Krisis Ekonomi Global, Peluang Bangkitnya Industri TIK Dalam Negeri


terinspirasi dari diskusi dengan pak irfan setiaputra dari cisco, seharusnya krisis ekonomi yang mulai melanda indonesia saat ini bisa dijadikan momentum untuk mengembangkan industri tik dalam negeri yang lebih kokoh dan mandiri. boleh jadi, open source, yang selama ini digaung2kan oleh pemerintah, menjadi kunci utama bangkitnya industri tik dalam negeri.

industri tik di tanah air dalam beberapa tahun terakhir sedang dalam tahap perkembangan yang cukup pesat. hal ini juga dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan teknologi ini yang jumlahnya kian besar dari waktu ke waktu sejak tahun 2000. dengan semakin besarnya permintaan akan produk tik, semakin lama, harganya semakin rendah.

namun, krisis global yang mulai melanda dunia di akhir tahun 2007 ini, membuat masyarakat berpikir berkali2 untuk membeli dan menggunakan produk tik. pasalnya, produk yang hampir sebagian besar diimpor dari luar negeri, mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi akibat turunnya nilai rupiah terhadap mata uang asing. hal ini berimbas pada rendahnya daya beli masyarakat terhadap produk tik di dalam negeri.

seorang kawan, juragan web hosting di bandung, dalam diskusi bersama cisco beberapa waktu lalu, mengeluhkan adanya penurunan konsumen sejak naiknya dollar. tak hanya itu saja. terjadi juga pergeseran segmentasi konsumen yang awalnya menengah ke bawah, menjadi menengah ke atas, yang tentunya jumlahnya pun lebih sedikit. maklum, yang namanya jualan hosting dan domain luar negeri, pasti tidak bisa lepas dengan yang namanya dollar.

di sisi lain, masih banyak perusahaan tik yang bergantung dengan lisensi perangkat lunak yang datang dari luar negeri. dengan semakin meroketnya dollar, bisa dipastikan semakin mahal pula harga perangkat lunak proprietary berbayar dari luar negeri.

meskipun begitu, menghentikan perusahaan beroperasi bukanlah jalan keluar. malah, dengan semakin tingginya harga produk luar negeri, seharusnya membuat kita mulai berpikir menggunakan produk dalam negeri yang tidak kalah bagusnya dibandingkan produk sejenis buatan negara lain.

untuk domain dan web hosting misalnya. aku sendiri menyarankan untuk mulai memasyarakatkan penggunaan domain dalam negeri kepada konsumen. selain lebih murah, toh tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas situsnya. untuk hosting pun, tak ada salahnya juga mulai memasyarakatkan dan menggunakan hosting yang disimpan di dalam negeri. tak hanya lebih cepat dan menghemat bandwidth, tetapi juga mulai berpikiran untuk menyimpan database situs di dalam negeri. mungkin juga isu konten lokal bisa sekalian digalakan.

contoh lainnya adalah penggunaan perangkat tik, seperti perangkat lunak dan perangkat keras. saat ini di indonesia mulai berjamuran merek2 lokal untuk laptop dan komputer seperti zyrex, axioo, dan a*note. nampaknya, dengan mahalnya produk2 sejenis yang diimpor ke tanah air, boleh jadi ini merupakan kesempatan yang baik untuk merek dalam negeri mengembangkan sayap dan membentuk pandangan masyarakat mengenai produk lokal.

untuk perangkat lunak, open source salah satu jalan keluarnya. teknologi yang mulai naik daun di tanah air ini, selain biaya implementasi yang jauh lebih murah, kualitasnya pun tak beda jauh dibandingkan perangkat lunak proprietary. lebih dari itu. teknologi ini juga sudah mulai dikembangkan oleh anak bangsa sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan teknologi masyarakat indonesia. apabila ditekuni dengan lebih serius, boleh jadi akan ada banyak peluang usaha mulai dari titik ini.

“cobalah berpikir positif. krisis pasti akan berlalu,” begitulah penggalan motivasi dari pak irfan setiaputra, senada seperti lagu badai pasti berlalu yang pernah didendangkan oleh almarhum chrisye. dalam hal ini, aku lebih suka mengutip apa yang alexander graham bell katakan, “ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.” pendek kata, tak ada gunanya meratapi satu pintu yang tertutup karena ada ribuan pintu yang lebih lebar terbuka.

4 thoughts on “Krisis Ekonomi Global, Peluang Bangkitnya Industri TIK Dalam Negeri

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    @ aditya
    yah, itu yang belum saya masukin. hehehe
    trims masukannya…😉

    @ ajeng
    lho, kok di sini komennya? di postingan tanggal 11 dong… kan di situ tercantum namamu. hehehehe…

  2. aditya berkata:

    tambahan…. kalo bisa tarik jasa IT di Eropa dan Amerika ke indonesia (contoh telecommuting, remote working, freelance de el el), bagi orang2 Eropa dan Amrik itu, ini bisa jd solusi penghematan, karena tenaga TIK indo terhitung murah, nah bagi kita orang indo, ini bisa menguntungkan karena akan dibayar pake US$ atau Euro yg tentunya skrng nilai tukarnya semakin mebumbung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s