Menggalang Persatuan OSS dalam Asia-Africa Conference on Open Source


ternyata, konferensi asia-afrika tidak hanya menyoal isu politik semata. isu open source yang tengah berkembang dalam 2 tahun terakhir, pun menjadi sorotan negara2 di asia-afrika. dan hal itulah yang terjadi dalam asia-africa conference on open source pada tanggal 18 – 19 november 2008 lalu. bertempat di auditorium gedung 2 bppt, jakarta, konferensi ini dihadiri oleh 13 delegasi negara asia-afrika dan berbagai elemen penggiat open source indonesia, mulai dari komunitas, pebisnis, akademisi, hingga pemerintahan.

meskipun judulnya adalah konferensi asia-afrika, tapi acara ini lebih terlihat seperti penggiat open source indonesia yang mendengarkan paparan mengenai open source dari delegasi 13 negara asia-afrika. selain itu, nampaknya kegiatan ini lebih cocok ditujukan untuk kalangan pemerintahan karena sebagian besar paparan peserta delegasi konferensi ini, lebih cenderung membahas mengenai perkembangan open source di negara2nya masing2 dari kacamata pemerintahan.

dalam acara ini, aku merupakan utusan dari igos center bandung bersama mas eko nurdiyanto. tiba di jakarta pukul setengah 9 pagi, kami berdua langsung meluncur ke lokasi konferensi yang jaraknya 15 menit menggunakan bus transjakarta dari stasiun gambir. di tempat konferensi, aku bertemu dengan rendy maulana dan mas andi sugandi yang telah tiba di lokasi lebih dulu. aku langsung mengambil tempat duduk satu meja dengan mereka.

di ruangan konferensi, ada banyak wajah2 penggiat open source yang tidak asing bagiku. yang berasal dari bandung, terlihat pak benhard sitohang dan pak wikan yang keduanya berasal dari poss itb. dalam acara ini, pak benhard, yang merupakan ketua poss itb, menjadi salah satu pembicara dari indonesia.

berasal dari luar bandung, tentu saja lebih banyak lagi. beberapa diantaranya adalah frans thamura yang empunya yayasan meruvian; anjar dari awali dan pengembang zencafe linux; pak hoky yang merupakan pemimpin umum majalah biskom; dan andi belutz yang merupakan aktivis dari ubuntu indonesia.

selepas jam 9 pagi, kegiatan ini langsung dibuka oleh pak kusmayanto kadiman, menteri riset dan teknologi republik indonesia. dalam pidatonya, beliau sempat membahas mengenai beberapa mitos masyarakat umum di tanah air berkaitan dengan open source. selain itu, dia juga membagi pengalaman suksesnya untuk meng-open-source-kan kementeriannya yang dilakukan dengan tangan besi namun dibumbui dengan rasa cinta.

setelah coffee break, acara langsung dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh edi taslim dari kompas dengan pembahasan mengenai oss policy: usage of available standards oleh ir. giri suseno dari detiknas; educational efforts and best practices: olpc, icdl, university curricula, application in school and education oleh prof. a min tjoa dari vienna university of technology – austria, dan impact of open technologies on economic development of emerging economies oleh crawford beveridge dari sun microsystem.

selanjutnya, selepas makan siang dan istirahat, diskusi sesi kedua kembali dilanjutkan. dimoderatori oleh rm yogianto, diskusi kali ini membahas mengenai odf adoption – a global perspective oleh dr. jaijit bhattacharya dari sun microsystem india; south african open source and open standards policy oleh aslam raffee dari departemen sains dan teknologi afrika selatan; dan open source challenges the enterprise application landscape oleh steve faris dari ingres corporation.

seluruh rangkaian konferensi hari pertama diakhiri oleh diskusi sesi ketiga yang dimoderatori oleh moderator sesi kedua, rm yogianto. hanya dengan menghadirkan 2 pembicara, diskusi sesi terakhir membahas mengenai open grid computing architecture oleh dr. nguyen thanh son dari hcmc university of technology – vietnam dan e-business: business usage of oss oleh betti alisjahbana dari aosi.

keesokan harinya, konferensi dibuka dengan menampilkan engkos koswara dari ristek yang memaparkan mengenai general overview of open source development in indonesia; dr. zaenal hasibuan dari universitas indonesia yang memaparkan mengenai e-learning and open access; serta dr. benhard sitohang dari poss itb yang memaparkan mengenai poss network. sesi ini dimoderatori oleh edi taslim dari kompas.

tanpa coffee break, sesi kedua dimulai dengan dimoderatori oleh rm yogianto yang menghantarkan pemaparan predictions and principles: open standards in the next five years oleh hasannudin saidin dari ibm asean; it efficiency oleh prof. rabiee dari sharif university – iran; dan trend of oss in asia and activities for activation oleh kazuhiro oki dari cicc – jepang.

selepas makan siang, konferensi ini diakhiri dengan sesi ketiga yang memaparkan mengenai open source based training management platform for early warning system (tsunami case) oleh fenno brunken dari inwent – capacity building int’l, jerman; omar hasan dari inkubator teknologi informasi dan komunikasi palestina; dan open source development by indonesian communities oleh onno w purbo. sesi ketiga ini dimoderatori kembali oleh rm yogianto.

conclusion and closing remarks dari engkos koswara serta pembacaan deklarasi jakarta tentang open source oleh betti alisjahbana menutup asia-africa conference on open source tahun 2008 ini.

untukku, acara ini merupakan acara internasional pertama yang pernah kuikuti. bahasa pengantar yang ada di konferensi ini seluruhnya menggunakan bahasa inggris. dari mulai pidato pembukaan, pemaparan materi presentasi, tanya-jawab, hingga pengumuman2 yang kerap disampaikan oleh pembaca acara.

awalnya, aku agak deg2an ikut konferensi ini lantaran bahasa inggrisku jauh di bawah minim. tapi ketika konferensi mulai berjalan, tiba2 aja aku ngerti apa yang disampaikan para pengisi acara, khususnya para pembicara dari indonesia yang berbahasa inggris dengan baik dan jelas. yang paling sulit diikuti adalah bahasa inggris dari pembicara india dan negara2 timur tengah. kebanyakan mereka berbicara layaknya mengendarai formula 1, tanpa titik, tanpa koma, dan, kupikir, tanpa spasi juga.

meskipun begitu, aku sedikit-banyak mampu mengikuti rangkaian acara dari awal sampai akhir. menurutku, acara ini udah lumayan bagus. namun ada beberapa hal yang mungkin harus diperhatikan. misalnya saja, perlu diperjelas target peserta yang hadir. apakah dari kalangan pemerintahan, komunitas, akademisi, atau pebisnis. selain itu, ada baiknya juga mengundang peserta dari negara2 lain agar proses sharing pengalaman bisa terjadi di sini.

3 thoughts on “Menggalang Persatuan OSS dalam Asia-Africa Conference on Open Source

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s