jam ini, terkumpul dana hingga 1 juta rupiah serta pakaian hingga mencapai 5 kantong plastik ukuran besar. terima kasih untuk teman2 yang telah rela menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu meringankan beban kawan2 kita yang telah tertimpa musibah. semoga, apa yang telah kita lakukan, bisa bermanfaat dan menyadarkan pihak terkait untuk segera mencari solusi yang lebih manusiawi dan naturalis.

Iklan

6 thoughts on “Batagor Baksos Korban Banjir Citarum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s