Menulislah, Meskipun sedang Bad Mood


beberapa hari ini sebenernya aku lagi ngak mood nulis. bawaannya, kalo boleh, tak perlu lah aku mengetikan setiap kata. cukup pikiran dan hatiku yang menorehkan kata2 itu di blogku. tapi, nampaknya hal itu sungguh mustahil tanpa bantuan tangan. dunia ini bukanlah duniany harry potter yang hanya dengan mengayunkan tongkat sihir, segalany bisa berjalan sesuka hati kita.

nampakny bad mood menulis sedang hinggap di banyak orang. banyak blog yang isinya mengungkapkan bahwa penulisnya sedang malas untuk menulis blog, nampakny termasuk blog ini juga.

bagaimanapun juga, menulis adalah pekerjaan hati. ungkapan perasaan hati yang diejawantahkan ke dalam kata2 yang bermakna. kata2 tersebut kemudian ditorehkan ke dalam media oleh pikiran yang menggerakan tangan untuk selanjutnya menjadi bentuk fisik yang baru.

itulah sebabny mengapa ketika keadaan hati kita sedang enggan atau buruk, menulis menjadi sesuatu hal yang teramat sulit dilakukan. memaksakan diri untuk merangkai kata2 pun nampaknya hanya sia2 belaka. alih2 mendapatkan tulisan yang memiliki jiwa, yang ada hanyalah rangkaian kata yang mati.

meskipun begitu, seorang penulis, meskipun itu hanya penulis blog, agaknya mengharamkan yang namanya tidak menulis. bagi seorang penulis, menulis adalah sebuah kegiatan yang kalo tidak dilakukan, sama saja membunuh dirinya secara perlahan. menulis telah menjadi bagian dirinya yang sulit untuk dipisahkan, meskipun jaraknya hanya 1 milimeter.

untuk itulah, orang yang telah menjadikan menulis sebagai jati dirinya, seharusnya masih mampu menyusun kalimat yang tetap mempunyai nyawa, meskipun dirinya sedang tak bernyawa. masih tetap bisa menulis meskipun perasaannya sedang galau dan tak menentu.

jangan seperti yang punya blog ini. meskipun hatiny sedang galau, dia masih mencoba untuk menulis. tapi ketika tulisannya beres, dia ngak tau apa yang dia tulis. parah…!!!

Iklan

3 respons untuk ‘Menulislah, Meskipun sedang Bad Mood

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    @ pashatama
    hayu ah teh. jangan kapan2 mulu. hehehehe
    mari kita tentukan aja waktuny. gmana kalo tanggal 22 november sore? skalian ngerayain ultahny opie. deal…???
    tempatnya, aku ngak tau dimana tempat yang enak buat nikmatin teh tarik. slama ini bikin sendiri, sih. hihihi.

    @ bang aswi
    yups, itulah prinsip seorang penulis. tapi masalahny, saya bukan penulis kang. lebih memposisikan sebagai sastrawan. 😀
    yuk, ah. mari kita tetap semangat…!!!

  2. pashatama berkata:

    inilah alasan kenapa aku ga bisa jadi penulis yang dibayar. nulisnya tergantung mood, hahaha….

    sama Yudh. lagi males nulis juga ni. Teh Tarikk mungkin akan membantu mengembalikan semangat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s