Ketika Aku dan Tuhan


ketika aku memanggilmu tuhan
ku serahkan hidupku hanya padamu
ku pasrahkan segenap jiwa raga untuk memujamu
dan ku lapangkan bumi ini untuk senantiasa menyembahmu

ketika aku menyapamu tuhan
aku bersimpuh tunduk di hadapmu
walaupun seberkas cahaya muncul namun tak pernah memberikan terang
dan kegelapan tak kunjung pergi dari kehadirannya atasku
tetap aku menyapamu dengan tuhan

ketika aku menyebutmu tuhan
ketika itu pula aku tak pernah lagi mampu berpaling darimu
alih2 hanya menengok
lirikanku pun tak pernah memiliki izin untuk menghilangkanmu dari urat nadiku

dan ketika aku menunjukmu tuhan
tak mudah bagiku untuk bisa membencimu
anehnya, begitu nyata aku mencintaimu
terlalu dalam hingga tak lagi berjejas

lalu ketika aku meyakinkanmu tuhan
beribu peluh telah bernapas tiada henti
menorehkan goresan2 tak terejawantahkan
hingga aku hanya mampu terapung dan terasing

akhirnya ketika aku memergokimu tuhan, tuhan, tuhan, tuhan, dan begitu aku selalu menyebutnya
begitu hampa diriku ada
tak lagi bernyawa dan tak lagi punya makna
dan kini kukembalikan seluruhnya padamu, tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s